The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Siang ini menteri ESDM, Ignasius Jonan mengeluarkan Kepmen tentang Harga Jual Batubara dengan salah satu poin pentingnya adalah menetapkan harga jual batubara untuk PLTU dalam negeri sebesar US$70 per metrik ton. Harga ini didasarkan atas spesifikasi acuan pada kalori 6.322 kcal/kg. Meski terlihat tidak menguntungkan namun ada beberapa poin yang cukup menarik seperti kelonggaran untuk meningkatkan jumlah produksi sebesar 10% bagi perusahaan yang memenuhi persentase minimal penjualan batu bara dalam negeri.

Statement presdir PTBA buat pasar tenang

Sempat naik hingga 0,34% sektor mining berbalik anjlok hingga -1,4% bersamaan dengan munculnya berita penetapan harga DMO. PTBA dan ADRO menjadi emiten yang turun paling tajam hingga -5% dan -3,6% karena besarnya produksi batubara yang dijual di dalam negeri. Namun setelah presdir PTBA mengeluarkan pernyataan yang positif,  sektor mining mulai tenang dan bahkan PTBA ditutup naik 3,21%.

Seperti dilansir Bloomberg, presiden direktur PTBA, Ir Arviyan Arifin mengeluarkan statement bahwa harga batubara DMO tidak akan mengganggu revenue tahun ini karena porsi yang dijual hanya sebesar 25% dari total produksinya. Arifin memperkirakan harga jual rata-rata di 2018 masih berada di atas USD 90 per ton. Selain itu, PTBA juga akan meningkatkan penjualan batubara kalori tinggi untuk mendukung pertumbuhan revenue.

IHSG turun tipis 0,15%

Diperdagangkan dengan rentang 6382 – 6459, IHSG ditutup turun tipis 0,15% tertekan oleh pelemahan enam sektor di antaranya adalah sektor aneka industri (-0,90%), consumer goods (-0,61%) dan finance (-0,39%).  Sektor mining yang sempat menekan indeks berhasil rebound dan hanya turun tipis 0,17%. Sementara itu beberapa sektor yang menghijau meliputi basic industry (+1,12%), agriculture (+0,80%) dan construction (+0,51%).

Outflow besar masih berlanjut

Pelemahan IHSG di tengah menguatnya bursa Asia hari ini sedikit banyak dipengaruhi oleh derasnya outflow asing dari bursa. Hingga penutupan pasar, net sell asing tercatat mencapai -938,20 miliar di keseluruhan pasar. Saham BBRI dan BBCA menjadi top net sell asing dengan penjualan bersih sebesar -259 miliar dan -171 miliar, kemudian disusul oleh ASII sebesar -102 miliar, UNVR -97 miliar dan HMSP -83 miliar. Di sisi lain saham – saham yang mencatatkan top net buy di antaranya adalah INDY, BRPT, BMRI, MIKA dan KREN dengan total pembelian kelima saham tersebut tidak sampai 75 miliar rupiah.

 

Image source: www.esdm.go.id

0