Market Updates

Tekanan jual asing terus meluber, IHSG melemah di tengah bursa Asia yang menghijau

Sempat bergerak naik mengikuti penguatan bursa global, IHSG lagi – lagi harus ditutup turun 0,77% ke level 6500,11 setelah diperdagangkan di rentang 6492 – 6589. Sektor finance yang memiliki kapitalisasi terbesar menjadi penekan indeks dengan pelemahan 1,03%. Penjualan asing di saham – saham perbankan blue chip masih menjadi alasan utama penurunan di sektor ini. Berikutnya, sektor consumer merosot hingga 1,21% di tengah kekhawatiran bahwa Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga acuan 7-day repo rate untuk menahan kejatuhan rupiah terhadap dollar AS. Selain dua sektor tersebut, basic industry, construction dan manufacture juga melemah lebih dari 1%.

Asing kembali net sell besar

Outflow asing dari bursa masih terus berlangsung. Hingga penutupan pasar sore ini, net sell asing dari bursa mencapai 824,61 miliar di keseluruhan pasar dengan penjualan terbesar pada saham perbankan blue chip, ASII dan INDF. Tidak adanya pembelian asing yang signifikan juga membuat nett sell asing terlihat jumbo. Dari lima saham teratas yang menjadi top net buy yaitu UNTR, ADRO, INKP, TLKM dan KREN mencatatkan pembelian bersih yang tidak mencapai 100 miliar rupiah.

Bursa Asia menghijau

Mengekor bursa Amerika dan Eropa, sejumlah indeks utama di bursa Asia bergerak naik  setelah kekhawatiran dampak dari kebijakan tarif impor baja Donald Trump mulai mereda. Indeks VIX yang mengukur volatilitas pasar bergerak turun 4,39% yang menandakan bahwa kecemasan investor mulai reda. Sebagai hasilnya indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang terpantau melaju hingga 1,34% sore ini.

Dari Korea, indeks Kospi ditutup rebound 1,53% mengakhiri pelemahan selama empat hari beruntun. Kenaikan Kospi ditunjang melonjaknya saham Samsung yang mencapai 4,03% dan Hyundai motor sebesar 2,61%. Kemudian dari Jepang, indeks Nikkei 225 melambung hingga 1,79% setelah investor percaya bahwa Donald Trump akan mengkaji lebih dalam kebijakan pengenaan tarif impornya yang secara tidak langsung justru akan membuat lesu industri dalam negeri Amerika.

Dari daratan China, indeks Shanghai Composite dan Hang Seng melaju 1,00% dan 2,09% ditenagai oleh saham – saham teknologi start up yang tergabung dalam index ChiNextp. Sementara itu, indeks Blue Chip China, CSI 300 justru tidak naik begitu banyak hanya sekitar 0,24% tertekan oleh penurunan di sektor consumer.


Image source: waveridercommunications.com

Author


Avatar