The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Dipengaruhi oleh kondisi bursa global yang kondusif, gerak IHSG konsisten di zona positif dan bahkan ditutup di level tertingginya hari ini pada posisi 6500,69, naik 1,05% atau 67,37 poin. Dari sepuluh sektor yang menopang bursa, sembilan di antaranya bergerak bullish dengan pendorong utama di sektor mining yang melompat hingga 2,43%. Kepanikan investor di sektor ini mulai reda dan mulai menghitung ulang dampak dari penerapan kebijakan harga batubara DMO terhadap pertumbuhan revenue perusahaan. Selain mining, sektor basic industry, infrastructure, dan finance juga menguat di atas 1%.

Satu –satunya sektor yang mengalami penurunan adalah agriculture yang terseret oleh melemahnya saham emiten CPO. Analis lokal dan internasional di palm oil conference, Malaysia, ramai – ramai merevisi perhitungan harga CPO tahun ini, dari sebelumnya optimis di kisaran 2500 – 2900 ringgit per ton kini turun hingga batas bawah di level 2200 ringgit per ton. Proyeksi kenaikan produksi dan isu proteksionisme CPO di India menimbulkan kekhawatiran akan berlebihnya suplai global.

Aliran dana asing mulai masuk ke bursa

Inflow besar di saham perbankan membuat asing mencatatkan net buy sebesar 111,03 miliar di keseluruhan pasar. Saham BBCA yang minggu lalu merilis laporan keuanganya menjadi top net buy dengan pembelian bersih senilai 173 miliar, BMRI menyusul di peringkat kedua dengan nominal 86 miliar kemudian KLBF 60 miliar, INKP 49 miliar dan BKSL 36 miliar. Adapun saham – saham yang menjadi top net sell asing hari ini diantaranya adalah ASII (-68 miliar), BBRI (-64 miliar), UNTR (-58 miliar) dan INTP (-45 miliar).

Bursa Asia naik tinggi

Mengekor pergerakan bursa global, sejumlah indeks utama Asia serempak menguat. Optimisme investor akan pertumbuhan ekonomi Amerika pasca rilis data tenaga kerja yang solid mendorong aksi beli di market. Kekhawatiran akan timbulnya inflasi yang tinggi juga pupus setelah upah rata-rata per jam justru mengalami penurunan sebesar 2,6%. Secara keseluruhan indeks MSCI Asia Pasific di luar Jepang terpantau menguat di kisaran 1,3%.

Dari Korea indeks Kospi berakhir naik 1,00% ditopang oleh saham – saham teknologi dan perbankan. Saham produsen chip, SK Hyenik melonjak 1,92% sedangkan grup perbankan Hana Financial melaju hingga 4,78%. Sementara itu dari daratan utama China, indeks Shanghai Composite dan Hang Seng serempak naik  0,59% dan 1,96% seiring menurunya kekhawatiran akan perang dagang karena banyaknya pengecualian yang dibuat oleh presiden Trump terhadap pengenaan tarif impor.

Sementara itu dari Jepang, indeks Nikkei 225 ditutup melambung 1,77% ditenagai oleh bullish di sektor permesinan dan otomotif. Saham Toyota dan Honda Motor Co. Ltd. yang masing-masing menguat 2,46% dan 3,20% menjadi pendorong utama indeks. Selain itu, Nikkei volatility terpantau turun 2,99% mengindikasikan meredanya kecemasan pasar dan kembalinya minat investor terhadap aset beresiko seperti saham.


Image source: schneider-electric.com

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini kami perkirakan akan menguat secara terbatas dipengaruhi sentimen positif dari bullishnya bursa global baik Amerika, Eropa dan regional Asia pagi ini. Indeks Nikkei terpantau melompat 1,75%, disusul Kospi naik 0,91% sedangkan Shanghai Composite dan Hang Seng masing – masing melaju 0,21% dan 1,27%. Secara teknikal, IHSG saat ini sudah berada di zona oversold dan  stochastic membentuk pola golden cross mengindikasikan tekanan jual mulai mereda dan ada potensi penguatan lanjutan. Selain itu, penurunan indeks kemarin tertahan di lower bollinger band 20, apabila hari ini tidak ditembus maka potensi rebound cukup besar.

Bursa Amerika menghijau

Ketiga indeks utama bursa Amerika melonjak cukup tajam pada perdagangan Jumat lalu. Dow Jones, Nasdaq dan S&P 500 kompak menguat di kisaran 1,7% setelah rilis data tenaga kerja Amerika menunjukkan perkembangan yang solid. Total pekerjaan non pertanian meningkat sebesar 313.000 di Februari, dan tingkat pengangguran tidak berubah yakni sebesar 4,1%. Hal ini jauh lebih besar dari perkiraan ekonom yang memprediksikan peningkatan sebesar 200.000 tenaga kerja.

Bursa Eropa mixed cenderung menguat

Bursa Eropa bergerak variatif merespon penerapan tarif impor Donald Trump yang mana Kanada dan Meksiko dikecualikan dari pajak, dengan Trump juga menyarankan bahwa sekutu lain juga bisa mendapatkan keuntungan dari pengecualian. Indeks Euro Stoxx terpantau naik 0,13% meskipun bursa Jerman melemah 0,07% karena anjloknya saham maskapai penerbangan Jerman, Lufthansa.

Minyak mentah melambung

Meski sempat terkoreksi, harga minyak WTI ditutup naik tajam hingga 3,19% ke level USD 62,04 per barel setelah data Baker Hughes menunjukkan bahwa jumlah rig aktif Amerika turun 4 buah menjadi hanya 796 saja. Penurunan ini disambut baik investor karena produksi Amerika yang kini telah melampaui 10 juta barel per hari dikhawatirkan mengganggu kesetimbangan suplai global.

Batubara ditekan luar dalam

Saham – saham emiten batubara kami perkirakan masih belum akan bergerak banyak. Setelah sebelumnnya kebijakan penetapan harga DMO memukul sektor ini, kini tekanan datang dari luar negeri. Data dari General Administration of Customs menunjukkan bahwa impor China turun dari 27,8 juta ton menjadi hanya 20,9 juta ton saja pada bulan Februari seiring dengan cuaca yang mulai menghangat. Kemudian data penggunaan batubara harian juga anjlok dari 822.000 ton di awal Februari menjadi hanya 524.700 ton di awal bulan Maret ini.

CPO dibayangi peningkatan produksi

Harga CPO masih belum mampu menembus level 2500 ringgit per ton karena sentimen negatif dari proyeksi peningkatan produksi global. Direktur Eksekutif Oil World, Thomas Mielke, mengatakan produksi minyak sawit global diperkirakan meningkat menjadi 70,84 juta ton tahun ini dari 67,87 juta ton pada 2017, yang didukung sebagian oleh produksi di Indonesia sebanyak 38,8 juta ton. Saat ini Indonesia dan Malaysia menghasilkan sekitar 85 persen dari produksi total minyak sawit global.

 

Image source: www.hongkongfp.com

0