The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

IHSG masih belum mampu keluar dari trend negatifnya dan kembali ditutup turun 0,47% ke level 6382,62 setelah diperdagangkan di rentang 6363 – 6382. Delapan dari sepuluh sektor melemah dengan penekan utama di sektor mining, miscellaneous industry trade dan agriculture yang masing – masing turun lebih dari 1%. Adapun dua sektor yang bergerak positif hanyalah consumer dan finance yang naik tipis 0,16% dan 0,10% karena rebound di saham HMSP dan BBNI.

Asing net sell besar

Outflow asing yang serentak terjadi di bursa regioanl Asia juga turut menimpa Indonesia. Hingga penutupan market sore ini, outflow asing dari bursa tercatat mencapai 597,26 miliar di keseluruhan pasar dengan net sell terbesar pada saham SCMA (-103 miliar) dan ASII (-64 miliar) yang diikuti oleh UNTR (-63 miliar), BMRI (-58 miliar) dan TLKM (-58 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net buy di antaranya adalah  BBNI 32 miliar, BKSL 27 miliar, BBCA 24 miliar dan KREN 24 miliar.

Bursa Asia Merah

Gejolak yang terjadi di gedung putih dimana pemecatan Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson, yang hanya kurang dari sepekan setelah penasihat ekonomi utama Gary Cohn mengundurkan diri, benar – benar mengejutkan pasar dan mendorong aksi profit taking di sejumlah negara Asia.  Selain itu perhatian investor juga tertuju pada meeting the FED dengan salah satu agendanya mengenai kenikan suku bunga yang akan digelar besok Kamis. Sebagai hasilnya, indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang, sore ini terpantau melemah 0,30% ke level 744,60.

Dari Korea, indeks Kospi ditutup turun 0,34% tertekan oleh aksi jual investor asing yang terjadi pertama kalinya dalam empat hari terakhir senilai 129,6 miliar won.  Selain itu, investor institusional juga melakukan aksi jual dan melepas sejumlah portofolio mereka senilai 141,9 miliar won. Sementara itu dari Jepang, indeks Nikkei 225 berakhir merosot 0,85% tertekan oleh sektor transportasi dan consumer. Mata uang yen yang menguat juga turut membebani kinerja saham – saham berorientasi ekspor.

Kemudian dari bursa China, Indeks Shanghai Composite dan Hang Seng belum bisa beranjak dari zona merah dan terperosok masing – masing 0,57% dan 0,41%. Sentimen positif dari dalam negeri berupa rilis data produksi industri yang solid tidak mampu menekan aksi jual di pasar setelah beredarnya laporan bahwa Amerika berniat mengenakan tarif impor hingga USD 60 miliar kepada China dalam waktu dekat ini.

 

Image source: https://ak7.picdn.net

0

Morning Update

Melemahnya dollar indeks akibat pemecatan Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson, membawa angin segar bagi beberapa harga komoditas. Batubara dan CPO mulai menampakkan tanda – tanda kenaikan meski minyak masih berjuang keluar dari zona merah. Hal ini tentunya akan menjadi sentimen positif bagi IHSG di tengah bursa Amerika, Eropa dan Regional Asia yang pagi ini dibuka turun. Secara teknikal, tekanan jual masih terlihat cukup kuat dari pasar namun IHSG sudah berada di dekat lower bollinger band 20. RSI sudah berada di zona oversold sedangkan stochastic berpeluang membentuk dead cross di area netral. Kami memperkirakan IHSG masih akan bergerak melemah terbatas hari ini.

Dow Jones melemah di hari kedua

Sejumlah indeks utama Wall Street ditutup di teritori negatif terseret oleh sentimen dari pemecatan Rex Tillerson serta kemungkinan tambahan tarif impor oleh AS terhadap China yang berpotensi menimbulkan aksi balasan. Pemecatan Rex Tillerson dan Gary Cohn yang berhalauan moderat dianggap semakin mendekatkan Amerika ke dalam isu proteksionisme. Hasilnya, indeks Dow Jones berakhir melemah 0,68% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing terperosok 0,64% dan 1,02%.

Bursa Eropa terpukul penguatan Euro

Penguatan drastis mata uang Euro terhadap dollar sebesar 0,5% membuat emiten – emitten yang berorientasi ekspor melemah tajam. Indeks DAX Jerman anjlok 1,59% sedangkan FTSE Inggris jatuh 1,05%. Secara keseluruhan indeks bursa Eropa, Euro Stoxx 600 ditutup turun 1%.

Penurunan minyak mentah tertahan

Sempat jatuh lebih dari 1%, harga minyak berhasil mengikis pelemahanya menyusul data American Petroleum Institute yang dikabarkan melaporkan penurunan jumlah persediaan minyak sulingan untuk industri sebesar 4,26 juta barel. Hal ini membuat minyak WTI hanya melemah 0,86% ke level USD 60,85 per barel.

Batubara mixed

Harga batubara di kedua bursa utama dunia bergerak mixed. Di Newcastle untuk kontrak pengiriman April harganya terpantau turun 0,32% ke level USD 93,75 per metrik ton namun di Rotterdam harganya justru melambung 1,10% ke level USD 82,55 per metrik ton.

CPO di atas level 2400

Harga CPO berhasil melanjutkan rebound dan ditutup naik 1,26% ke level 2410 ringgit per ton. Penguatan CPO ditenagai oleh melonjaknya harga minyak kedelai yang merupakan komoditas substitusinya sebesar 1,46%.


Image source: cdn.cnn.com

0