Market Updates

Sembilan dari sepuluh sektor bergerak bullish, IHSG melaju 1,05%

Dipengaruhi oleh kondisi bursa global yang kondusif, gerak IHSG konsisten di zona positif dan bahkan ditutup di level tertingginya hari ini pada posisi 6500,69, naik 1,05% atau 67,37 poin. Dari sepuluh sektor yang menopang bursa, sembilan di antaranya bergerak bullish dengan pendorong utama di sektor mining yang melompat hingga 2,43%. Kepanikan investor di sektor ini mulai reda dan mulai menghitung ulang dampak dari penerapan kebijakan harga batubara DMO terhadap pertumbuhan revenue perusahaan. Selain mining, sektor basic industry, infrastructure, dan finance juga menguat di atas 1%.

Satu –satunya sektor yang mengalami penurunan adalah agriculture yang terseret oleh melemahnya saham emiten CPO. Analis lokal dan internasional di palm oil conference, Malaysia, ramai – ramai merevisi perhitungan harga CPO tahun ini, dari sebelumnya optimis di kisaran 2500 – 2900 ringgit per ton kini turun hingga batas bawah di level 2200 ringgit per ton. Proyeksi kenaikan produksi dan isu proteksionisme CPO di India menimbulkan kekhawatiran akan berlebihnya suplai global.

Aliran dana asing mulai masuk ke bursa

Inflow besar di saham perbankan membuat asing mencatatkan net buy sebesar 111,03 miliar di keseluruhan pasar. Saham BBCA yang minggu lalu merilis laporan keuanganya menjadi top net buy dengan pembelian bersih senilai 173 miliar, BMRI menyusul di peringkat kedua dengan nominal 86 miliar kemudian KLBF 60 miliar, INKP 49 miliar dan BKSL 36 miliar. Adapun saham – saham yang menjadi top net sell asing hari ini diantaranya adalah ASII (-68 miliar), BBRI (-64 miliar), UNTR (-58 miliar) dan INTP (-45 miliar).

Bursa Asia naik tinggi

Mengekor pergerakan bursa global, sejumlah indeks utama Asia serempak menguat. Optimisme investor akan pertumbuhan ekonomi Amerika pasca rilis data tenaga kerja yang solid mendorong aksi beli di market. Kekhawatiran akan timbulnya inflasi yang tinggi juga pupus setelah upah rata-rata per jam justru mengalami penurunan sebesar 2,6%. Secara keseluruhan indeks MSCI Asia Pasific di luar Jepang terpantau menguat di kisaran 1,3%.

Dari Korea indeks Kospi berakhir naik 1,00% ditopang oleh saham – saham teknologi dan perbankan. Saham produsen chip, SK Hyenik melonjak 1,92% sedangkan grup perbankan Hana Financial melaju hingga 4,78%. Sementara itu dari daratan utama China, indeks Shanghai Composite dan Hang Seng serempak naik  0,59% dan 1,96% seiring menurunya kekhawatiran akan perang dagang karena banyaknya pengecualian yang dibuat oleh presiden Trump terhadap pengenaan tarif impor.

Sementara itu dari Jepang, indeks Nikkei 225 ditutup melambung 1,77% ditenagai oleh bullish di sektor permesinan dan otomotif. Saham Toyota dan Honda Motor Co. Ltd. yang masing-masing menguat 2,46% dan 3,20% menjadi pendorong utama indeks. Selain itu, Nikkei volatility terpantau turun 2,99% mengindikasikan meredanya kecemasan pasar dan kembalinya minat investor terhadap aset beresiko seperti saham.


Image source: schneider-electric.com

Author


Avatar