The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Berlawanan dengan mayoritas indeks regional Asia lainya, pergerakan IHSG hari ini mayoritas berada di zona merah dengan rentang antara 6614 – 6665 dan ditutup turun 0,29% di level 6643,40. Enam dari sepuluh sektor yang menyokong bursa bergerak di zona merah dengan penekan terbesar pada sektor construction yang ambles -1,23% setelah pemerintah memutuskan untuk menghentikan sementara proyek pembangunan infrastruktur jalan layang pasca seringnya terjadi kecelakaan kerja. Selain construction, sektor aneka industri ikut merosot hingga -1,23% karena turunya saham ASII. Sektor finance dan consumer juga turut menekan indeks dengan pelemahan sebesar -0,41% dan -0,46%.

Asing catatkan net buy

Meski IHSG terkapar, asing justru terpantau mencatatkan inflow senilai 77,30 miliar di keseluruhan pasar. Saham BBNI menjadi top net buy asing dengan pembelian bersih sebesar 123 miliar disusul oleh PGAS (72 miliar), PTBA (43 miliar), TLKM (31 miliar) dan BBCA (20 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net sell di antaranya adalah BBRI (-103 miliar), BUMI (-93 miliar), HMSP (-44 miliar), BTPN (-34 miliar) dan INDF (-30 miliar).

Bursa Asia menghijau

Sejumlah indeks utama Asia hari ini bergerak menghijau setelah investor mulai mengalihkan perhatian kepada rapat the Fed yang diharapkan bisa memberikan petunjuk bagi kebijakan moneter di Amerika. Secara keseluruhan indeks MSCI di luar Jepang terpantau naik hingga 0,7% setelah sesi sebelumnya mengalami penurunan.

Indeks Nikkei 225 Jepang menguat 0,21% walaupun bergerak mixed di sepanjang perdagangan. Penguatan Nikkei terkait dengan pelemahan beruntun pada mata uang yen hingga sat ini berada di level 107,7 yen per dollar sehingga memberikan keuntungan bagi emiten – emiten eksportir. Sementara itu dari Hong Kong, indeks Hang Seng melonjak tajam 1,81% setelah berita mengenai sejumlah perusahaan yang menjadlin kerjasama dengan Jepang.

Kemudian dari Korea selatan, indeks Kospi ditutup menguat 0,60% ditopang oleh penguatan saham Dhongwa Pharm dan KR Motor. Selain itu sentimen positif dari akan disepakatinya perjanjian perdagangan bebas (free trade agreements/FTA) dengan lima negara Amerika Tengah yang diharapkan mampu meningkatkan akses pasar untuk sektor otomotif dan elektronik Korea Selatan.


Image source: uqvk92z67p11sbpjb3nr4qo1-wpengine.netdna-ssl.com

0

Market Updates

Minimnya sentimen penggerak market membuat laju IHSG hari ini cenderung berada di zona merah mengikuti mayoritas bursa Asia yang melemah. Diperdagangkan di rentang 6625 – 6693, indeks ditutup turun 0,39% ke level 6662, 88 dengan hanya dua sektor yang menguat yaitu agriculture (+0,92%) dan finance (+0,75%). Sektor agri melanjutkan penguatan setelah harga CPO terpantau naik ke level 2530 ringgit per ton sedangkan hijaunya sektor finance dipengaruhi oleh lonjakan saham BMRI yang hari ini menjadi top net buy asing.  Kemudian untuk sektor yang menekan indeks di antaranya adalah basic industry (-1,38%), consumer goods (-1,19%) dan infrastructure (-1,23%).

Asing net sell tipis

Secara keseluruhan net sell asing hari ini mencapai 198,72 miliar di keseluruhan pasar, namun transaksi tersebut didominasi oleh penjualan bersih di pasar nego pada saham HMSP senilai 161 miliar. Di pasar reguler net sell asing hanya senilai 87 miliar. Beberapa saham yang menjadi top net sell asing di antaranya adalah HMSP (-196 miliar), BBRI (-176 miliar), ASII (-60 miliar) dan BBCA (-45 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net buy yaitu BMRI (165 miliar), BBNI (117 miliar), TLKM (51 miliar) dan INKP (26 miliar).

Bursa Asia cenderung melemah

Masih liburnya bursa China membuat transaksi cenderung berjalan lesu. Indeks MSCI Asia Pacific terpantau melemah 0,25% seiring pergerakan bursa Korea, Hong Kong dan Jepang yang memerah.

Indeks Nikkei 225 ditutup anjlok 1,12% karena terseret pelemahan saham – saham blue chip seperti Fanuc Corp, Toyota Motor dan Mitsubishi UFJ Financial. Saham – saham tersebut sebelumnya mengalami rally sehingga rawan aksi profit taking.

Kemudian dari Korea Selatan, indeks Kospi mengakhiri rally kenaikannya dengan pelemahan sebesar 1,13% karena melemahnya saham Woori Bank dan Samsung Corp. Pelemahan Samsung disebabkan oleh rencana pemangkasan produksi panel OLED menyusul keputusan Apple Inc. yang menurunkan produksi Iphone X karena lemahnya permintaan.

Selain kedua indeks tersebut, ASX 200 Australia dan STI Singapura juga terpantau melemah tipis masing – masing sebesar – 0,01% dan -0,33%.


Image source: img-o.okeinfo.net

0

Morning Review

IHSG kemarin ditutup naik 1,48% dan kembali mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang masa. Pada saat penutupan terbentuk pola bullish marubozu yang mengindikasikan kuatnya tekanan beli dari pasar dan diperkirakan akan berlanjut pagi ini. Secara teknikal RSI dan Stochastic juga masih berada di zona netral sehingga potensi penguatan masih ada. Meskipun demikian, sentimen negatif dari bursa Eropa dan regional Asia akan menahan laju IHSG dimana indeks Nikkei 225 Jepang, turun hingga 1,10% sedangkan Kospi Korea dan STI Singapura masing – masing melemah 0,65% dan 0,29%. Bursa China masih libur memperingati hari raya imlek sedangkan bursa Amerika libur memperingati Presidents’ Day yang dirayakan setiap tahun di minggu ketiga Februari.

Bursa Eropa melemah

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup melemah 0,63% ke level 378,24 setelah saham Reckitt Benckiser mencatat laba di bawah ekspektasi serta penurunan margin, di tengah makin ketatnya pasar negara maju serta kenaikan harga komoditas. Kemudian pasar juga khawatir Eropa akan mengikuti rekomendasi departemen perdagangan AS yang berencana memberlakukan pemangkasan impor baja dan aluminium dari China dan negara-negara lain dalam jumlah besar.

Harga minyak masih kuat

Harga minyak WTI kembali menguat hingga 1,33% ke level USD 62,50 per barel terdampak kondisi geopolitik di Timur Tengah dimana insiden perbatasan di Suriah menyebabkan hubungan Iran – Israel semakin meruncing.

Batubara melonjak tajam

Harga Batubara di bursa Newcastle dan Rotterdam serempak melonjak di atas 2% setelah berbagai berita dari India dan Korea menunjukkan bahwa demand batubara belum akan terkikis. Dari Korea Selatan, data Korea Electric power menunjukkan bahwa daya lsitrik yang dihasilkan dari pembangkit listrik batubara menunjukkan peningkatan signifikan sejak 2016 sedangkan dari India, masifnya pembangunan di negara tersebut membentuk demand energi batubara terus berlanjut.

CPO menguat tipis

Setelah libur di Jumat lalu, harga CPO pada perdagangan kemarin di bursa Malaysia berhasil ditutup naik 0,28% ke level 2512 ringgit per ton. Harga CPO tidak banyak bergerak karena tutupnya bursa komoditas di AS yang memperdagangkan komdoitas substitusi berupa minyak kedelai.

Logam industri

Harga logam industri masih didera sentimen negatif dari Amerika dimana dalam rekomendasi Departemen Perdagangan AS mencantumkan rencana tarif bea masuk untuk produk logam dari semua negara. Sebagai hasilnya harga timah anjlok -1,62% ke level USD 21.407 per metrik ton, perak melemah hingga 0,26% sedangkan harga nikel hanya turun tipis 0,15% ke level USD 13.655 per metrik ton.


Image source: http://kuow.org

0

Market Updates

PT Borneo Olah Sarana Tbk (BOSS) resmi melantai di bursa pagi ini dengan harga penawaran Rp 400,- per lembarnya dan dikabarkan mengalami oversubscribe sebanyak 10x sehingga tidak heran apabila di awal perdagangan, saham BOSS  langsung melonjak menyentuh harga auto reject atas di Rp 600,- karena banyaknya peminat saham ini yang tidak berhasil mendapatkanya pada saat periode pemesanan. Untuk menggali lebih jauh profil dan prospek perusahaan ke depanya, silakan simak ulasan kami berikut ini.

 

Produsen batubara high grade

 

BOSS dikenal sebagai perusahaan yang mempunyai keunikan khas yaitu produsen batubara berkualitas tinggi atau high grade dengan kalori tinggi serta tingkat residu abu dan belerang yang rendah sehingga ramah lingkungan. Hal ini pula yang menjadikan BOSS memasarkan sebagian besar batubaranya ke negara Jepang yang menetapkan standar sangat ketat terhadap isu lingkungan.

– Jepang, persentase penjualan 90%

– Korea Selatan, 5%

– Filiphina, 5%

Bahkan karena komitmen perseroan tersebut pemerintah Jepang melalui Japan Oil Gas Metal Corporation (JOGMEC) memberi pendanaan bagi BOSS  agar dapat terus memproduksi batubara berkualitas tinggi dengan rata-rata sebesar 6.300 Kkcal/kg.

 

 Baru 10% lahan konsesi terpakai

 

Saat ini perseroan memiliki empat wilayah konsesi seluas 16.000 ha yang berada di Kutai Barat, Kalimantan Timur yang dikelola oleh empat anak usaha yaitu:

– PT Energy Amzal Bersama (EAB)

– PT Pratama Buana Sentosa (PBS)

– PT Pratama Bersama (PB)

– PT Bangun Olahsarana Sukses (BOS)

Pada tahun 2016, perseroan berhasil menjual batubara sekitar 500.000 ton padahal lahan yang dikelola perusahaan baru mencapai 1.600 ha atau 10%-nya saja. Dengan perolehan dana IPO sebesar 160 miliar dikurangi utang bank Victoria sebesar 50 miliar maka perseroan bisa dengan leluasa menggenjot produksinya di tahun ini.

Berafiliasi dengan FORZ

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan saat ini adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama : Freddy Setiawan

Komisaris : Johannes Halim

Komisaris Independen : Supandi Widi S.

Dewan Direksi

Direktur Utama : Freddy Tedjasasmita

Direktur : Widodo Nurly S.

Direktur Independen : Reza Pranata

Ada yang menarik di sini, Komisaris Utama BOSS yaitu Freddy Setiawan diketahui merupakan Direktur Utama dari PT Forzaland Indonesia Tbk (FORZ) yang baru saja melantai ke bursa pada 28 April 2017 lalu.

Melihat gerak BOSS hari ini boleh dikatakan mirip dengan FORZ yang di hari pertamanya melesat 50% dari Rp220 menjadi Rp330. Bahkan tidak sampai setengah bulan setelah melantai, harga saham FORZ melesat hingga 280% di level 760 dan saat ini stabil di kisaran tersebut.

Prospek BOSS ke depan

Pada kuartal ketiga 2017, perseroan menghasilkan laba bersih sebesar Rp 20,8 miliar setelah di periode sebelumnya Q3 2016 mengalami rugi 17 miliar. Penjualan perusahaan diketahui meningkat 131% menjadi Rp 120,6 miliar seiring dengan harga batubara yang melambung.

Dengan melihat beberapa faktor seperti harga batubara yang masih stabil di harga atas, konsesi lahan yang baru dipakai 10% serta perolehan dana IPO yang mencapai 160 miliar, perusahaan menargetkan pertumbuhan sebesar 15% pada tahun 2018 dan laba bersih sebesar Rp 30 miliar, sehingga di harga saat ini (Rp 600), Book Value perusaaan di kisaran Rp 217/lembar dan PBV 2,7.

Nilai PBV tersebut masih cukup rendah apabila dibandingkan dengan perusahaan sejenis di subsector coal mining yang mencapai PBV 6,21 sehingga potensi untuk bergerak ke atas masih cukup lebar.

 

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini cukup mixed di rentang 6572 – 6599 dan ditutup naik 0,25% ke level 6594,40. Delapan dari sepuluh sektor yang terdaftar di bursa bergerak di zona hijau dengan pendorong terbesar pada sektor industri dasar dan aneka industri yang naik 1,25% dan 1,13%. Adapun dua sektor yang melemah yaitu finance dan trade yang turun -0,20% dan -0,01%. Sektor finance melemah karena asing kembali melakukan outflow di saham perbankan dimana BBCA dan BBRI menjadi top net sell dengan jumlah yang cukup besar.

Asing net sell 516,23 miliar

Saham perbankan dan TLKM kembali menghiasi daftar top net sell asing hari ini. Padahal kemarin saham – saham ini mencatatkan inflow yang cukup besar. BBCA dan BBRI di daftar teratas dengan penjualan bersih sebesar -235 miliar dan -99 miliar kemudian disusul TLKM (-97 miliar), (-47 miliar) dan BBNI (-38 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net buy di antaranya adalah MNCN (108 miliar), BBTN (23 miliar), SMGR (23 miliar) dan INDY (16 miliar).

Bursa Asia mixed cenderung menguat

Pergerakan bursa Asia hari ini cukup beragam namun cenderung menguat dimana indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang terpantau naik 0,8% karena pergerakan saham – saham di China dan Korea. Katalis indeks berasal dari sentimen positif pergerakan bursa Wall Street namun diimbangi oleh rilis data – data ekonomi domestik yang sebagian dinilai mengecewakan.

Dari Jepang misalnya, rilis data GDP Q4 2017 menunjukkan pertumbuhan hanya sebesar 0,5% di bawah prediksi para analis di kisaran 1%  dan turun jauh dibanding kuartal sebelumnya di angka 2,2%. Hasilnya indeks Nikkei 225 Jepang berakhir melemah 0,48%. Selain Jepang, bursa Singapura juga ditutup turun 0,18% yang lebih disebabkan oleh aksi profit taking setelah kenaikan di pagi hari tadi.

Sementara itu, bursa China dan Hong Kong masih melanjutkan kenaikanya kemarin setelah penyaluran pinjaman perbankan mencapai rekor baru di Januari dan diharapkan akan mampu menjadi katalis bagi perekonomian. Indeks Shanghai Composite dan Hang Seng serentak menguat masing – masing 0,45% dan 2,32%.


Image source: financialtribune.com

0

Morning Review

Dipengaruhi sentimen positif dari bursa Amerika dan regional Asia pagi ini, IHSG kami perkirakan akan bergerak naik menuju resisten di level 6630. Penguatan IHSG juga akan ditopang oleh sektor komoditas dimana harga batubara dan logam industri masih bullish. Secara teknikal baik RSI maupun Stochastic masih berada di zona netral sehingga potensi penguatan cukup terbuka, apalagi kemarin juga terbentuk pola golden cross yang mengindikasikan adanya penguatan lanjutan.

Bursa Amerika menguat di hari ketiga

Indeks – indeks utama Wall Street berhasil ditutup di zona hijau meski di awal perdagangan sempat anjlok karena kekhawatiran investor menjelang rilis data inflasi Amerika. Apabila angka inflasi ini naik maka akan menjadi resiko terbesar bagi pasar saham. Indeks Dow Jones berakhir menguat 0,16% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing naik 0,26% dan 0,45%.

Bursa Eropa lemas

Indeks Stoxx Europe 600 berkahir minus 0,6% tertekan rilis laporan keuangan perusahaan yang mengecewakan. Sektor telekomunikasi menjadi yang paling parah terdampak penurunan saham Telenet yang kenaikan labanya di bawah ekspekstasi. Kemudian Saham Smelter Aurubis turun 8% setelah laporan keuangannya lebih rendah dari perkiraan. Investor Eropa juga bersikap wait and see menjelang rilis data inflasi Amerika malam nanti yang akan digunakan sebagai acuan penentu kenaika suku bunga the Fed.

Minyak mentah kembali terkapar

Setelah sempat rebound karena melemahnya dollar, minyak WTI kembali ke trend bearishnya dan ditutup turun 0,76% ke level USD 58,93 per barel. Melemahnya minyak disebabkan  laporan American Petroleum Institute (API) yang menyatakan bahwa stok minyak mentah nasional naik 3,95 juta barel sedangkan pasokan bensin bertambah 4,63 juta barel.

Batubara lanjutkan rebound

Harga batubara masih mampu bergerak naik dimana di bursa Rotterdam dan Newcastle harganya menguat 3,30% dan 1,62%. Perhatian investor tertuju pada China yang akan melangsungkan libur panjang mulai besok sehingga perusahaan pembangkit listrik mulai mengamankan stok batubaranya.

Harga CPO melemah

Minyak sawit kembali turun 1,06% namun masih berada di atas level 2500 ringgit setelah adanya proyeksi penurunan demand dari China dan Uni Eropa. Permintaan dari China diperkirakan turun 18% mom karena cadangan minyak nabatinya masih cukup tinggi. Kemudian dari Uni Eropa permintaan diperkirakan melemah hingga 29% karena masifnya kampanye anti deforestasi.


Image source: investorintel.com

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini mantap berada di zona hijau dengan rentang perdagangan antara 6544 – 6595 dan ditutup naik 0,84% di leve; 6578,18. Semua sektor yang terdaftar di bursa menghijau dengan sektor mining menjadi pendorong utama seiring dengan melemahnya mata uang dolar yang membuat harga komoditas minyak, batubara dan logam industri bergerak bullish. Selain mining, sektor infrastructure dan finance naik 1,39% dan 1,14% setelah asing kembali mencatatkan net buy di saham TLKM dan emiten – emiten perbankan.

Net sell asing tidak terlalu besar

Outflow asing dari bursa hingga penutupan tidak sebesar hari – hari sebelumnya dimana hanya mencapai nominal -221 miliar di keseluruhan pasar jauh dari rata – rata outflow harian asing bulan ini di kisaran -875 miliar. ASII menjadi saham yang paling banyak dijual asing dengan net sell sebesar -132 miliar, disusul oleh HMSP (-97 miliar), UNVR (-61 miliar) dan UNTR (-58 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net buy asing hari ini di antaranya adalah BBCA (99 miliar), TLKM (94 miliar), BBRI (58 miliar) dan ADRO (33 miliar).

Bursa Asia menghijau

Membaiknya kondisi bursa global yang ditandai rebound di bursa saham Eropa dan Amerika menjadi katalis positif bagi sejumlah indeks di regional Asia. Selain itu rebound harga komoditas seperti minyak, batubara dan logam industri turut membuat pasar menjadi bergairah. Secara keseluruhan indeks MSCI Asia Pasific di luar Jepang terpantau naik 1,2%.

Indeks Shanghai Composite China dan Hang Seng Hong kong memimpin penguatan pasar dengan kenaikan sebesar 0,98% dan 1,22% setelah rilis data pertumbuhan pinjaman China secara di luar dugaan melebihi ekspektasi pasar yang mengindikasikan bahwa kondisi bisnis mulai pulih pasca pengetatan kebijakan kredit di China. Selain dua indeks tersebut, indeks Kospi Korea dan ASX 200 Australia masing – masing ditutup naik 0,41% dan 0,60%.

Hal berbeda terjadi di bursa Jepang dimana indeks Nikkei yang sempat melaju hingga 1,1% terpaksa harus ditutup di zona merah setelah mata uang yen terus terapresiasi hingga 0,54% terhadap dolar Amerika. Hal ini selain membuat emiten berorientasi ekspor merugi, juga menimbulkan kekhawatiran berlanjutnya pergolakan market mengingat mata uang yen dikenal sebagai salah satu aset safe haven yang diburu ketika terjadi kejatuhan di bursa saham.


Image source: www.pinnacledigest.com

0

Morning Review

Setelah Wall Street dan bursa Eropa bergerak naik di awal pekan, sejumlah indeks regional Asia juga turut menghijau dengan Nikkei 225 Jepang memimpin penguatan sebesar 0,71%  setelah Haruhiko Kuroda akan di pilih kembali sebagai gubernur BoJ yang berarti kebijakan moneter yang longgar masih akan terus berlangsung. Selain dari Jepang,indeks ASX 200 Australia turut menguat 0,37% sedangkan  indeks Kospi Korea dan STI Singapura melaju 0,21% dan 0,50%.

Pelemahan bursa Amerika mulai terhenti

Sejumlah indeks utama Wall Street melanjutkan penguatanya di awal pekan ditenagai oleh penguatan saham – saham konstruksi, bahan baku dan industri setelah pengumuman anggaran pemerintahan Donald Trump yang salah satunya berisi proyek pembangunan infrastruktur. Indeks Dow Jones menguat 1,7% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing naik 1,39% dan 1,56%.

IHSG berpotensi naik

Ditenagai sentimen positif dari rebound bursa global dan kenaikan harga – harga komoditas seperti minyak, batubara, logam industri serta CPO, IHSG hari ini kami proyeksikan akan bergerak bullish. Apalagi hal ini didukung oleh indikator teknikal seperti RSI dan Stochastic yang menunjukkan indeks masih berada di dekat zona oversold (jenuh jual).

Logam industri bullish

Harga logam industri bergerak menguat menyusul beberapa sentimen positif seperti melemahnya mata uang dollar sebesar 0,31% dan rencana anggaran pembangunan infrastruktur Amerika senilai USD 1,5 triliun yang berpotensi meningkatkan permintaan logam. Harga tembaga melaju 1,7% ke level USD 6867 per ton, disusul oleh nickel yang menguat 1,24%dan timah yang naik 0,25%

Minyak mentah menguat

Harga minyak WTI berhasil ditutup naik 0,30% ke level USD 59,38 per barel setelah pernyataan positif dari Menteri Energi Uni Emirat Arab, Suhail Al Mazrouei yang menyebutkan bahwa demand minyak masih kuat sehingga output terkendali dari OPEC akan mampu menghapus oversupply minyak global.

Batubara serempak naik

Harga batubara serempak menguat di kedua bursa utama dunia. Di bursa Rotterdam, harga batubara kontrak Maret ditutup naik 0,82% ke level USD 80,25 per metrik ton sedangkan di bursa Newcastle, harganya melaju 0,61% ke level USD 98,65 per metrik ton.

CPO di atas level 2500 ringgit

Rally CPO terus berlanjut dan akhirnya kembali di atas level 2500 ringgit per ton menyusul penurunan produksi tandan sawit yang secara siklikal akan terjadi di kuartal pertama setiap tahunya. Di bursa Malaysia kemarin, harga CPO ditutup naik 0,99% ke level 2540 ringgit per ton.


Image source: www.unenvironment.org

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini mayoritas berada di zona positif dengan rentang pergerakan antara 6498 – 6531 dan ditutup naik 0,28% ke level 6523,45. Sektor Agri menguat 1,73% karena kenaikan saham – saham emiten CPO yang disebabkan proyeksi merosotnya produksi sawit pada bulan Januari – Maret. Kemudian sektor mining menyusul dengan kenaikan sebesar 1,69% setelah minyak mentah terpantau bergerak naik seiring dengan memanasnya kondisi di Timur Tengah pasca gelombang serangan yang diluncurkan Israel ke situs-situs utama Iran di Suriah. Serangan ini dilakukan menyusul tertangkapnya pesawat tak berawak Iran yang telah menyusup ke wilayah udara Israel, dan ditembak jatuhnya jet israel saat kembali dari Suriah pada hari Sabtu.

Asing lanjutkan net sell

Asing masih terus melanjutkan outflownya dari bursa menyusul tingginya volatilitas di pasar saham global. Perhatian investor saat ini tertuju pada rilis data inflasi Amerika yang kemungkinan besar akan dirilis pada hari Rabu. Hingga penutupan pasar net sell asing dari bursa mencapai 583,2 miliar di keseluruhan pasar dengan penjualan bersih terbesar pada saham BMRI (-122 miliar), UNTR (-80 miliar), HMSP (-75 miliar) dan ASII (-62 miliar). Adapun saham – saham yang mencatatkan top net buy di antaranya adalah BBRI (50 miliar), PLIN (27 miliar), INDY (16 miliar) dan PTBA (15 miliar).

Bursa Asia menghijau

Mayoritas bursa Asia bergerak menghijau mengikuti rebound di bursa Wall Street. Perhatian pasar Asia tertuju pada market China dan Korea karena bursa Jepang hari ini libur untuk memperingati National Foundation Day yang digelar setiap tanggal 11 Februari setiap tahunya.

Indeks Shanghai Composite China melaju dengan penguatan 0,78% ditenagai menguatnya saham – saham kesehatan dan penerbangan. Kemudian dari Korea, indeks Kospi naik 0,91% setelah saham Samsung rebound 2,28% dan SK Hynix menguat 1,5%. Sementara itu, meski tertekan oleh data retail sales yang menunjukkan penurunan sebesar 0,4% yoy, indeks STI Singapura masih berhasil ditutup naik 0,31%.

Namun demikian, bursa Australia dan Hong Kong justru mengalami pelemahan. Indeks ASX 200 Australia melemah 0,30% sedangkan Hang Seng melorot 0,33%menyusul penurunan harga minyak dan batubara yang membebani sektor energi.


Image source: http://marketsvoice.com

0

Morning Review

Jumat lalu, bursa Amerika berhasil bergerak menghijau setelah aksi jual besar – besaran di hari sebelumnya. Indeks Dow Jones melonjak 1,38% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 masing – masing menguat 1,49% dan 1,44%. Perhatian investor mulai teralihkan dari naiknya yield obligasi AS menuju laporan keuangan perusahaan di 2017. Data terakhir dari Reuters menunjukkan bahwa laba gabungan perusahaan kuartal-IV 2017 diperkirakan meningkat 14,7% year on year, sementara pendapatan mereka diperkirakan meningkat sebesar 8,0%.

Bursa Eropa justru melemah

Penguatan wall Street tidak mampu membuat bursa eropa bergairah. Indeks Stoxx 600 turun 1,45 persen dengan seluruh sektor berada di zona merah. Saham – saham di sektor perdagangan menekan pasar menyusul laporan keuangan L’Oreal yang hanya mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 5,5%.

IHSG berpotensi menguat

Selain sentimen dari menguatnya bursa global, IHSG juga ditenagai oleh rilis data neraca pembayaran Indonesia (NPI) di 2017 yang tercatat sebesar USD 11,6 miliar. Sementara itu, defisit transaksi berjalan tahun 2017 tercatat sebesar US$ 17,3 miliar atau 1,7% dari PDB, lebih rendah dibandingkan defisit tahun sebelumnya yang sebesar 1,8% dari PDB.

Secara teknikal, rally penurunan IHSG selama dua hari terakhir sudah membuat indeks mendekati zona oversold (jenuh jual) seperti yang ditunjukkan oleh indikator RSI sehingga potensi rebound cukup besar. Selain itu stocastic membentuk pola golden cross yang meski berada di area netral cukup mengindikasikan adanya potensi bullish.

Emiten batubara terkendala regulasi

Setelah penurunan tajam harga batubara global, kini emiten batubara lokal kembali harus terpukul oleh semakin dekatnya tenggat waktu peraturan berupa keharusan menggunakan kapal berbendera Indonesia dan perusahaan asuransi Indonesia mulai April 2018. Menurut Direktur Eksekutif Asosiasi Batubara Indonesia, hal ini membuat beberapa pembeli potensial dari luar negeri menunda pembuatan kontrak baru.

Minyak kembali anjlok

Harga minyak dunia kembali turun tajam dimana minyak WTI merosot hingga USD 1,95 menjadi USD 59,20 per barel setelah data terbaru menunjukkan jumlah oil rig di Amerika bertambah 26 buah menjadi total 791 rig. Sebelumnya minyak juga terhantam berita jumlah produksi Amerika yang kini telah melampaui Arab Saudi di level 10,25 juta barel per hari.

CPO berhasil rebound

Meski hampir terus melemah di sepanjang sesi perdagangan , harga CPO berhasil ditutup di zona hijau dengan kenaikan sebesar 0,72% ke level 2515 ringgit per ton setelah sejumlah survei analis menyebutkan bahwa ada kemungkinan produksi sawit Januari akan turun 14,9% dibanding Desember tahun lalu.


Image source: www.varchev.com

0

PREVIOUS POSTSPage 2 of 3NEXT POSTS