Market Updates

Tidak sanggup menahan sentimen bursa Asia, IHSG kembali ditutup melemah

Sempat menguat hingga 6607, IHSG perlahan berangsur melemah terseret pelemahan bursa regional Asia dan ditutup turun 0,48% ke level 6550,59. Dari sepuluh sektor yang menyokong bursa, hanya dua yang bergerak naik yaitu mining dan misccellaneous industry. Sektor mining mendapat sentimen dari menguatnya harga komoditas akibat kejatuhan dollar indeks pekan lalu sedangkan penguatan sektor aneka industri disebabkan naiknya saham AUTO setelah memperoleh peningkatan laba sebesar 32% tahun lalu. Di sisi lain, penekan utama indeks berasal dari melemahnya sektor basic industry (-1,35%), finance (-0,71%) dan agriculture (-0,70%).

Asing net sell jumbo

Outflow asing dari bursa terus mengalir semakin deras. Hingga penutupan net sell asing mencapai -1,41 triliun di keseluruhan pasar, yang terdiri dari -964 miliar di pasar reguler dan -448 miliar di pasar nego. Yang menarik, penjualan asing di pasar nego didominasi oleh saham – saham blue chip seperti HMSP, UNTR, BBRI dan TLKM. Di pasar reguler, net sell asing terbesar ada pada saham BBCA (-154 miliar), UNVR (-114 miliar), TLKM (-104 miliar) dan BBRI (-93 miliar). Sementara itu saham – saham mining masih mencatatkan net buy namun dengan jumlah tidak terlalu besar dimana saham yang mencatatkan pembelian bersih terbanyak adalah INDY (26 miliar), ADRO (18 miliar) BRPT (14 miliar) dan PTBA (12 miliar).

Bursa Asia lesu

Tertekan oleh kegelisahan akan terjadinya perang dagang yang meluas secara global, bursa Asia bergerak melemah melanjutkan penurunan Jumat lalu. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang terpantau turun 0,98%.

Dari Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 0,67% tertekan oleh pelemahan di sektor sumber daya alam dan telekomunikasi. Terus terapresiasinya mata uang yen terhadap dollar juga cukup memberi sentimen negatif ke bursa. Kemudian dari Korea, indeks Kospi merosot 1,13% terseret oleh penurunan saham teknologi dan otomotif seperti Samsung Electronics yang melemah 1,78% dan Hyundai Motor yang ambles 1,92%.

Kondisi berlawanan datang dari bursa China yang bergerak mixed namun indeks Shanghai Composite mampu ditutup menguat tipis 0,07%. Perhatian investor tertuju pada meeting parlemen tahunan yang di dalamnya terdapat pembahasan mengenai agenda kebijakan ekonomi yang akan dilangsungkan tahun ini. Sementara itu, dari bursa Hong, indeks Hang Seng mengikuti pergerakan regional Asia dan ditutup terperosok 2,27%. Data penjualan retail yang turun 1,7% di bulan lalu juga turut menekan indeks Hang Seng.


Image source: asiancorrespondent.com

Author


Avatar