The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Morning Review

Jatuhnya saham – saham teknologi di Amerika Serikat tadi malam mendorong aksi profit taking di bursa Asia. Indeks Nikkei 225 terpantau anjlok 1,7% diikuti Kospi yang minus hingga 1,52% sedangkan Shanghai Composite dan Hang Seng masing – masing turun 0,92% dan 0,76%. Hal ini akan memberi sentimen negatif bagi IHSG sehingga kami prediksikan akan bergerak bearish moderate. Harga komoditas yang hampir semuanya melemah juga akan menekan sektor yang berkaitan ke zona merah. Secara teknikal, meski kemarin ditutup menguat namun tekanan dari pasar terpantau cukup besar sehingga indeks ditutup jauh lebih rendah dari harga pembukaanya dan hal ini bisa berlanjut hingga pembukaan pasar hari ini.

Saham Social Media tekan bursa Amerika

Sejumlah indeks utama Wall Street serempak bergerak bearish akibat kekhawatiran akan munculnya regulasi – regulasi baru terkait social media. Indeks Dow Jones terjerembab hingga 1,43% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 ditutup ambles  2,93% dan 1,73%. Selain itu saham-saham teknologi juga tertekan oleh berita bahwa Nvidia menghentikan uji coba self-driving mobil otonom untuk sementara waktu. Hal ini membuat saham Nvidia merosot hingga 7,8%.

Bursa Eropa abaikan pergerakan Wall Street

Bursa Eropa bergerak bullish dengan indeks acuan Stoxx Europe 600 melonjak hingga 1,16% ditenagai oleh indeks DAX Jerman yang melambung hingga 1,56%. Investor Eropa merespon dengan baik  laporan bahwa AS dan China bernegosiasi untuk mencegah perang perdagangan. Sektor otomotif, kimia dan teknologi menjadi katalis utama indeks setelah sebelumnya menderita akibat isu proteksionisme Amerika.

Minyak melemah tiga hari beruntun

Sejak menyentuh harga tertinggi di USD 65 per barel pekan lalu, harga minyak masih belum mampu menahan laju bearishnya. Pada perdagangan kemarin, minyak WTI kembali jatuh 1,36% ke level USD 64,69 per barel setelah American Petroleum Institute (API) melaporkan kenaikan persediaan minyak yang lebih tinggi daripada ekspektasi, yaitu naik sebesar 5,3 juta barel menjadi 430,6 juta barel hingga akhir pekan lalu.

Batubara menguat

Berbanding terbalik dengan minyak mentah, harga batubara masih sanggup mencatatkan penguatan. Di bursa Newcastle untuk kontrak pengiriman April, harga batubara menguat 0,11% ke level USD 91,45 per ton sedangkan di Rotterdam, harganya naik tipis 0,06% ke level USD 78,00 per metrik ton.

CPO berbalik turun

Sempat bergerak menguat karena didorong oleh rilis data ekspor yang solid, harga CPO berbalik turun karena tekanan dari penguatan mata uang ringgit. Sore kemarin mata uang ringgit terpantau menguat 0,61% terhadap dolar dan bertenggger di 3,8715 per dolar AS. Harga CPO pun ditutup turun tipis 0,12% ke level 2431 ringgit per ton.


Image source: https://www.theatlantic.com

0