Morning Review

Bursa Asia melaju kencang, IHSG berpotensi menguat di awal pekan ini

Pergerakan IHSG hari ini kami perkirakan akan menguat secara terbatas dipengaruhi sentimen positif dari bullishnya bursa global baik Amerika, Eropa dan regional Asia pagi ini. Indeks Nikkei terpantau melompat 1,75%, disusul Kospi naik 0,91% sedangkan Shanghai Composite dan Hang Seng masing – masing melaju 0,21% dan 1,27%. Secara teknikal, IHSG saat ini sudah berada di zona oversold dan  stochastic membentuk pola golden cross mengindikasikan tekanan jual mulai mereda dan ada potensi penguatan lanjutan. Selain itu, penurunan indeks kemarin tertahan di lower bollinger band 20, apabila hari ini tidak ditembus maka potensi rebound cukup besar.

Bursa Amerika menghijau

Ketiga indeks utama bursa Amerika melonjak cukup tajam pada perdagangan Jumat lalu. Dow Jones, Nasdaq dan S&P 500 kompak menguat di kisaran 1,7% setelah rilis data tenaga kerja Amerika menunjukkan perkembangan yang solid. Total pekerjaan non pertanian meningkat sebesar 313.000 di Februari, dan tingkat pengangguran tidak berubah yakni sebesar 4,1%. Hal ini jauh lebih besar dari perkiraan ekonom yang memprediksikan peningkatan sebesar 200.000 tenaga kerja.

Bursa Eropa mixed cenderung menguat

Bursa Eropa bergerak variatif merespon penerapan tarif impor Donald Trump yang mana Kanada dan Meksiko dikecualikan dari pajak, dengan Trump juga menyarankan bahwa sekutu lain juga bisa mendapatkan keuntungan dari pengecualian. Indeks Euro Stoxx terpantau naik 0,13% meskipun bursa Jerman melemah 0,07% karena anjloknya saham maskapai penerbangan Jerman, Lufthansa.

Minyak mentah melambung

Meski sempat terkoreksi, harga minyak WTI ditutup naik tajam hingga 3,19% ke level USD 62,04 per barel setelah data Baker Hughes menunjukkan bahwa jumlah rig aktif Amerika turun 4 buah menjadi hanya 796 saja. Penurunan ini disambut baik investor karena produksi Amerika yang kini telah melampaui 10 juta barel per hari dikhawatirkan mengganggu kesetimbangan suplai global.

Batubara ditekan luar dalam

Saham – saham emiten batubara kami perkirakan masih belum akan bergerak banyak. Setelah sebelumnnya kebijakan penetapan harga DMO memukul sektor ini, kini tekanan datang dari luar negeri. Data dari General Administration of Customs menunjukkan bahwa impor China turun dari 27,8 juta ton menjadi hanya 20,9 juta ton saja pada bulan Februari seiring dengan cuaca yang mulai menghangat. Kemudian data penggunaan batubara harian juga anjlok dari 822.000 ton di awal Februari menjadi hanya 524.700 ton di awal bulan Maret ini.

CPO dibayangi peningkatan produksi

Harga CPO masih belum mampu menembus level 2500 ringgit per ton karena sentimen negatif dari proyeksi peningkatan produksi global. Direktur Eksekutif Oil World, Thomas Mielke, mengatakan produksi minyak sawit global diperkirakan meningkat menjadi 70,84 juta ton tahun ini dari 67,87 juta ton pada 2017, yang didukung sebagian oleh produksi di Indonesia sebanyak 38,8 juta ton. Saat ini Indonesia dan Malaysia menghasilkan sekitar 85 persen dari produksi total minyak sawit global.

 

Image source: www.hongkongfp.com

Author


Avatar