Morning Review

Sudah berada di zona jenuh jual, bagaimana potensi rebound IHSG?

Secara teknikal IHSG sudah cukup murah yang ditunjukkan oleh indikator RSI dan Stochastic berada di zona oversold, namun penurunan indeks kemarin telah menembus garis MA 50 yang menunjukkan bahwa IHSG berada dalam trend bearish dan belum menampakkan tanda – tanda pembalikan arah. Selain itu, pelemahan harga komoditas yang hampir merata yaitu pada minyak, batubara, CPO dan logam industri akan menyeret harga saham emiten terkait. Harapan investor datang dari menguatnya bursa regional Asia pagi ini dimana indeks Nikkei melaju 0,86%, Kospi naik 0,44% sedangkan Shanghai composite dan Hang seng masing – masing naik 0,05% dan 0,95%.

Bursa Amerika mulai tenang

Sejumlah indeks utama Wall Street bergerak mixed dengan Nasdaq menguat 0,33% namun Dow Jones dan S&P 500 melemah -0,33% dan -0,05%. Indeks VIX yang mengukur kecemasan pasar terpantau turun 3,27% setelah juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, menyatakan Trump diperkirakan akan menandatangani sesuatu pada akhir pekan ini, dengan potensi mengecualikan Meksiko dan Kanada dari pemberlakuan tarif tersebut atas dasar keamanan nasional.

Minyak WTI melemah tajam

Harga minyak WTI berakhir anjlok 1,60% ke level USD 61,36 per barel terdampak oleh laporan Energy Information Administration (EIA) yang menyatakan bahwa jumlah persediaan minyak AS meningkat sebesar 2,41 juta barel pekan lalu, sedangkan tingkat produksi melonjak ke rekor tertinggi terbarunya, di atas 10,03 juta barel per hari.

Batubara dalam tekanan

Sentimen negatif sedang melanda sub sektor batubara pasca disahkanya kebijakan pemerintah untuk mengatur harga batubara dalam negeri (DMO) untuk kebutuhan pembangkit listrik. Hal ini menimbulkan rontoknya saham – saham produsen batubara. Selain itu, dari luar negeri, harga batubara juga belum kunjung membaik dimana di bursa Newcastle, batubara anjlok 2,83% ke level USD 96,25 per metrik ton sedangkan di Rotterdam, harganya menyusut 0,36% ke level USD 82,00 per metrik ton.

CPO terkapar

Pasca ditetapkanya kenaikan pajak impor CPO oleh India yang mencapai 44%, harga CPO belum menunjukkan pemulihan dan bahkan kemarin di bursa malaysia ditutup merosot hingga 1,81% ke level 2440 ringgit per ton. Penurunan CPO terkait dengan melemahnya harga komoditas substitusi yaitu minyak kedelai sebesar 1,17%.


Image source: http://kontakp.com

Author


Avatar