The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Sempat menguat hingga 6607, IHSG perlahan berangsur melemah terseret pelemahan bursa regional Asia dan ditutup turun 0,48% ke level 6550,59. Dari sepuluh sektor yang menyokong bursa, hanya dua yang bergerak naik yaitu mining dan misccellaneous industry. Sektor mining mendapat sentimen dari menguatnya harga komoditas akibat kejatuhan dollar indeks pekan lalu sedangkan penguatan sektor aneka industri disebabkan naiknya saham AUTO setelah memperoleh peningkatan laba sebesar 32% tahun lalu. Di sisi lain, penekan utama indeks berasal dari melemahnya sektor basic industry (-1,35%), finance (-0,71%) dan agriculture (-0,70%).

Asing net sell jumbo

Outflow asing dari bursa terus mengalir semakin deras. Hingga penutupan net sell asing mencapai -1,41 triliun di keseluruhan pasar, yang terdiri dari -964 miliar di pasar reguler dan -448 miliar di pasar nego. Yang menarik, penjualan asing di pasar nego didominasi oleh saham – saham blue chip seperti HMSP, UNTR, BBRI dan TLKM. Di pasar reguler, net sell asing terbesar ada pada saham BBCA (-154 miliar), UNVR (-114 miliar), TLKM (-104 miliar) dan BBRI (-93 miliar). Sementara itu saham – saham mining masih mencatatkan net buy namun dengan jumlah tidak terlalu besar dimana saham yang mencatatkan pembelian bersih terbanyak adalah INDY (26 miliar), ADRO (18 miliar) BRPT (14 miliar) dan PTBA (12 miliar).

Bursa Asia lesu

Tertekan oleh kegelisahan akan terjadinya perang dagang yang meluas secara global, bursa Asia bergerak melemah melanjutkan penurunan Jumat lalu. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang terpantau turun 0,98%.

Dari Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 0,67% tertekan oleh pelemahan di sektor sumber daya alam dan telekomunikasi. Terus terapresiasinya mata uang yen terhadap dollar juga cukup memberi sentimen negatif ke bursa. Kemudian dari Korea, indeks Kospi merosot 1,13% terseret oleh penurunan saham teknologi dan otomotif seperti Samsung Electronics yang melemah 1,78% dan Hyundai Motor yang ambles 1,92%.

Kondisi berlawanan datang dari bursa China yang bergerak mixed namun indeks Shanghai Composite mampu ditutup menguat tipis 0,07%. Perhatian investor tertuju pada meeting parlemen tahunan yang di dalamnya terdapat pembahasan mengenai agenda kebijakan ekonomi yang akan dilangsungkan tahun ini. Sementara itu, dari bursa Hong, indeks Hang Seng mengikuti pergerakan regional Asia dan ditutup terperosok 2,27%. Data penjualan retail yang turun 1,7% di bulan lalu juga turut menekan indeks Hang Seng.


Image source: asiancorrespondent.com

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini kami perkirakan akan bergerak mixed cenderung naik menuju level resisten pertama di 6625. Pergerakan indeks akan ditunjang oleh beberapa sentimen positif dari dalam negeri seperti rilis laporan laba perusahaan pada pekan ini dan berlanjutnya proyek LRT Jabodetabek kembali setelah lulus dari evaluasi Komite Keselamatan Konstruksi. Selain itu harga komoditas seperti batubara dan nickel yang bergerak naik serta bursa Amerika yang cenderung menguat juga akan menjadi katalis positif bagi IHSG. Secara teknikal saat ini indeks sedang bergerak sideways di area middle bollinger band dengan stochastic dan RSI yang berada di zona netral. Candle terakhir IHSG masih menunjukkan tekanan jual namun mmulai ada aksi beli dari pasar dan berpotensi berlanjut pada pagi ini.

Bursa Amerika mixed

Sejumlah indeks utama bursa Amerika bergerak mixed cenderung naik pada perdagangan Jumat lalu.Indeks S&P 500 menguat 0,51% sedangkan Nasdaq melaju 1,08% karena kenaikan saham Johnson & Johnson dan Merck. Namun demikian, indeks Dow Jones berakhir melemah 0,29% karena anjloknya saham – saham yang berorientasi impor terdampak oleh penerapan arif impor baja dan aluminium mulai pekan ini.

Bursa Eropa Anjlok

Kekhawatiran timbulnya aksi balasan atas penetapan tarif impor di Amerika yang berujung pada perang dagang juga turut menghantui bursa Eropa. Hasilnya indeks Stoxx Euro 600 berakhir merosot hingga 2,06% dengan sektor basic resources, bank, auto dan industrial anjlok lebih dari dua persen. Tentang penetapan tarif ini, komisi Eropa menyatakan tidak akan tinggal diam dan akan membawanya ke WTO.

Minyak mentah datar

Harga minyak WTI bergerak datar dan ditutup turun tipis 0,16% ke level 61,25 per barel. Pelemahan harga minyak masih diakibatkan oleh tekanan dari semakin besarnya produksi Amerika yang kini mencapai 10,06 juta barel per hari mampu mengimbangi pemangkasan produksi oleh OPEC dan Rusia sehingga berujung pada kelebihan suplai global.

Batubara merangkak naik

Harga batubara bergerak naik meskipun tipis. Di bursa Newcastle untuk kontrak pengiriman April harganya menguat 0,60% ke level USD 100,60 per metrik ton sedangkan di bursa Rotterdam harganya naik 0,19% ke level USD 79,90 per metrik ton.

CPO anjlok tajam

Harga CPO di bursa Malaysia melemah tajam sebanyak -3,10% ke level 2469 ringgit per ton. Kejatuhan harga ini disebabkan oleh kebijakan India yang menaikkan pajak impor CPO dari sebelumnya 30% kini menjadi 44% yang digunakan untuk memberi perlindungan bagi petani – petani domestik dan melepas ketergantungan dari impor secara perlahan.


Image source: http://www.aktual.com

0