Market Updates

Sektor infrastructur seret IHSG melemah enam hari beruntun

IHSG benar – benar belum bisa keluar dari trend bearishnya dan kembali ditutup melemah 0,73% ke level 6243,58 setelah diperdagangkan di rentang 6207 – 6271. Dari sepuluh sektor yang terdaftar hanya aneka industri dan mining yang mencatatkan penguatan, masing – masing sebesesar 0,15% dan 0,10%.  Harga minyak yang menguat lebih dari 1% membuat saham – saham emiten di bidang ini berkinerja positif.  Sementara itu, rebound saham ASII setelah kejatuhanya kemarin membuat sektor aneka industri berhasil ditutup naik tipis.

Di sisi lain, sektor infrastructur menjadi penekan utama indeks, terseret oleh amblesnya saham TLKM hingga -4,19% karena outflow asing yang begitu deras. Pelemahan rupiah yang terjadi akhir – akhir ini disinyalir membuat saham TLKM tidak mampu melawan trend turunya. Seperti diketahui, hutang TLKM dalam nominal USD kembali membesar setelah Februari lalu baru saja menandatangani perjanjian kredit dengan Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ sebesar USD10 miliar.

Asing kembali net sell besar

Outflow asing hari ini hampir menyentuh 1 triliun rupiah, tepatnya 935,48 miliar di keseluruhan pasar, didominasi oleh penjualan bersih di saham TLKM senilai -397 miliar yang diikuti oleh BBCA -93 miliar, UNTR -80 miliar, BMRI -78 miliar dan BBNI -67 miliar. Adapun saham – saham yang menjadi top net buy di antaranya adalah INKP 41 miliar, BKSL 22 miliar, ADRO 19 miliar dan MAPI 13 miliar.

Bursa Asia mixed

Sejumlah indeks Asia di luar Jepang bergerak positif dengan bursa China dan Korea memimpin penguatan pasar. Sentimen positif datang dari komentar Perdana menteri China, Li Keqiang, yang menegaskan bahwa tidak akan ada manfaat dari adanya perang dagang antara China dengan Amerika dan akan lebih mengedepankan upaya negoisasi, dialog serta konsultasi antara kedua belah pihak. Hasilnya, indeks Shanghai Composite dan Hang Seng pun serempak menguat 0,35% dan 0,21% serta diikuti oleh Kospi, Korea sebesar 0,42%.

Meskipun demikian, bursa Jepang tidak mengikuti penguatan regional Asia. Indeks Nikkei 225 terperosok 0,60% seiring kejatuhan saham – saham hightech terkait kekhawatiran akan adanya pengetatan regulasi di sektor ini. Selain itu, mayoritas investor bersikap wait and see karena yakin bahwa the Fed akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya tahun ini. Survei pasar CME Group’s FedWatch mengungkapkan bahwa 94% pelaku pasar percaya akan kenaikan suku bunga tersebut.


Image source: https://katadata.co.id

Author


Avatar