The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Meski sempat naik hingga 6351, IHSG berakhir turun cukup dalam hingga -0.93% dan terlempar ke level 6254,07. Sentimen penekan indeks datang dari melemahnya bursa Asia terkait ancaman perang dagang serta aksi profit taking investor di subsektor perbankan. Dari sepuluh sektor yang menopang bursa, hanya sektor aneka industri dan perdagangan yang mencatatkan penguatan. Delapan lainya melemah dengan penekan terbesar di sektor finance yang ambles hingga -1,79% diikuti oleh basic industry dan construction yang merosot -1,46% dan 1,15%.

Investor khawatirkan hasil RDG BI

Dilepasnya ssaham – saham perbankan oleh investor siang ini sedikit disinyalir sebagai langkah investor untuk mengamati perkembangan suku bunga acuan di dalam negeri. Seperti diketahui, hari ini Bank Indonesia menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang salah satu agendanya adalah menentukan keputusan suku bunga acuan 7-DRR rate. Naiknya suku bunga the Fed tadi malam memberikan pertimbangan baru bagi BI untuk menaikkan suku bunga disamping pelemahan rupiah yang terjadi akhir – akhir ini serta neraca perdagangan yang defisit, meskipun angka inflasi berada di kondisi stabil.

Outflow asing tetap berlanjut

Adanya transaksi pembelian di pasar nego pada saham BLTZ senilai 968 miliar membuat asing secara keseluruhan mencatatkan net buy sebesar 126,86 miliar. Namun demikian, di pasar reguler yang terkait langsung dengan harga saham, outflow asing masih terus berlanjut dengan net sell sebesar -767,00 miliar yang didominasi oleh penjualan bersih di saham BMRI sebesar -591 miliar, di posisi berikutnya, BBRI -331 miliar, UNVR -27 miliar dan ADRO -19 miliar.

Bursa Asia bearish

Sejumlah indeks utama bursa Asia bergerak turun merespon naiknya suku bunga the FED tadi malam dan tensi China – Amerika yang memanas menjelang pengumuman kenaikan tarif impor oleh Presiden Donald Trump atas barang impor dari Cina. Pemerintah Cina menuding Amerika sebagai pelanggar rutin terhadap aturan dagang internasional. Bahkan media resmi China Daily menyebut bahwa  negara-negara lain sebaiknya berhenti berharap mereka tidak akan terkena tembakan proteksionisme dan harus menjadi lebih gigih melawan Amerika.

Indeks MSCI Asia Pacific sebagai benchmark terpantau melemah 0,48% diseret oleh anjloknya bursa China dimana indeks Shanghai Composite dan Hang Seng melemah 0,53% dan 1,21%. Adapun ASX 200 Australia merosot 0,22% diikuti STI Singapura yang jatuh 0,47%. Meskipun demikian, bursa Jepang dan Korea masih sanggup mencatatkan penguatan sebesar 0,99% dan 0,44%.


Image source: https://dailyreckoning.com

0

Morning Review

Harga minyak WTI kemarin naik tajam hingga 3,30% ke level USD 65,49 per barel. Pendorong utama kenaikan ini berasal dari rilis data Badan Informasi Energi (EIA) Amerika yang melaporkan penurunan persediaan sebesar 2,6 juta barel pekan lalu, berbanding terbalik dengan prediksi para analis dalam survei yang memperkirakan adanya kenaikan persediaan sebesar 2,5 juta barel. Selain itu, harga minyak juga terpicu oleh melemahnya dollar indeks setelah the FED menaikkan suku bunga dan memperkirakan setidaknya dua kali kenaikan lagi untuk 2018.

Bursa Amerika respon dingin kenaikan suku bunga

Dalam rapat pertama yang dipimpin oleh Jerome Powell, The FED memutuskan untuk menaikkan suku bunga jangka pendek sebesar 25 basis poin serta mengisyaratkan bahwa suku bunga acuan dapat dinaikkan dengan lebih agresif di masa mendatang untuk menjaga stabilnya laju pertumbuhan ekonomi. Merespon hal ini, bursa Wall Street cenderung bergerak turun, namun tertahan oleh bullish saham – saham di sektor energi. Indeks Dow Jones turun tipis 0,18% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 masing – masing melemah 0,18% dan 0,26%.

Bursa Eropa melemah

Indeks Euro Stoxx 600 melemah tajam pada awal perdagangan karena beredarnya kabar bahwa China sedang merencanakan langkah-langkah balasan terhadap tarif impor AS.Investor juga melakukan aksi wait and see menunggu keputusan the FED terkait suku bunga acuanya. Namun demikian, rebound sektor teknologi mampu membawa indeks sedikit ke atas sehingga hanya ditutup turun tipis 0,16%.

IHSG berpeluang menguat

Pergerakan IHSG hari ini kami perkirakan masih akan melanjutkan penguatanya meskipun terbatas. Kenaikan suku bunga the Fed sebelumnya telah diperkirakan pasar dan bahkan laju suku bunga yang direncanakan sebanyak tiga kali tahun ini sedikit lebih moderat daripada rencana kenaikan suku bunga pada rapat Desember tahun lalu yang memperkirakan ada empat kali kenaikan. Bursa Asia pagi ini juga terpantau menguat dimana indeks Nikkei 225 melambung 0,76% diikuti Kospi yang mendaki 0,82% sedangkan Hang Seng dan Shanghai Composite melaju 0,73% dan 0,02%.

 

Image source: https://www.scpr.org

0