The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini mayoritas berada di zona merah, namun tekanan beli kuat pada sesi pre-closing membuat indeks meloncat ke posisi tertingginya hari ini yaitu di level 6188,99 atau menguat sebanyak 0,78%. Bahkan sektor finance yang sepanjang perdagangan menekan IHSG berbalik naik 0,25%. Sebelumnya, sektor yang mempunyai kapitalisasi terbesar di BEI ini menekan IHSG jatuh ke zona merah karena kekhawatiran investor akan adanya regulasi baru terkait amandeman UU bank Indonesia yang direncanakan oleh Gubernur BI terpilih, Perry Warjiyo.

Seperti diketahui, Gubernur Perry menyatakan keinginan untuk memperluas peran BI yang saat ini hanya menjaga stabilitas inflasi dan rupiah menjadi lebih aktif dalam mendukung perekonomian nasional. Dalam paparanya, Perry menekankan keinginan agar lembaga perbankan bisa lebih memperluas jangkauan pembiayaan ke kredit infrastruktur, properti dan bahkan masuk ke obligasi korporasi. Meski demikian, revisi UU yang direncanakan belum akan dilaksanakan pada tahun ini karena belum masuk dalam program legislasi nasional (Prolegnas) 2018, sehingga respon pasar hari ini hanya merupakan reaksi kepanikan jangka pendek.

Asing Catatkan Net Buy

Menguatnya IHSG hari ini tidak terlepas dari redanya aksi jual asing di bursa. Bahkan, hingga penutupan market, asing berbalik mencatatkan net buy meski tidak begitu besar yaitu senilai 10,85 miliar di keseluruhan pasar. SMGR menjadi saham yang paling banyak diburu asing dengan pembelian bersih sebesar 41 miliar diikuti KLBF 34 miliar, PGAS 33 miliar, ADRO 22 miliar dan MYRX 20 miliar. Di sisi lain saham – saham yang mencatatkan top net sell di antaranya adalah TELE -90 miliar, HMSP -55 miliar, UNTR -54 miliar dan BMRI -53 miliar. Kemudian untuk total bulan ini, outflow asing tercatat sebesar 14,93 triliun di keseluruhan pasar, lebih tinggi dari outflow di bulan Februari  sebesar 10,34 triliun.

Bursa Asia pertahankan penguatan

Mayoritas indeks utama di bursa Asia berhasil mempertahankan penguatanya tadi pagi. Indeks Nikkei 225 ditutup naik 0,61% diikuti Kospi yang menanjak 0,71% sedangkan Shanghai Composite dan Hang Seng masing – masing melaju 1,22% dan 0,24%. Fokus investor masih tertuju dengan respon presiden Kim Jong Un yang dikabarkan bersedia melakukan pertemuan dengan negara – negara lain seperti Jepang, China dan Rusia. Hal ini akan menjadi langkah maju bagi upaya denuklirisasi Korea Utara.


Image source: http://time.com

0

Morning Review

Sejumlah indeks utama di regional asia bergerak di teritori positif pagi ini. Indeks Nikkei 225 Jepang melaju 0,88% diikuti Kospi yang naik 0,19% sedangkan Shanghai Composite dan Hang Seng masing – masing naik di kisaran 0,3%. Sentimen positif dari keinginan pemerintah Jepang untuk melakukan pertemuan dengan presiden Kim Jong Un dengan salah satu agendanya adalah membahas warga Jepang yang diculik oleh agen Korea Utara beberapa dekade lalu.

Di sisi lain, presiden Kim Jong Un juga telah mengumumkan kepada pemimpin Partai Pekerja Korea yang berkuasa di korut mengenai kemungkinan pertemuan tingkat tinggi dengan Jepang, Rusia dan negara-negara lain. Jika hubungan dengan negara tersebut kembali berjalan lancar, Korea Utara dikabarkan akan menerima bantuan senilai USD 20 miliar – USD 50 miliar.

Bursa Amerika masih ditekan sektor teknologi

Sejumlah indeks utama Wall Street bergerak bearish yang lagi – lagi disebabkan oleh tekanan dari sektor teknologi. Saham Amazon  dan Netflix anjlok lebih dari 4% sedangkan Apple melemah 1,1%. Di sisi lain, saham sektor consumer dan real estate menjadi buruan investor setelah data Departemen Perdagangan AS menunjukkan, pertumbuhan ekonomi kuartal keempat mencapai 2,9% secara tahunan, lebih tinggi ketimbang estimasi awal sebelumnya pada 2,5% didorong oleh laju belanja konsumen yang tinggi.

Minyak mentah melemah tipis

Harga minyak WTI ditutup melemah tipis 0,03% ke level USD 64,67 per barel, masih dibayangi oleh laporan American Petroleum Industry (API) terkait peningkatan pasokan minyak di Amerika. Selain API, Energy Information Administration (EIA) juga melaporkan persediaan minyak mentah AS meningkat 1,64 juta barel pekan lalu yang mana hampir dua kali lipat di atas estimasi analis.

Batubara lanjut menguat

Harga batubara serempak bergerak menguat setelah beredar kabar bahwa perusahaan konglomerat India, Adani Enterprises gagal memenuhi tenggat waktu pengiriman batubara dari salah satu tambang batubara terbesar di Queensland karena masalah funding.  Di newcastel untuk kontrak April, harga batubara menguat 0,27% ke level USD 91,70 per metrik ton sedangkan di Rotterdam harganya melaju hingga 0,45% ke USD 78,35 per metrik ton.

CPO terpuruk

Harga CPO di bursa Malaysia melanjutkan pelemahanya, bahkan ketika harga minyak kedelai sebagai komoditas substitusi terpantau naik. Di bursa malaysia, harga CPO ditutup turun 0,58% ke level 2417 ringgit per ton karena mata uang ringgit yang menguat hingga 0,7% ke level 3,8680 per dolar AS.

 

Image source: https://i.ytimg.com

0

Morning Review

Jatuhnya saham – saham teknologi di Amerika Serikat tadi malam mendorong aksi profit taking di bursa Asia. Indeks Nikkei 225 terpantau anjlok 1,7% diikuti Kospi yang minus hingga 1,52% sedangkan Shanghai Composite dan Hang Seng masing – masing turun 0,92% dan 0,76%. Hal ini akan memberi sentimen negatif bagi IHSG sehingga kami prediksikan akan bergerak bearish moderate. Harga komoditas yang hampir semuanya melemah juga akan menekan sektor yang berkaitan ke zona merah. Secara teknikal, meski kemarin ditutup menguat namun tekanan dari pasar terpantau cukup besar sehingga indeks ditutup jauh lebih rendah dari harga pembukaanya dan hal ini bisa berlanjut hingga pembukaan pasar hari ini.

Saham Social Media tekan bursa Amerika

Sejumlah indeks utama Wall Street serempak bergerak bearish akibat kekhawatiran akan munculnya regulasi – regulasi baru terkait social media. Indeks Dow Jones terjerembab hingga 1,43% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 ditutup ambles  2,93% dan 1,73%. Selain itu saham-saham teknologi juga tertekan oleh berita bahwa Nvidia menghentikan uji coba self-driving mobil otonom untuk sementara waktu. Hal ini membuat saham Nvidia merosot hingga 7,8%.

Bursa Eropa abaikan pergerakan Wall Street

Bursa Eropa bergerak bullish dengan indeks acuan Stoxx Europe 600 melonjak hingga 1,16% ditenagai oleh indeks DAX Jerman yang melambung hingga 1,56%. Investor Eropa merespon dengan baik  laporan bahwa AS dan China bernegosiasi untuk mencegah perang perdagangan. Sektor otomotif, kimia dan teknologi menjadi katalis utama indeks setelah sebelumnya menderita akibat isu proteksionisme Amerika.

Minyak melemah tiga hari beruntun

Sejak menyentuh harga tertinggi di USD 65 per barel pekan lalu, harga minyak masih belum mampu menahan laju bearishnya. Pada perdagangan kemarin, minyak WTI kembali jatuh 1,36% ke level USD 64,69 per barel setelah American Petroleum Institute (API) melaporkan kenaikan persediaan minyak yang lebih tinggi daripada ekspektasi, yaitu naik sebesar 5,3 juta barel menjadi 430,6 juta barel hingga akhir pekan lalu.

Batubara menguat

Berbanding terbalik dengan minyak mentah, harga batubara masih sanggup mencatatkan penguatan. Di bursa Newcastle untuk kontrak pengiriman April, harga batubara menguat 0,11% ke level USD 91,45 per ton sedangkan di Rotterdam, harganya naik tipis 0,06% ke level USD 78,00 per metrik ton.

CPO berbalik turun

Sempat bergerak menguat karena didorong oleh rilis data ekspor yang solid, harga CPO berbalik turun karena tekanan dari penguatan mata uang ringgit. Sore kemarin mata uang ringgit terpantau menguat 0,61% terhadap dolar dan bertenggger di 3,8715 per dolar AS. Harga CPO pun ditutup turun tipis 0,12% ke level 2431 ringgit per ton.


Image source: https://www.theatlantic.com

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini mayoritas berada di zona hijau meski penguatanya terus dikikis oleh pelemahan di sektor infrastructure. Dengan rentang 6188 – 6274, IHSG ditutup naik 0,15% ke level 6209,35. Dari sepuluh sektor yang menopang bursa, hanya tiga yang bergerak melemah dengan penekan terbesar pada sektor infrastructure yang terseret oleh pelemahan saham PGAS dan TLKM. Di sisi lain, tujuh sektor yang bergerak bullish dipimpin oleh sektor aneka industri, consumer dan agriculture.

Penguatan di sektor aneka industri didorong oleh rebound saham ASII sedangkan penguatan di sektor consumer ditenagai oleh saham – saham di bidang farmasi dan obat – obatan. Saham INAF melonjak hingga 18%, adapun KLBF dan KAEF menguat di atas 2%. Adanya event Convention on Pharmaceutical Ingredients South East Asia (CPhI SEA) 2018 yang berkelas internasional disinyalir mampu memperkuat jaringan pertumbuhan bisnis farmasi di Asia Tenggara.

Kemudian, di sektor agri, sentimen positif datang dari hasil laporan beberapa lembaga perusahaan kargo yang menyatakan bahwa ekspor CPO pada periode 1-25 Maret mencatatkan pertumbuhan signifikan.  AmSpec Agri Malaysia melaporkan pengiriman CPO pada periode tersebut tumbuh 9,5% month on month sedangkan lembaga survei kargo Societe Generale de Surveillance melaporkan kenaikan pengiriman CPO sebanyak 10,6% pada periode yang sama.

Net sell asing masih besar

Outflow asing hari ini tercatat mencapai 854,42 miliar di keseluruhan pasar seiring dengan masifnya penjualan di saham TLKM dan BBRI. Kedua saham tersebut mencatatkan penjualan bersih sebesar -379 miliar, yang diikuti oleh UNTR -148 miliar, BMRI -107 miliar dan BBNI -91 miliar. Adapun beberapa saham yang menjadi top net buy di antaranya adalah SMMA 86 miliar, WSKT 29 miliar, ADRO 29 miliar, INDY 20 miliar dan BSIM 12 miliar.

Bursa Asia Cerah

Mulai redanya tensi perang dagang antara Amerika dan China benar – benar menjadi angin segar bagi investor di regional Asia. Seperti diketahui, beredar kabar bahwa kedua negara yang terlibat perselisihan tarif impor tersebut telah memulai negoisasi diam – diam dengan presiden Trump meminta pengurangan tarif China pada mobil produksi Amerika dan keleluasaan akses ke sektor keuangan China. Bahkan Menteri keuangan Mnuchin sedang menimbang untuk melakukan perjalanan ke Beijing demi suksesnya negoisasi ini.

Merespon hal ini, sejumlah indeks utama bursa Asia menanjak cukup tajam. Indeks Nikkei ditutup melesat 2,40% disusul oleh Kospi yang melaju 0,61%. Adapun Shanghai Composite dan Hang Seng serempak menguat 1,05% dan 0,79%.


Image source: https://www.exova.com

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini berada di zona merah sejak pembukaan market. Belum kondusifnya bursa global mendorong indeks melemah di hari ketiga secara beruntun. Sempat menyentuh level terendah di 6167, IHSG perlahan rebound didorong penguatan di sektor mining dan berakhir melemah tipis 0,17% ke level 6200,17. Saham PTRO menjadi katalis utama laju di sektor ini dengan kenaikan sebesar 11,27% karena beberapa faktor fundamental. Yang pertama adalah laporan keuangan FY 2017 yang menunjukkan kenaikan laba dari USD 7,93 juta menjadi USD 8,23 juta dan yang kedua adalah kabar dari adanya perubahan perjanjian jasa pertambangan dengan PT Kideco Jaya Agung dengan kontrak senilai  US$356 juta atau setara dengan Rp4,84 triliun untuk jangka waktu 5 tahun.

Emiten batubara menghijau

Selain didorong oleh saham PTRO, beberapa emiten dari subsektor batubara juga menghijau terdampak kabar positif dari India. DOID melonjak 4,84% diikuti oleh HRUM yang melaju 3,61%. Adapun ADRO dan PTBA masing masing naik lebih dari 1%. Seperti diketahui, menjelang musim panas yang sebentar lagi tiba, kebutuhan energi listrik di India diperkirakan melonjak dari sebelumnya di kisaran  6,200 Mega Watt menjadi 18,700 – 22.000 Mega Watt.

Dengan sebagian besar pembangkit listrik masih menggunakan batubara, maka kebutuhan energi yang besar ini otomatis akan menaikkan demand impor. Apalagi hal ini diperparah oleh kekurangan pasokan batubara domestik, seperti di Mumbai misalnya, kebutuhan untuk pembangkit listrik berkisar antara 30 – 32 gerbong batubara per harinya, namun dalam setahun terakhir pasokan yang tersedia hanya berkisar 18 – 20 gerbong saja.

Net sell asing hampir 1 triliun

Outflow asing dari bursa masih belum terhenti. Hingga penutupan pasar, total net sell asing mencapai 906,58 miliar dengan penjualan bersih terbesar pada saham TLKM senilai -226 miliar, diikuti BBRI -185 miliar, BBCA -116 miliar dan ASII -110 miliar. Adapun beberapa saham yang menjadi top net buy di antaranya adalah ROTI 64 miliar, TURI 54 miliar, BBNI 42 miliar, dan SMGR 19 miliar.

Bursa Asia rebound

Sempat melemah tajam pada pembukaan tadi pagi, sejumlah indeks utama bursa Asia berbalik menghijau. Indeks Nikkei 225 Jepang ditutup naik 0,72% disusul Kospi yang menguat 0,84% serta Hang Seng yang menguat 0,79%. Sentimen positif datang dari kabar bahwa Menteri Keuangan Amerika, Steven Mnuchin berencana untuk pergi ke Beijing menegosiasikan penetapan tarif impor atas beberapa barang produksi China.


Image source: www.topkarir.com

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini akan masih akan dipengaruhi oleh bursa global yang belum begitu kondusif. Bursa Amerika dan Eropa Jumat lalu ditutup melemah sedangkan bursa regional Asia pagi ini dibuka di zona merah. Indeks Nikkei 225 merosot 0,89% diikuti Shanghai Composite dan Hang Seng yang melemah 1,57% dan 0,41%. ASX 200 Australia dan STI Singapura juga terpantau turun 0,53% dan 0,65%. Meskipun demikian secara teknikal peluang rebound IHSG cukup terbuka mengingat pada pekan lalu meskipun ditutup melemah, IHSG bergerak naik dari harga pembukaan dan membentuk pola bullish marubozu yang mengindikasikan kuatnya tekanan beli. Stochastic dan RSI masih berada di zona oversold sehingga potensi rebound cukup besar.

Bursa Amerika kembali jatuh

Sejumlah indeks utama Wall Street melemah tajam pada perdagangan Jumat lalu. Indeks DowJones ambles hingga – 1,77% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing merosot -2,10% dan -2,43%. Investor lebih memilih mengambil posisi aman dan mencermati perkembangan perang dagang antara Amerika dengan China setelah Kementerian Perdagangan China mengajukan daftar 128 produk impor dari USA sebagai target tindakan balasan atas penerapan tarif senilai USD60 miliar terhadap produk impor dari negeri tirai bambu tersebut.

Bursa Eropa masih bearish

Bursa Eropa masih belum bisa kembali ke zona hijau setelah indeks acuan Stoxx 600 melemah 0,9 persen ke level terendah yang dicapai Februari tahun lalu. Saham-saham basic resources dan otomotif menjadi penekan terbesar sebagai dampak dari meluasnya eskalasi perang dagang antara Amerika dengan China. Indeks FTSE,Inggris turun -0,44 persen ke level 6.921,94. Indeks DAX  Jerman melemah -1,77 persen ke posisi 11.886,31 sedangkan Indeks CAC turun -1,39 persen ke level 5.095.22.

Minyak mentah melaju

Harga minyak WTI melonjak tajam 2,60% menuju level USD 65,88 per barel,  terdorong oleh rencana Arab Saudi untuk melanjutkan pembatasan produksi OPEC dan sekutunya hingga 2019 nanti untuk menyeimbangkan suplai minnyak global. Menteri Energi Arab Saudi, Khalid al-Falih, menyatakan bahwa anggota OPEC akan terus berkoordinasi dengan Rusia dan negara-negara produsen minyak non- OPEC lainnya terkait pembatasan pasokan yang semula hanya akan berlangsung hingga akhir 2018 diperpanjang hingga tahun 2019.

Batubara

Terkendalanya operasional pembangkit listrik tenaga batubara di New South Wales, Australia, dikhawatirkan akan menurunkan permintaan batubara untuk seminggu ke depan. Seperti diketahui pada pekan lalu , Australian Rail Track Corporation (ARTC) melaporkan adanya cuaca buruk berupa hujan lebat yang berpotensi banjir di sekitar New South Wales. Merespon hal ini, harga batubara terpantau bergerak melemah. Di Bursa Newcastle harga batubara drop hingga -0,49% ke level USD 92,10 per metrik ton sedangkan di bursa Rotterdam, harganya anjlok hingga -1,32% ke USD 78,50 per metrik ton.

CPO

Harga CPO di bursa Malaysia ditutup melemah 0,86% ke level 2426 ringgit per metrik ton setelah rilis data Malaysian Palm Oil Board menunjukkan bahwa produksi minyak sawit untuk periode 1-20 Maret 2018 mengalami peningkatan tajam 36,4% dari periode yang sama bulan sebelumnya. Selain hal tersebut, tekanan terhadap harga CPO juga datang dari rencana Malaysia untuk mulai memberlakukan pajak ekspor CPO sebesar 5% pada bulan April nanti. Hal itu berpeluang meningkatkan stok sekitar 15%-20% dalam jangka menengah.


Image source: http://chicagopolicyreview.org

0

Market Updates

Pasar saham Asia bergerak menukik tajam setelah beredar kabar bahwa China berencana untuk mengenakan tarif impor tinggi sejumlah produk AS seperti daging babi, anggur, buah-buahan hingga olahan alumunium.  Hal tersebut membuat emiten – emiten di sektor otomotif, elektronik dan perdagangan serempak berguguran. Indeks Nikkei 225 Jepang, anjlok hingga -4,51% diikuti Shanghai Composite dan Hang Seng yang k merosot -3,39% dan -2,44%. Adapun Kospi dan ASX 200 Australia masing – masing melemah -1,96% dan -3,18%.

Pelemahan IHSG terkikis

Seperti mayoritas bursa Asia lainya, IHSG hari ini melemah cukup tajam terpengaruh kekhawatiran perang dagang antara China – Amerika yang semakin memanas. Sempat turun hingga lebih dari -2% dan menyentuh level 6085, IHSG pelan – pelan mampu bangkit dan hanya ditutup melemah 0,69% ke level 6210,70. Saham BBCA yang berbalik menguat 1,49% membantu sektor finance rebound dan mengikis pelemahan indeks. Sebelum sesi penutupan, sektor finance masih terpantau turun -1,54% namun di sesi penutupan hanya tinggal -0,34%.

 Ditekan sektor aneka industri

Penekan utama IHSG berasal dari sektor aneka industri yang turun hingga 1,08% terseret pelemahan saham ASII. Sentimen negatif datang dari laporan penjualan mobil pada bulan Februari yang turun 0,9% secara year on year. Secara rinci disebutkan, penjualan pada Februari mencapai 94.261 unit, turun 1,8% bila dibandingkan penjualan Januari yang mencapai 95.975 unit.

Indonesia protes keras Norwegia terkait biodiesel

Selain sektor finance, sektor agriculture tercatat menjadi salah satu yang berkinerja paling baik karena hanya melemah sebesar 0,57%. Saham – saham CPO tidak jatuh begitu dalam setelah pemerintah Indonesia melalui Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, secara langsung memanggil duta besar Norwegia untuk Indonesia dan mencecarnya terkait sikap parlemen Norwegia yang masih saja menerapkan Bea Masuk Anti Dumping ( BMAD ) terhadap produk biodiesel dari Indonesia, yang mana berarti mengingkari hasil keputusan Mahkamah Uni Eropa (UE).

Lebih lanjut, Menteri Enggartiasto menegaskan apabila pemerintah Norwegia menyetujui wacana parlemennya dan masih terus menerapkan BMAD, maka berarti Norwegia telah memulai perang dagang kepada Indonesia dan negara penghasil biodiesel lainnya. Oleh sebab itu, dia juga mengancam akan setop impor ikan salmon dari Norwegia ke Indonesia serta mengalihkan permintaan ikan salmon ke Chili.

 

Image source: https://asiancorrespondent.com

0

Market Updates

Meski sempat naik hingga 6351, IHSG berakhir turun cukup dalam hingga -0.93% dan terlempar ke level 6254,07. Sentimen penekan indeks datang dari melemahnya bursa Asia terkait ancaman perang dagang serta aksi profit taking investor di subsektor perbankan. Dari sepuluh sektor yang menopang bursa, hanya sektor aneka industri dan perdagangan yang mencatatkan penguatan. Delapan lainya melemah dengan penekan terbesar di sektor finance yang ambles hingga -1,79% diikuti oleh basic industry dan construction yang merosot -1,46% dan 1,15%.

Investor khawatirkan hasil RDG BI

Dilepasnya ssaham – saham perbankan oleh investor siang ini sedikit disinyalir sebagai langkah investor untuk mengamati perkembangan suku bunga acuan di dalam negeri. Seperti diketahui, hari ini Bank Indonesia menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang salah satu agendanya adalah menentukan keputusan suku bunga acuan 7-DRR rate. Naiknya suku bunga the Fed tadi malam memberikan pertimbangan baru bagi BI untuk menaikkan suku bunga disamping pelemahan rupiah yang terjadi akhir – akhir ini serta neraca perdagangan yang defisit, meskipun angka inflasi berada di kondisi stabil.

Outflow asing tetap berlanjut

Adanya transaksi pembelian di pasar nego pada saham BLTZ senilai 968 miliar membuat asing secara keseluruhan mencatatkan net buy sebesar 126,86 miliar. Namun demikian, di pasar reguler yang terkait langsung dengan harga saham, outflow asing masih terus berlanjut dengan net sell sebesar -767,00 miliar yang didominasi oleh penjualan bersih di saham BMRI sebesar -591 miliar, di posisi berikutnya, BBRI -331 miliar, UNVR -27 miliar dan ADRO -19 miliar.

Bursa Asia bearish

Sejumlah indeks utama bursa Asia bergerak turun merespon naiknya suku bunga the FED tadi malam dan tensi China – Amerika yang memanas menjelang pengumuman kenaikan tarif impor oleh Presiden Donald Trump atas barang impor dari Cina. Pemerintah Cina menuding Amerika sebagai pelanggar rutin terhadap aturan dagang internasional. Bahkan media resmi China Daily menyebut bahwa  negara-negara lain sebaiknya berhenti berharap mereka tidak akan terkena tembakan proteksionisme dan harus menjadi lebih gigih melawan Amerika.

Indeks MSCI Asia Pacific sebagai benchmark terpantau melemah 0,48% diseret oleh anjloknya bursa China dimana indeks Shanghai Composite dan Hang Seng melemah 0,53% dan 1,21%. Adapun ASX 200 Australia merosot 0,22% diikuti STI Singapura yang jatuh 0,47%. Meskipun demikian, bursa Jepang dan Korea masih sanggup mencatatkan penguatan sebesar 0,99% dan 0,44%.


Image source: https://dailyreckoning.com

0

Morning Review

Harga minyak WTI kemarin naik tajam hingga 3,30% ke level USD 65,49 per barel. Pendorong utama kenaikan ini berasal dari rilis data Badan Informasi Energi (EIA) Amerika yang melaporkan penurunan persediaan sebesar 2,6 juta barel pekan lalu, berbanding terbalik dengan prediksi para analis dalam survei yang memperkirakan adanya kenaikan persediaan sebesar 2,5 juta barel. Selain itu, harga minyak juga terpicu oleh melemahnya dollar indeks setelah the FED menaikkan suku bunga dan memperkirakan setidaknya dua kali kenaikan lagi untuk 2018.

Bursa Amerika respon dingin kenaikan suku bunga

Dalam rapat pertama yang dipimpin oleh Jerome Powell, The FED memutuskan untuk menaikkan suku bunga jangka pendek sebesar 25 basis poin serta mengisyaratkan bahwa suku bunga acuan dapat dinaikkan dengan lebih agresif di masa mendatang untuk menjaga stabilnya laju pertumbuhan ekonomi. Merespon hal ini, bursa Wall Street cenderung bergerak turun, namun tertahan oleh bullish saham – saham di sektor energi. Indeks Dow Jones turun tipis 0,18% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 masing – masing melemah 0,18% dan 0,26%.

Bursa Eropa melemah

Indeks Euro Stoxx 600 melemah tajam pada awal perdagangan karena beredarnya kabar bahwa China sedang merencanakan langkah-langkah balasan terhadap tarif impor AS.Investor juga melakukan aksi wait and see menunggu keputusan the FED terkait suku bunga acuanya. Namun demikian, rebound sektor teknologi mampu membawa indeks sedikit ke atas sehingga hanya ditutup turun tipis 0,16%.

IHSG berpeluang menguat

Pergerakan IHSG hari ini kami perkirakan masih akan melanjutkan penguatanya meskipun terbatas. Kenaikan suku bunga the Fed sebelumnya telah diperkirakan pasar dan bahkan laju suku bunga yang direncanakan sebanyak tiga kali tahun ini sedikit lebih moderat daripada rencana kenaikan suku bunga pada rapat Desember tahun lalu yang memperkirakan ada empat kali kenaikan. Bursa Asia pagi ini juga terpantau menguat dimana indeks Nikkei 225 melambung 0,76% diikuti Kospi yang mendaki 0,82% sedangkan Hang Seng dan Shanghai Composite melaju 0,73% dan 0,02%.

 

Image source: https://www.scpr.org

0

Market Updates

Saham – saham CPO melompat tajam sore ini setelah mendapat sentimen positif dari dimenangkannya Indonesia dalam sengketa di Mahkamah Uni Eropa (UE) terkait pengenaan bea masuk anti dumping (BMAD) biodiesel. Ini berarti produk biodiesel yang masuk ke Uni Eropa tidak lagi dikenakan biaya sebesar 8,8% – 23,3%. Saham AALI melesat 6,54% diikuti LSIP dan SIMP yang melambung 5,49% dan 4,35%. Hal tersebut membuat sektor agriculture secara keseluruhan ditutup menguat 2,96%.

Beri sinyal positif ke mitra dagang selain UE

Hasil putusan Mahkamah UE dan putusan Badan Penyelesaian Sengketa (Dispute Settlement Body/DSB) WTO yang sebelumnya juga dimenangkan Indonesia, memberikan sinyal positif bagi negara-negara mitra dagang Indonesia terhadap perdagangan yang adil (fair trade) sektor sawit. Untuk Amerika misalnya, yang masih memberlakukan BMAD sebesar 50,71% untuk produk biodiesel Indonesia, putusan ini bisa digunakan untuk acuan negoisasi guna meminimalkan bea masuk CPO.

Selain manfaat tersebut, dihapuskanya BMAD di UE akan berimbas positif bagi nilai ekspor CPO Indonesia. Untuk diketahui, sebelum pengenaan BMAD Uni Eropa pada 2011, ekspor CPO Indonesia ke Eropa mencapai USD 1,4 miliar, namun setelah adanya bea masuk tersebut nilai ekspor terus turun dan bahkan di 2016 lalu hanya senilai USD 150 juta.

IHSG akhiri pelemahan enam hari beruntun

Ditopang kenaikan seluruh sektor, IHSG sukses rebound dari kejatuhannya selama enam hari berturut – turut. Konsisten di zona hijau dengan rentang 6260 – 6315, IHSG ditutup menguat 1,11% ke level 6312,83. Sektor agriculture menjadi pendorong utama laju indeks dengan penguatan sebesar 2,96% diikuti oleh basic industry yang menanjak 2,06%. Adapun sektor mining, consumer, construction dan infrastructure juga naik tajam lebih dari satu persen.

Asing masih net sell

Meski IHSG naik tinggi, arus keluar dana asing belum berkurang. Hingga penutupan market, nett sell asing di keseluruhan pasar mencapai 775,15 miliar. Saham ASII kembali menjadi top net sell asing dengan penjualan bersih sebesar -225 miliar disusul BMRI -159 miliar, BBNI -118 miliar, TLKM -80 miliar dan ADRO -79 miliar. Adapun saham – saham yang menjadi top net buy di antaranya adalah ITMG 65 miliar, ROTI 64 miliar, BSDE 17 miliar dan INCO 13 miliar.

 

Image source : https://gdb.voanews.com

0

PREVIOUS POSTSPage 1 of 4NO NEW POSTS