Morning Review

Bursa Asia menghijau terdorong rencana pertemuan bilateral Jepang – Korea Utara

Sejumlah indeks utama di regional asia bergerak di teritori positif pagi ini. Indeks Nikkei 225 Jepang melaju 0,88% diikuti Kospi yang naik 0,19% sedangkan Shanghai Composite dan Hang Seng masing – masing naik di kisaran 0,3%. Sentimen positif dari keinginan pemerintah Jepang untuk melakukan pertemuan dengan presiden Kim Jong Un dengan salah satu agendanya adalah membahas warga Jepang yang diculik oleh agen Korea Utara beberapa dekade lalu.

Di sisi lain, presiden Kim Jong Un juga telah mengumumkan kepada pemimpin Partai Pekerja Korea yang berkuasa di korut mengenai kemungkinan pertemuan tingkat tinggi dengan Jepang, Rusia dan negara-negara lain. Jika hubungan dengan negara tersebut kembali berjalan lancar, Korea Utara dikabarkan akan menerima bantuan senilai USD 20 miliar – USD 50 miliar.

Bursa Amerika masih ditekan sektor teknologi

Sejumlah indeks utama Wall Street bergerak bearish yang lagi – lagi disebabkan oleh tekanan dari sektor teknologi. Saham Amazon  dan Netflix anjlok lebih dari 4% sedangkan Apple melemah 1,1%. Di sisi lain, saham sektor consumer dan real estate menjadi buruan investor setelah data Departemen Perdagangan AS menunjukkan, pertumbuhan ekonomi kuartal keempat mencapai 2,9% secara tahunan, lebih tinggi ketimbang estimasi awal sebelumnya pada 2,5% didorong oleh laju belanja konsumen yang tinggi.

Minyak mentah melemah tipis

Harga minyak WTI ditutup melemah tipis 0,03% ke level USD 64,67 per barel, masih dibayangi oleh laporan American Petroleum Industry (API) terkait peningkatan pasokan minyak di Amerika. Selain API, Energy Information Administration (EIA) juga melaporkan persediaan minyak mentah AS meningkat 1,64 juta barel pekan lalu yang mana hampir dua kali lipat di atas estimasi analis.

Batubara lanjut menguat

Harga batubara serempak bergerak menguat setelah beredar kabar bahwa perusahaan konglomerat India, Adani Enterprises gagal memenuhi tenggat waktu pengiriman batubara dari salah satu tambang batubara terbesar di Queensland karena masalah funding.  Di newcastel untuk kontrak April, harga batubara menguat 0,27% ke level USD 91,70 per metrik ton sedangkan di Rotterdam harganya melaju hingga 0,45% ke USD 78,35 per metrik ton.

CPO terpuruk

Harga CPO di bursa Malaysia melanjutkan pelemahanya, bahkan ketika harga minyak kedelai sebagai komoditas substitusi terpantau naik. Di bursa malaysia, harga CPO ditutup turun 0,58% ke level 2417 ringgit per ton karena mata uang ringgit yang menguat hingga 0,7% ke level 3,8680 per dolar AS.

 

Image source: https://i.ytimg.com

Author


Avatar