Morning Review

Terdorong sentimen dari dalam negeri, IHSG berpotensi bullish di awal pekan

Pergerakan IHSG hari ini kami perkirakan akan bergerak mixed cenderung naik menuju level resisten pertama di 6625. Pergerakan indeks akan ditunjang oleh beberapa sentimen positif dari dalam negeri seperti rilis laporan laba perusahaan pada pekan ini dan berlanjutnya proyek LRT Jabodetabek kembali setelah lulus dari evaluasi Komite Keselamatan Konstruksi. Selain itu harga komoditas seperti batubara dan nickel yang bergerak naik serta bursa Amerika yang cenderung menguat juga akan menjadi katalis positif bagi IHSG. Secara teknikal saat ini indeks sedang bergerak sideways di area middle bollinger band dengan stochastic dan RSI yang berada di zona netral. Candle terakhir IHSG masih menunjukkan tekanan jual namun mmulai ada aksi beli dari pasar dan berpotensi berlanjut pada pagi ini.

Bursa Amerika mixed

Sejumlah indeks utama bursa Amerika bergerak mixed cenderung naik pada perdagangan Jumat lalu.Indeks S&P 500 menguat 0,51% sedangkan Nasdaq melaju 1,08% karena kenaikan saham Johnson & Johnson dan Merck. Namun demikian, indeks Dow Jones berakhir melemah 0,29% karena anjloknya saham – saham yang berorientasi impor terdampak oleh penerapan arif impor baja dan aluminium mulai pekan ini.

Bursa Eropa Anjlok

Kekhawatiran timbulnya aksi balasan atas penetapan tarif impor di Amerika yang berujung pada perang dagang juga turut menghantui bursa Eropa. Hasilnya indeks Stoxx Euro 600 berakhir merosot hingga 2,06% dengan sektor basic resources, bank, auto dan industrial anjlok lebih dari dua persen. Tentang penetapan tarif ini, komisi Eropa menyatakan tidak akan tinggal diam dan akan membawanya ke WTO.

Minyak mentah datar

Harga minyak WTI bergerak datar dan ditutup turun tipis 0,16% ke level 61,25 per barel. Pelemahan harga minyak masih diakibatkan oleh tekanan dari semakin besarnya produksi Amerika yang kini mencapai 10,06 juta barel per hari mampu mengimbangi pemangkasan produksi oleh OPEC dan Rusia sehingga berujung pada kelebihan suplai global.

Batubara merangkak naik

Harga batubara bergerak naik meskipun tipis. Di bursa Newcastle untuk kontrak pengiriman April harganya menguat 0,60% ke level USD 100,60 per metrik ton sedangkan di bursa Rotterdam harganya naik 0,19% ke level USD 79,90 per metrik ton.

CPO anjlok tajam

Harga CPO di bursa Malaysia melemah tajam sebanyak -3,10% ke level 2469 ringgit per ton. Kejatuhan harga ini disebabkan oleh kebijakan India yang menaikkan pajak impor CPO dari sebelumnya 30% kini menjadi 44% yang digunakan untuk memberi perlindungan bagi petani – petani domestik dan melepas ketergantungan dari impor secara perlahan.


Image source: http://www.aktual.com

Author


Avatar