The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini berada di zona merah sejak pembukaan market. Belum kondusifnya bursa global mendorong indeks melemah di hari ketiga secara beruntun. Sempat menyentuh level terendah di 6167, IHSG perlahan rebound didorong penguatan di sektor mining dan berakhir melemah tipis 0,17% ke level 6200,17. Saham PTRO menjadi katalis utama laju di sektor ini dengan kenaikan sebesar 11,27% karena beberapa faktor fundamental. Yang pertama adalah laporan keuangan FY 2017 yang menunjukkan kenaikan laba dari USD 7,93 juta menjadi USD 8,23 juta dan yang kedua adalah kabar dari adanya perubahan perjanjian jasa pertambangan dengan PT Kideco Jaya Agung dengan kontrak senilai  US$356 juta atau setara dengan Rp4,84 triliun untuk jangka waktu 5 tahun.

Emiten batubara menghijau

Selain didorong oleh saham PTRO, beberapa emiten dari subsektor batubara juga menghijau terdampak kabar positif dari India. DOID melonjak 4,84% diikuti oleh HRUM yang melaju 3,61%. Adapun ADRO dan PTBA masing masing naik lebih dari 1%. Seperti diketahui, menjelang musim panas yang sebentar lagi tiba, kebutuhan energi listrik di India diperkirakan melonjak dari sebelumnya di kisaran  6,200 Mega Watt menjadi 18,700 – 22.000 Mega Watt.

Dengan sebagian besar pembangkit listrik masih menggunakan batubara, maka kebutuhan energi yang besar ini otomatis akan menaikkan demand impor. Apalagi hal ini diperparah oleh kekurangan pasokan batubara domestik, seperti di Mumbai misalnya, kebutuhan untuk pembangkit listrik berkisar antara 30 – 32 gerbong batubara per harinya, namun dalam setahun terakhir pasokan yang tersedia hanya berkisar 18 – 20 gerbong saja.

Net sell asing hampir 1 triliun

Outflow asing dari bursa masih belum terhenti. Hingga penutupan pasar, total net sell asing mencapai 906,58 miliar dengan penjualan bersih terbesar pada saham TLKM senilai -226 miliar, diikuti BBRI -185 miliar, BBCA -116 miliar dan ASII -110 miliar. Adapun beberapa saham yang menjadi top net buy di antaranya adalah ROTI 64 miliar, TURI 54 miliar, BBNI 42 miliar, dan SMGR 19 miliar.

Bursa Asia rebound

Sempat melemah tajam pada pembukaan tadi pagi, sejumlah indeks utama bursa Asia berbalik menghijau. Indeks Nikkei 225 Jepang ditutup naik 0,72% disusul Kospi yang menguat 0,84% serta Hang Seng yang menguat 0,79%. Sentimen positif datang dari kabar bahwa Menteri Keuangan Amerika, Steven Mnuchin berencana untuk pergi ke Beijing menegosiasikan penetapan tarif impor atas beberapa barang produksi China.


Image source: www.topkarir.com

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini akan masih akan dipengaruhi oleh bursa global yang belum begitu kondusif. Bursa Amerika dan Eropa Jumat lalu ditutup melemah sedangkan bursa regional Asia pagi ini dibuka di zona merah. Indeks Nikkei 225 merosot 0,89% diikuti Shanghai Composite dan Hang Seng yang melemah 1,57% dan 0,41%. ASX 200 Australia dan STI Singapura juga terpantau turun 0,53% dan 0,65%. Meskipun demikian secara teknikal peluang rebound IHSG cukup terbuka mengingat pada pekan lalu meskipun ditutup melemah, IHSG bergerak naik dari harga pembukaan dan membentuk pola bullish marubozu yang mengindikasikan kuatnya tekanan beli. Stochastic dan RSI masih berada di zona oversold sehingga potensi rebound cukup besar.

Bursa Amerika kembali jatuh

Sejumlah indeks utama Wall Street melemah tajam pada perdagangan Jumat lalu. Indeks DowJones ambles hingga – 1,77% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing merosot -2,10% dan -2,43%. Investor lebih memilih mengambil posisi aman dan mencermati perkembangan perang dagang antara Amerika dengan China setelah Kementerian Perdagangan China mengajukan daftar 128 produk impor dari USA sebagai target tindakan balasan atas penerapan tarif senilai USD60 miliar terhadap produk impor dari negeri tirai bambu tersebut.

Bursa Eropa masih bearish

Bursa Eropa masih belum bisa kembali ke zona hijau setelah indeks acuan Stoxx 600 melemah 0,9 persen ke level terendah yang dicapai Februari tahun lalu. Saham-saham basic resources dan otomotif menjadi penekan terbesar sebagai dampak dari meluasnya eskalasi perang dagang antara Amerika dengan China. Indeks FTSE,Inggris turun -0,44 persen ke level 6.921,94. Indeks DAX  Jerman melemah -1,77 persen ke posisi 11.886,31 sedangkan Indeks CAC turun -1,39 persen ke level 5.095.22.

Minyak mentah melaju

Harga minyak WTI melonjak tajam 2,60% menuju level USD 65,88 per barel,  terdorong oleh rencana Arab Saudi untuk melanjutkan pembatasan produksi OPEC dan sekutunya hingga 2019 nanti untuk menyeimbangkan suplai minnyak global. Menteri Energi Arab Saudi, Khalid al-Falih, menyatakan bahwa anggota OPEC akan terus berkoordinasi dengan Rusia dan negara-negara produsen minyak non- OPEC lainnya terkait pembatasan pasokan yang semula hanya akan berlangsung hingga akhir 2018 diperpanjang hingga tahun 2019.

Batubara

Terkendalanya operasional pembangkit listrik tenaga batubara di New South Wales, Australia, dikhawatirkan akan menurunkan permintaan batubara untuk seminggu ke depan. Seperti diketahui pada pekan lalu , Australian Rail Track Corporation (ARTC) melaporkan adanya cuaca buruk berupa hujan lebat yang berpotensi banjir di sekitar New South Wales. Merespon hal ini, harga batubara terpantau bergerak melemah. Di Bursa Newcastle harga batubara drop hingga -0,49% ke level USD 92,10 per metrik ton sedangkan di bursa Rotterdam, harganya anjlok hingga -1,32% ke USD 78,50 per metrik ton.

CPO

Harga CPO di bursa Malaysia ditutup melemah 0,86% ke level 2426 ringgit per metrik ton setelah rilis data Malaysian Palm Oil Board menunjukkan bahwa produksi minyak sawit untuk periode 1-20 Maret 2018 mengalami peningkatan tajam 36,4% dari periode yang sama bulan sebelumnya. Selain hal tersebut, tekanan terhadap harga CPO juga datang dari rencana Malaysia untuk mulai memberlakukan pajak ekspor CPO sebesar 5% pada bulan April nanti. Hal itu berpeluang meningkatkan stok sekitar 15%-20% dalam jangka menengah.


Image source: http://chicagopolicyreview.org

0