Morning Update

Beberapa harga komoditas menunjukkan potensi penguatan, berikut proyeksi IHSG hari ini

Melemahnya dollar indeks akibat pemecatan Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson, membawa angin segar bagi beberapa harga komoditas. Batubara dan CPO mulai menampakkan tanda – tanda kenaikan meski minyak masih berjuang keluar dari zona merah. Hal ini tentunya akan menjadi sentimen positif bagi IHSG di tengah bursa Amerika, Eropa dan Regional Asia yang pagi ini dibuka turun. Secara teknikal, tekanan jual masih terlihat cukup kuat dari pasar namun IHSG sudah berada di dekat lower bollinger band 20. RSI sudah berada di zona oversold sedangkan stochastic berpeluang membentuk dead cross di area netral. Kami memperkirakan IHSG masih akan bergerak melemah terbatas hari ini.

Dow Jones melemah di hari kedua

Sejumlah indeks utama Wall Street ditutup di teritori negatif terseret oleh sentimen dari pemecatan Rex Tillerson serta kemungkinan tambahan tarif impor oleh AS terhadap China yang berpotensi menimbulkan aksi balasan. Pemecatan Rex Tillerson dan Gary Cohn yang berhalauan moderat dianggap semakin mendekatkan Amerika ke dalam isu proteksionisme. Hasilnya, indeks Dow Jones berakhir melemah 0,68% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing terperosok 0,64% dan 1,02%.

Bursa Eropa terpukul penguatan Euro

Penguatan drastis mata uang Euro terhadap dollar sebesar 0,5% membuat emiten – emitten yang berorientasi ekspor melemah tajam. Indeks DAX Jerman anjlok 1,59% sedangkan FTSE Inggris jatuh 1,05%. Secara keseluruhan indeks bursa Eropa, Euro Stoxx 600 ditutup turun 1%.

Penurunan minyak mentah tertahan

Sempat jatuh lebih dari 1%, harga minyak berhasil mengikis pelemahanya menyusul data American Petroleum Institute yang dikabarkan melaporkan penurunan jumlah persediaan minyak sulingan untuk industri sebesar 4,26 juta barel. Hal ini membuat minyak WTI hanya melemah 0,86% ke level USD 60,85 per barel.

Batubara mixed

Harga batubara di kedua bursa utama dunia bergerak mixed. Di Newcastle untuk kontrak pengiriman April harganya terpantau turun 0,32% ke level USD 93,75 per metrik ton namun di Rotterdam harganya justru melambung 1,10% ke level USD 82,55 per metrik ton.

CPO di atas level 2400

Harga CPO berhasil melanjutkan rebound dan ditutup naik 1,26% ke level 2410 ringgit per ton. Penguatan CPO ditenagai oleh melonjaknya harga minyak kedelai yang merupakan komoditas substitusinya sebesar 1,46%.


Image source: cdn.cnn.com

Author


Avatar