The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Sempat bergerak naik mengikuti penguatan bursa global, IHSG lagi – lagi harus ditutup turun 0,77% ke level 6500,11 setelah diperdagangkan di rentang 6492 – 6589. Sektor finance yang memiliki kapitalisasi terbesar menjadi penekan indeks dengan pelemahan 1,03%. Penjualan asing di saham – saham perbankan blue chip masih menjadi alasan utama penurunan di sektor ini. Berikutnya, sektor consumer merosot hingga 1,21% di tengah kekhawatiran bahwa Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga acuan 7-day repo rate untuk menahan kejatuhan rupiah terhadap dollar AS. Selain dua sektor tersebut, basic industry, construction dan manufacture juga melemah lebih dari 1%.

Asing kembali net sell besar

Outflow asing dari bursa masih terus berlangsung. Hingga penutupan pasar sore ini, net sell asing dari bursa mencapai 824,61 miliar di keseluruhan pasar dengan penjualan terbesar pada saham perbankan blue chip, ASII dan INDF. Tidak adanya pembelian asing yang signifikan juga membuat nett sell asing terlihat jumbo. Dari lima saham teratas yang menjadi top net buy yaitu UNTR, ADRO, INKP, TLKM dan KREN mencatatkan pembelian bersih yang tidak mencapai 100 miliar rupiah.

Bursa Asia menghijau

Mengekor bursa Amerika dan Eropa, sejumlah indeks utama di bursa Asia bergerak naik  setelah kekhawatiran dampak dari kebijakan tarif impor baja Donald Trump mulai mereda. Indeks VIX yang mengukur volatilitas pasar bergerak turun 4,39% yang menandakan bahwa kecemasan investor mulai reda. Sebagai hasilnya indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang terpantau melaju hingga 1,34% sore ini.

Dari Korea, indeks Kospi ditutup rebound 1,53% mengakhiri pelemahan selama empat hari beruntun. Kenaikan Kospi ditunjang melonjaknya saham Samsung yang mencapai 4,03% dan Hyundai motor sebesar 2,61%. Kemudian dari Jepang, indeks Nikkei 225 melambung hingga 1,79% setelah investor percaya bahwa Donald Trump akan mengkaji lebih dalam kebijakan pengenaan tarif impornya yang secara tidak langsung justru akan membuat lesu industri dalam negeri Amerika.

Dari daratan China, indeks Shanghai Composite dan Hang Seng melaju 1,00% dan 2,09% ditenagai oleh saham – saham teknologi start up yang tergabung dalam index ChiNextp. Sementara itu, indeks Blue Chip China, CSI 300 justru tidak naik begitu banyak hanya sekitar 0,24% tertekan oleh penurunan di sektor consumer.


Image source: waveridercommunications.com

0

Morning Review

Bursa Wall Street mengakhiri rally pelemahanya selama beberapa hari terakhir dengan rebound yang cukup besar. Seluruh sektor di bursa menguat menguat, didorong sektor teknologi yang naik 0,9% dan sektor finansial yang menguat 1,4%. Sebagai hasilnya, indeks Dow Jones melambung 1,37% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 masing – masing melaju 1,00% dan 1,10%. Kekhawatiran soal perang dagang mereda dan diperkirakan akan bisa diselesaikan secara diplomatik. Hal ini tidak terlepas dari ucapan Presiden Trump pada akun twitternya yang mengatakan bahwa ada peluang bagi Kanada dan Meksiko agar tidak terkena tarif impor cukup terbuka asalkan mereka menyetujui perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA).

Bursa Eropa cerah

Bursa saham Eropa bergerak menghijau dengan Indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 3,83 poin atau 1,04% didorong oleh kenaikan signifikan di sektor tambang dan energi karena penguatan harga minyak dan batubara. Bahkan emiten tambang yang berbasisi bijih besi juga turut naik di atas 1% setelah sebelumnya terpukul oleh keputusan tarif impor Donald Trump.

IHSG berpeluang rebound

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan bergerak bullish ditopang oleh naiknya harga komoditas dan pulihnya bursa global. Bursa regional Asia pagi inipun dibuka menghijau. Indeks Nikkei 225 Jepang langsung melompat 2,25%, kemudian Kospi Korea melambung 1,40% disusul oleh Shanghai Composite dan Hang Seng yang menguat 0,21% dan 1,71%. Secara teknikal pergerakan IHSG kemarin tertahan di lower bollinger band sedangkan RSI dan stochastic berada di zona netral mendekati oversold sehingga potensi untuk rebound dengan rentang yang besar cukup terbuka.

Minyak mentah naik tajam

Harga minyak WTI berhasil terbang 2,22% ke level USD 62,61 per barel didorong oleh beberapa sentimen seperti cadangan minyak di pusat penyimpanan terbesar mereka, Cushing, Oklahoma, yang diperkirakan turun dan dari Ekuador, dimana Menteri Perminyakan Carlos Perez mengatakan produksi minyak Venezuela saat ini berkurang hingga 1,5 juta barel per hari (bph).

Batubara mixed

Harga batubara bergerak mixed di kedua bursa utama dunia. Di Newcastle, harga batubara bergerak turun 1,29% ke level USD 99,30 per metrik ton untuk kontrak April namun di bursa Rotterdam harga batubara naik tajam 2,07% ke level USD 81,55 per barel.

CPO masih dalam tekanan

Harga CPO kembali melemah 0,28% ke level 2462 ringgit per ton. Tekanan dari kenaikan tarif impor India sebanyak dua kali dalam periode enam bulan ini menjadi pukulan telak bagi produsen CPO. Seperti diketahui, India menaikkan pajak impor CPO menjadi 44% dari 30% dan juga menaikkan pajak minyak sawit olahan menjadi 54% dari 40%.


Image source: armoryoftherevolution.files.wordpress.com

0