Market Updates

Hanya ditopang dua sektor, IHSG memperpanjang pelemahanya di hari kedua

IHSG masih belum mampu keluar dari trend negatifnya dan kembali ditutup turun 0,47% ke level 6382,62 setelah diperdagangkan di rentang 6363 – 6382. Delapan dari sepuluh sektor melemah dengan penekan utama di sektor mining, miscellaneous industry trade dan agriculture yang masing – masing turun lebih dari 1%. Adapun dua sektor yang bergerak positif hanyalah consumer dan finance yang naik tipis 0,16% dan 0,10% karena rebound di saham HMSP dan BBNI.

Asing net sell besar

Outflow asing yang serentak terjadi di bursa regioanl Asia juga turut menimpa Indonesia. Hingga penutupan market sore ini, outflow asing dari bursa tercatat mencapai 597,26 miliar di keseluruhan pasar dengan net sell terbesar pada saham SCMA (-103 miliar) dan ASII (-64 miliar) yang diikuti oleh UNTR (-63 miliar), BMRI (-58 miliar) dan TLKM (-58 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net buy di antaranya adalah  BBNI 32 miliar, BKSL 27 miliar, BBCA 24 miliar dan KREN 24 miliar.

Bursa Asia Merah

Gejolak yang terjadi di gedung putih dimana pemecatan Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson, yang hanya kurang dari sepekan setelah penasihat ekonomi utama Gary Cohn mengundurkan diri, benar – benar mengejutkan pasar dan mendorong aksi profit taking di sejumlah negara Asia.  Selain itu perhatian investor juga tertuju pada meeting the FED dengan salah satu agendanya mengenai kenikan suku bunga yang akan digelar besok Kamis. Sebagai hasilnya, indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang, sore ini terpantau melemah 0,30% ke level 744,60.

Dari Korea, indeks Kospi ditutup turun 0,34% tertekan oleh aksi jual investor asing yang terjadi pertama kalinya dalam empat hari terakhir senilai 129,6 miliar won.  Selain itu, investor institusional juga melakukan aksi jual dan melepas sejumlah portofolio mereka senilai 141,9 miliar won. Sementara itu dari Jepang, indeks Nikkei 225 berakhir merosot 0,85% tertekan oleh sektor transportasi dan consumer. Mata uang yen yang menguat juga turut membebani kinerja saham – saham berorientasi ekspor.

Kemudian dari bursa China, Indeks Shanghai Composite dan Hang Seng belum bisa beranjak dari zona merah dan terperosok masing – masing 0,57% dan 0,41%. Sentimen positif dari dalam negeri berupa rilis data produksi industri yang solid tidak mampu menekan aksi jual di pasar setelah beredarnya laporan bahwa Amerika berniat mengenakan tarif impor hingga USD 60 miliar kepada China dalam waktu dekat ini.

 

Image source: https://ak7.picdn.net

Author


Avatar