Market Updates

Sektor mining berhasil rebound dari titik terendah, IHSG ditutup turun tipis 0,15%

Siang ini menteri ESDM, Ignasius Jonan mengeluarkan Kepmen tentang Harga Jual Batubara dengan salah satu poin pentingnya adalah menetapkan harga jual batubara untuk PLTU dalam negeri sebesar US$70 per metrik ton. Harga ini didasarkan atas spesifikasi acuan pada kalori 6.322 kcal/kg. Meski terlihat tidak menguntungkan namun ada beberapa poin yang cukup menarik seperti kelonggaran untuk meningkatkan jumlah produksi sebesar 10% bagi perusahaan yang memenuhi persentase minimal penjualan batu bara dalam negeri.

Statement presdir PTBA buat pasar tenang

Sempat naik hingga 0,34% sektor mining berbalik anjlok hingga -1,4% bersamaan dengan munculnya berita penetapan harga DMO. PTBA dan ADRO menjadi emiten yang turun paling tajam hingga -5% dan -3,6% karena besarnya produksi batubara yang dijual di dalam negeri. Namun setelah presdir PTBA mengeluarkan pernyataan yang positif,  sektor mining mulai tenang dan bahkan PTBA ditutup naik 3,21%.

Seperti dilansir Bloomberg, presiden direktur PTBA, Ir Arviyan Arifin mengeluarkan statement bahwa harga batubara DMO tidak akan mengganggu revenue tahun ini karena porsi yang dijual hanya sebesar 25% dari total produksinya. Arifin memperkirakan harga jual rata-rata di 2018 masih berada di atas USD 90 per ton. Selain itu, PTBA juga akan meningkatkan penjualan batubara kalori tinggi untuk mendukung pertumbuhan revenue.

IHSG turun tipis 0,15%

Diperdagangkan dengan rentang 6382 – 6459, IHSG ditutup turun tipis 0,15% tertekan oleh pelemahan enam sektor di antaranya adalah sektor aneka industri (-0,90%), consumer goods (-0,61%) dan finance (-0,39%).  Sektor mining yang sempat menekan indeks berhasil rebound dan hanya turun tipis 0,17%. Sementara itu beberapa sektor yang menghijau meliputi basic industry (+1,12%), agriculture (+0,80%) dan construction (+0,51%).

Outflow besar masih berlanjut

Pelemahan IHSG di tengah menguatnya bursa Asia hari ini sedikit banyak dipengaruhi oleh derasnya outflow asing dari bursa. Hingga penutupan pasar, net sell asing tercatat mencapai -938,20 miliar di keseluruhan pasar. Saham BBRI dan BBCA menjadi top net sell asing dengan penjualan bersih sebesar -259 miliar dan -171 miliar, kemudian disusul oleh ASII sebesar -102 miliar, UNVR -97 miliar dan HMSP -83 miliar. Di sisi lain saham – saham yang mencatatkan top net buy di antaranya adalah INDY, BRPT, BMRI, MIKA dan KREN dengan total pembelian kelima saham tersebut tidak sampai 75 miliar rupiah.

 

Image source: www.esdm.go.id

Author


Avatar