The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

IHSG benar – benar belum bisa keluar dari trend bearishnya dan kembali ditutup melemah 0,73% ke level 6243,58 setelah diperdagangkan di rentang 6207 – 6271. Dari sepuluh sektor yang terdaftar hanya aneka industri dan mining yang mencatatkan penguatan, masing – masing sebesesar 0,15% dan 0,10%.  Harga minyak yang menguat lebih dari 1% membuat saham – saham emiten di bidang ini berkinerja positif.  Sementara itu, rebound saham ASII setelah kejatuhanya kemarin membuat sektor aneka industri berhasil ditutup naik tipis.

Di sisi lain, sektor infrastructur menjadi penekan utama indeks, terseret oleh amblesnya saham TLKM hingga -4,19% karena outflow asing yang begitu deras. Pelemahan rupiah yang terjadi akhir – akhir ini disinyalir membuat saham TLKM tidak mampu melawan trend turunya. Seperti diketahui, hutang TLKM dalam nominal USD kembali membesar setelah Februari lalu baru saja menandatangani perjanjian kredit dengan Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ sebesar USD10 miliar.

Asing kembali net sell besar

Outflow asing hari ini hampir menyentuh 1 triliun rupiah, tepatnya 935,48 miliar di keseluruhan pasar, didominasi oleh penjualan bersih di saham TLKM senilai -397 miliar yang diikuti oleh BBCA -93 miliar, UNTR -80 miliar, BMRI -78 miliar dan BBNI -67 miliar. Adapun saham – saham yang menjadi top net buy di antaranya adalah INKP 41 miliar, BKSL 22 miliar, ADRO 19 miliar dan MAPI 13 miliar.

Bursa Asia mixed

Sejumlah indeks Asia di luar Jepang bergerak positif dengan bursa China dan Korea memimpin penguatan pasar. Sentimen positif datang dari komentar Perdana menteri China, Li Keqiang, yang menegaskan bahwa tidak akan ada manfaat dari adanya perang dagang antara China dengan Amerika dan akan lebih mengedepankan upaya negoisasi, dialog serta konsultasi antara kedua belah pihak. Hasilnya, indeks Shanghai Composite dan Hang Seng pun serempak menguat 0,35% dan 0,21% serta diikuti oleh Kospi, Korea sebesar 0,42%.

Meskipun demikian, bursa Jepang tidak mengikuti penguatan regional Asia. Indeks Nikkei 225 terperosok 0,60% seiring kejatuhan saham – saham hightech terkait kekhawatiran akan adanya pengetatan regulasi di sektor ini. Selain itu, mayoritas investor bersikap wait and see karena yakin bahwa the Fed akan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya tahun ini. Survei pasar CME Group’s FedWatch mengungkapkan bahwa 94% pelaku pasar percaya akan kenaikan suku bunga tersebut.


Image source: https://katadata.co.id

0

Market Updates

Dengan transaksi yang berjalan cukup sepi, IHSG berakhir melemah 0,24% ke level 6289,57 setelah diperdagangkan di rentang 6277 – 6319. Nilai transaksi di bursa efek hari ini hanya senilai 7,45 triliun di bawah rata – rata harian bulan Maret di angka 8,5 triliun per hari. Sembilan dari sepuluh sektor yang terdaftar di BEI bergerak di zona merah dengan penekan terbesar di sektor aneka industri yang  melorot hingga 2,35%, tertekan masifnya aksi jual asing di saham ASII. Satu – satunya sektor yang berkinerja positif hanyalah finance yang naik tipis 0,39% karena sentimen  dari pulihnya penyaluran kredit di bulan Februari.

Seperti yang diketahui, Deputi Gubernur BI, Erwin Rijanto, menyatakan bahwa mulai banyak korporasi yang telah menyelesaikan masa konsolidasinya pasca menahan ekspansi sepanjang tahun 2017 sehingga penarikan kredit dari sektor korporasi bertumbuh. Hasilnya, kredit perbankan di bulan Februari naik 7,4% year on year jauh lebih tinggi daripada Januari lalu yang hanya 0,4% year on year.

Asing net sell 1 triliun

Belum kondusifnya kondisi global membuat asing melanjutkan outflownya dari bursa. Hingga penutupan market, nett sell asing tercatat mencapai 1,11 triliun di keseluruhan pasar dengan penjualan bersih terbesar pada saham ASII senilai -316 miliar, diikuti BBCA -174 miliar, TLKM -143 miliar, HMSP -140 miliar dan BMRI -119 miliar. Sementara itu net buy asing tercatat tidak terlalu signifikan dimana lima saham teratas yaitu KREN, INKP, INDY, AKRA dan BBNI hanya mencatatkan penjualan bersih senilai 94,14 miliar.

Bursa Asia mixed

Sejumlah indeks utama di regional Asia bergerak mixed sore ini. Perhatian investor yang tertuju pada rapat The Fed pada Rabu nanti membuat transaksi berjalan lesu. Indeks Kospi Korea ditutup turun 0,76% sedangkan Nikkei 225, Jepang, merosot 0,90%. Sektor teknologi menjadi penekan utama indeks setelah Apple Inc diberitakan sedang menguji coba layar MicroLED untuk perangkatnya di masa mendatang. Hal ini membuat Apple tidak perlu bergantung lagi pada layar OLED milik Samsung.

Di sisi lain, bursa China berhasil rebound dan ditutup di zona hijau dengan indeks Shanghai Composite serta Hang Seng serempak menguat 0,29% dan 0,11%. Perubahan jabatan di People’s Bank of China (PBOC) dimana Yi Gang, wakil gubernur PBOC saat ini, dinominasikan untuk menggantikan Zhou Xiaochuan sebagai kepala bank sentral China ditanggapi positif oleh pasar karena mengindikasikan kebijakan moneter yang tidak banyak berubah.

 

Image source: https://themerkle.com

0

Morning Review

Pergerakan bursa Amerika dan Eropa pada akhir pekan lalu cukup positif ditopang oleh data ekonomi dan laju sektor energi. Hal ini tentunya akan menjadi sentimen penggerak market, di samping naiknya harga komoditas minyak akibat meruncingnya hubungan Iran  – Arab. Secara teknikal, IHSG pekan lalu membentuk pola hammer di akhir trend turun, apabila dikonfirmasi dengan kenaikan indeks hari ini maka berpeluang besar menjadi tanda pembalikan arah dari bearish ke bullish. Indikator RSI dan Stochastic juga menunjukkan indeks saat ini berada di area jenuh jual.

Waspada gejolak politik Amerika dan pelemahan bursa Asia

Meski telah banyak pejabat dan menteri yang mengundurkan diri maupun dipecat oleh Donald Trump, aksi perombakan ini nampaknya masih belum usai. Sabtu lalu, Trump memecat Deputy Federal Bureau of Investigation (FBI), Andrew McCabe setelah badan pengawas internal Departemen Kehakiman AS menemukan bahwa McCabe kerap membocorkan informasi sensitif kepada wartawan dan menyesatkan penyidik tentang tindakannya tersebut. Merespon hal tersebut, bursa regional Asia pagi ini dibuka merah. Indeks Nikkei 225 anjlok 1,13% disusul Kospi yang turun 0,48%. Adapun Shanghai Composite dan Hang Seng serempak merosot 0,54% dan 0,44%.

Wall Street ditunjang data ekonomi

Sejumlah indeks utama di Wall Street menghijau  setelah rilis data produksi industrial menunjukkan peningkatan yang melebihi ekspektasi pasar. Angka produksi industrial bulan Februari 2018 menguat 1,1% month on month atau 4,4% yoy dan menjadi kenaikan terbesar dalam empat bulan terakhir. Indeks Dow Jones pun menguat 0,29% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 naik tipis 0,17% dan 0,04%.

Bursa Eropa abaikan sentimen negatif

Pasar saham Eropa berakhir di zona hijau mengabaikan kekhawatiran akan kegaduhan politik dan perang dagang Amerika. Indeks Euro Stoxx 600 naik 0,22 persen ditopang oleh sektor energi  yang melonjak 1,46%. Saham sektor finansial juga terangkat oleh kabar take over yang membuat saham NEX Group PLC melesat hingga 30,35%.

Batubara melemah

Harga batubara serempak melemah di kedua bursa utama dunia menjelang musim dingin yang segera berakhir. Di Newcastle untuk kontrak pengiriman April, harga batubara melemah 0,63% ke level USD 94,40 per metrik ton sedangkan di Rotterdam, untuk kontrak bulan yang sama, harganya ambles hingga 1,05% ke USD 79,85 per metrik ton.

Harga minyak menguat

Harga minyak WTI masih mampu membukukan penguatan di tengah menguatnya mata uang dollar. Pada perdagangan Jumat lalu, minyak WTI menanjak 1,88% ke level USD 62,34 per barel dikarenakan meningkatnya tensi antara Arab Saudi dan Iran. Pangeran Arab, Mohammed bin Salman mengancam Irak bahwa apabila mereka mengembangkan bom nuklir, maka Arab Saudi tidak akan tinggal diam. Bahkan pangeran Salman menyebut bahwa pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei, merupakan Hitler baru di Timur Tengah.

CPO turun

Harga CPO di bursa Malaysia ditutup melemah 1,26% ke level 2418 ringgit per ton seiring dengan melemahnya harga minyak kedelai yang merupakan komoditas substitusinya.

 

 

Image source: www.wsj.com

0

Market Updates

Sempat naik di awal perdagangan, IHSG kembali terpuruk seiring dengan melemahnya bursa Asia dan derasnya arus dana asing yang keluar dari bursa. Bergerak di rentang 6236 – 6304, IHSG ditutup turun 0,27% ke level 6304,95. Sektor infrastructur masih terpuruk dengan saham TLKM dan PGAS yang masih bearish. Berikutnya sektor agri juga terjatuh cukup dalam, -1,68% setelah rilis data impor CPO India menunjukkan penurunan sebesar 9% year on year. Di sisi lain, sektor mining yang sempat merosot hingga -0,9% berhasil ditutup naik tipis 0,1% seiring dengan beredarnya berita bahwa produksi batubara mingguan Amerika yang berakhir pada 10 Maret tercatat turun 1,9% week on week.

Asing net sell jumbo

Outflow asing di akhir hingga penutupan pasar tercatat cukup besar mencapai 1,03 triliun, jauh melampaui rata-rata outflow harian bulan ini sebesar 727 miliar. Saham ASII dan BBRI menjadi yang paling banyak dijual asing dengan net sell sebesar -323 miliar dan -249 miliar, diikuti oleh BMRI -175 miliar, UNTR -156 miliar dan UNVR -138 miliar. Di sisi lain, saham BBCA berbalik menjadi top net buy asing dengan pembelian bersih 107 miliar, disusul oleh ROTI 103 miliar, INKP 72 miliar, SMGR 33 miliar dan ITMG 33 miliar.

Bursa Asia bearish

Di luar indeks Kospi, Korea Selatan, hampir semua indeks utama di regional Asia ditutup melemah, terdampak sentimen dari kabar akan dipecatnya penasehat kemanan nasional AS, Herbert Raymond McMaster, yang mana tidak berselang lama dari kepergian Rex Tillerson dan Gary Cohn sehingga menimbulkan ketidakpastian politik di negeri adidaya tersebut. Selain itu, ketegangan antara Inggris, Amerika dengan Rusia terkait tuduhan pembunuhan terhadap agen ganda Sergei Skripal turut menimbulkan kekhawatiran timbulnya perang dingin.

Indeks MSCI Asia Pacific terpantau turun 0,18% sore ini dengan penekan terbesar dari bursa China dimana indeks Shanghai Composite dan Hang Seng serentak melemah 0,65% dan 0,30%. Kemudian dari Jepang, indeks Nikkei 225 ikut merosot 0,58% setelah rilis data produksi industri turun 7,3% dibanding bulan sebelumnya.


Image source: http://www.groundtruthtrekking.org

0

Market Updates

Pergerakan pasar saham hari ini masih berkutat di zona merah terdampak sentimen dari dalam negeri berupa defisitnya neraca perdagangan dan dari luar negeri berupa melemahnya harga komoditas serta penurunan bursa Wall Street. Diperdagangkan dengan rentang 6316 – 6372, IHSG ditutup merosot hingga 0,95% ke level 6321,90. Sembilan dari sepuluh sektor menopang bursa bergerak bearish dengan penekan terbesar pada sektor infrastructur yang anjlok hingga 2,66% terseret pelemahan di saham PGAS dan TLKM.

Isu seputar PGAS masih terkait dengan pipa gas bocor yang terjadi hingga dua kali sedangkan  proses perbaikanya belum kunjung usai hingga kini. Di sisi lain, pelemahan saham TLKM dipengaruhi oleh rilis laporan keuangan FY 2017 yang mana meskipun mencatatkan pertumbuhan laba hingga 14,4% namun dari segi pendapatan telepon terlihat ada penurunan sebesar 2,77%.  Selain hal tersebut, saham TLKM juga tertekan oleh aksi jual asing yang cukup masif hingga -290 miliar.

Neraca Februari Defisit

BPS melaporkan neraca perdagangan Indonesia pada bulan Februari mengalami defisit sebesar 0,12 miliar dolar AS yang dipicu oleh defisit dari sektor migas senilai 0,87 miliar dolar AS. Ekspor Indonesia pada Februari 2018 menurun 3,14% dibanding Januari 2018, namun bila dilihat secara year on year masih tercatat naik 11,76%. Adapun nilai impor Indonesia Februari turun 7,16%  dibanding Januari 2018 yang disebabkan oleh turunnya nilai impor nonmigas sebesar 1.098,0 juta dolar AS.

Outflow asing cukup deras

Nett sell asing hingga penutupan market  mencapai 635,17 miliar di keseluruhan pasar, didominasi oleh penjualan besar di saham TLKM ( -290 miliar), BBRI (-153 miliar), HMSP (76 miliar) dan  UNTR (-42 miliar). Sementara itu saham BBCA dan SMGR menjadi top net buy asing meskipun dengan nominal yang tidak signifikan sebesar 45 miliar dan 34 miliar, diikuti oleh AISA 20 miliar, BBNI 19 miliar dan AKRA 14 miliar.

Bursa Asia mixed

Meski pagi tadi serentak bergerak melemah, sebagian indeks di regional Asia berhasil rebound ditenagai oleh rilis data ekonomi di masing – masing negara. Dari China, data Foreign Direct Investment tercatat naik 0,5% meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 0,3%. Kemudian dari Jepang arus dana asing yang masuk ke obligasi tercatat mencapai 1,09 miliar dolar melesat dari bulan sebelumnya yang minus 1,17 miliar. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia Pasific terpantau naik tipis 0,05% sore ini.

 

Image source: http://www.prensa-latina.cu

0

Morning Review

Bursa Amerika memperpanjang penurunanya di hari ketiga setelah presiden Donlad Trump berencana untuk menjatuhkan tarif baru kepada China hingga USD 60 miliar dengan sasaran pada sektor teknologi, pakaian dan telekomunikasi. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi defisit neraca perdagangan dengan China yang mencapai USD 100 miliar. Merespon hal tersebut, kekhawatiran investor akan aksi balasan terhadap negara yang menjadi mitra dagang semakin meningkat dan membuat aksi jual melanda pasar. Indeks Dow Jones ditutup merosot  1,00% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 turun 0,19% dan 0,64%.

IHSG berpotensi melemah terbatas

Pergerakan IHSG hari ini akan dipengaruhi oleh kondisi bursa Amerika dan regional Asia yang kurang kondusif. Indeks Nikkei 225 terpantau melemah 0,77% sedangkan Kospi melorot 0,40%. Adapun Shanghai Composite dan Hang Seng serempak melemah 0,13% dan 0,80%. Harga komoditas batubara, emas dan logam industri juga bergerak turun dan berpotensi menyeret emiten yang terkait. Secara teknikal stochastic membentuk dead cross yang mengindikasikan pelemahan lanjutan. Namun demikian, IHSG sudah mendekati support di level 6344 sehingga kemungkinan adanya teknikal rebound cukup besar dan didukung oleh indikator RSI yang sudah berada di zona jenuh jual.

Batubara tertekan produksi China

Harga batubara serempak melemah di kedua bursa utama dunia. Di Newcastle untuk kontrak April harganya turun tipis 0,05% namun di Rotterdam, batubara drop hingga 1,94%. Anjloknya harga batubara terjadi setelah China merilis data produksi batubara di bulan Januari dan Februari yang naik 5,7% year on year. Kenaikan ini bahkan terjadi ketika banyaknya tambang yang ditutup akibat isu lingkungan pada pertengahan tahun lalu.

Minyak mentah menguat

Harga minyak WTI berhasil rebound dan ditutup naik 0,13% ke level USD 60,93 per barel menyusul rilis data stok bensin yang menyusut hingga 4,53 juta barel yang mana merupakan penurunan terbesar sejak September tahun lalu. Hal ini mengindikasikan besarnya permintaan domestik yang terjadi di tengah laju produksi Amerika yang sudah melampaui Arab Saudi.

CPO melaju

Harga CPO di bursa Malaysia berakhir melonjak tajam hingga 1,24% ke level 2440 ringgit per ton seiring dengan rilis data ekspor ke India yang diperkirakan mengalami peningkatan untuk mengantisipasi kenaikan permintaan di musim panas. Tahun lalu, India mengimpor 795.000 ton CPO atau naik 8% secara year on year.

 

Image source: http://www.asiafinancialpublishing.com

0

Market Updates

IHSG masih belum mampu keluar dari trend negatifnya dan kembali ditutup turun 0,47% ke level 6382,62 setelah diperdagangkan di rentang 6363 – 6382. Delapan dari sepuluh sektor melemah dengan penekan utama di sektor mining, miscellaneous industry trade dan agriculture yang masing – masing turun lebih dari 1%. Adapun dua sektor yang bergerak positif hanyalah consumer dan finance yang naik tipis 0,16% dan 0,10% karena rebound di saham HMSP dan BBNI.

Asing net sell besar

Outflow asing yang serentak terjadi di bursa regioanl Asia juga turut menimpa Indonesia. Hingga penutupan market sore ini, outflow asing dari bursa tercatat mencapai 597,26 miliar di keseluruhan pasar dengan net sell terbesar pada saham SCMA (-103 miliar) dan ASII (-64 miliar) yang diikuti oleh UNTR (-63 miliar), BMRI (-58 miliar) dan TLKM (-58 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net buy di antaranya adalah  BBNI 32 miliar, BKSL 27 miliar, BBCA 24 miliar dan KREN 24 miliar.

Bursa Asia Merah

Gejolak yang terjadi di gedung putih dimana pemecatan Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson, yang hanya kurang dari sepekan setelah penasihat ekonomi utama Gary Cohn mengundurkan diri, benar – benar mengejutkan pasar dan mendorong aksi profit taking di sejumlah negara Asia.  Selain itu perhatian investor juga tertuju pada meeting the FED dengan salah satu agendanya mengenai kenikan suku bunga yang akan digelar besok Kamis. Sebagai hasilnya, indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang, sore ini terpantau melemah 0,30% ke level 744,60.

Dari Korea, indeks Kospi ditutup turun 0,34% tertekan oleh aksi jual investor asing yang terjadi pertama kalinya dalam empat hari terakhir senilai 129,6 miliar won.  Selain itu, investor institusional juga melakukan aksi jual dan melepas sejumlah portofolio mereka senilai 141,9 miliar won. Sementara itu dari Jepang, indeks Nikkei 225 berakhir merosot 0,85% tertekan oleh sektor transportasi dan consumer. Mata uang yen yang menguat juga turut membebani kinerja saham – saham berorientasi ekspor.

Kemudian dari bursa China, Indeks Shanghai Composite dan Hang Seng belum bisa beranjak dari zona merah dan terperosok masing – masing 0,57% dan 0,41%. Sentimen positif dari dalam negeri berupa rilis data produksi industri yang solid tidak mampu menekan aksi jual di pasar setelah beredarnya laporan bahwa Amerika berniat mengenakan tarif impor hingga USD 60 miliar kepada China dalam waktu dekat ini.

 

Image source: https://ak7.picdn.net

0

Morning Update

Melemahnya dollar indeks akibat pemecatan Menteri Luar Negeri AS, Rex Tillerson, membawa angin segar bagi beberapa harga komoditas. Batubara dan CPO mulai menampakkan tanda – tanda kenaikan meski minyak masih berjuang keluar dari zona merah. Hal ini tentunya akan menjadi sentimen positif bagi IHSG di tengah bursa Amerika, Eropa dan Regional Asia yang pagi ini dibuka turun. Secara teknikal, tekanan jual masih terlihat cukup kuat dari pasar namun IHSG sudah berada di dekat lower bollinger band 20. RSI sudah berada di zona oversold sedangkan stochastic berpeluang membentuk dead cross di area netral. Kami memperkirakan IHSG masih akan bergerak melemah terbatas hari ini.

Dow Jones melemah di hari kedua

Sejumlah indeks utama Wall Street ditutup di teritori negatif terseret oleh sentimen dari pemecatan Rex Tillerson serta kemungkinan tambahan tarif impor oleh AS terhadap China yang berpotensi menimbulkan aksi balasan. Pemecatan Rex Tillerson dan Gary Cohn yang berhalauan moderat dianggap semakin mendekatkan Amerika ke dalam isu proteksionisme. Hasilnya, indeks Dow Jones berakhir melemah 0,68% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing terperosok 0,64% dan 1,02%.

Bursa Eropa terpukul penguatan Euro

Penguatan drastis mata uang Euro terhadap dollar sebesar 0,5% membuat emiten – emitten yang berorientasi ekspor melemah tajam. Indeks DAX Jerman anjlok 1,59% sedangkan FTSE Inggris jatuh 1,05%. Secara keseluruhan indeks bursa Eropa, Euro Stoxx 600 ditutup turun 1%.

Penurunan minyak mentah tertahan

Sempat jatuh lebih dari 1%, harga minyak berhasil mengikis pelemahanya menyusul data American Petroleum Institute yang dikabarkan melaporkan penurunan jumlah persediaan minyak sulingan untuk industri sebesar 4,26 juta barel. Hal ini membuat minyak WTI hanya melemah 0,86% ke level USD 60,85 per barel.

Batubara mixed

Harga batubara di kedua bursa utama dunia bergerak mixed. Di Newcastle untuk kontrak pengiriman April harganya terpantau turun 0,32% ke level USD 93,75 per metrik ton namun di Rotterdam harganya justru melambung 1,10% ke level USD 82,55 per metrik ton.

CPO di atas level 2400

Harga CPO berhasil melanjutkan rebound dan ditutup naik 1,26% ke level 2410 ringgit per ton. Penguatan CPO ditenagai oleh melonjaknya harga minyak kedelai yang merupakan komoditas substitusinya sebesar 1,46%.


Image source: cdn.cnn.com

0

Market Updates

Terseret oleh pelemahan bursa Amerika dan penurunan harga komoditas, IHSG ditutup anjlok 1,35% ke level 6412,85 setelah diperdagangkan di rentang 6399 – 6501. Semua sektor bergerak melemah dengan penekan utama pada sektor consumer yang terperosok hingga -2,35% disusul oleh infrastructure, -2,10% dan mining, -1,75%. Pelemahan di sektor consumer disebabkan oleh jatuhnya harga saham GGRM dan HMSP terdampak sentimen negatif dari penurunan penjualan rokok di bulan Februari sebesar 2% year on year dan turun dari capaian Januari 2017 yang sebesar 7,3% YoY. 

Sementara itu, di sektor infrastructur, penjualan besar asing di saham TLKM membuat sahamnya melemah hingga 2,62% dan membebani sektor ini secara keseluruhan. Berikutnya kejatuhan di sektor mining lebih disebabkan oleh penurunan harga komoditas terkait, yaitu batubara dan minyak bumi. Hal ini kemudian diperparah oleh penguatan dollar indeks yang sore ini terapresiasi hingga  0,17% ke level 90,04. Seperti diketahui, penguatan mata uang dollar umumnya berkorelasi negatif terhadap harga komoditas.

Asing net sell besar

Hingga penutupan market, outflow asing dari bursa terpantau mencapai 702,07 miliar di keseluruhan pasar. Saham BBRI, TLKM dan BMRI menjadi top net sell asing dengan masing – masing mencatatkan penjualan bersih lebih dari 100 miliar. Adapun top net buy asing hari ini masih dipegang oleh BBCA dengan pembelian bersih senilai 56 miliar diikuti ADRO 41 miliar, MIKA 21 miliar dan INCO 17 miliar.

Bursa Asia mixed

Pergerakan bursa Asia sore hari ini cukup bervariasi. Investor harap – harap cemas menantikan rilis data inflasi dan penjualan retail AS untuk sedikit mendapatkan petunjuk arah laju pengetatan suku bunga oleh The Fed. Indeks MSCI Asia Pacific yang digunakan sebagai barometer bursa regional Asia terpantau naik tipis 0,2%, rebound dari pelemahanya di pagi hari tadi.

Dari bursa Jepang, indeks Nikkei 225 berhasil keluar dari teritori negatif dan ditutup melonjak 2,30% seiring dengan melemahnya mata uang yen terhadap dolar AS. Padahal pada pembukaan tadi pagi, Nikkei 225 sempat jatuh terdampak skandal kroniisme yang menyeret PM Shinzo Abe dan Menteri Aso.  Selain dari Jepang, Indeks Kospi Korea juga turut ditutup menguat 0,42% ke level 2.494,49.

Di sisi lain, indeks Shanghai Composite dan Hang Seng serempak melemah 0,49% dan 0,16% setelah pemerintah China mengumumkan rencana penggabungan regulator pada industri perbankan dan asuransi untuk mengatasi timbunan utang perusahaan yang semakin berkembang. Hal ini dikhawatirkan akan semakin menyulitkan proses pencairan kredit ke swasta. Kemudian dari Australia, indeks ASX 200 berakhir turun 0,36% terseret oleh pelemahan di sektor mining yang disebabkan oleh merosotnya harga batubara dan minyak mentah.


Image source: sanjoseinside.com

0

Market Updates

Dipengaruhi oleh kondisi bursa global yang kondusif, gerak IHSG konsisten di zona positif dan bahkan ditutup di level tertingginya hari ini pada posisi 6500,69, naik 1,05% atau 67,37 poin. Dari sepuluh sektor yang menopang bursa, sembilan di antaranya bergerak bullish dengan pendorong utama di sektor mining yang melompat hingga 2,43%. Kepanikan investor di sektor ini mulai reda dan mulai menghitung ulang dampak dari penerapan kebijakan harga batubara DMO terhadap pertumbuhan revenue perusahaan. Selain mining, sektor basic industry, infrastructure, dan finance juga menguat di atas 1%.

Satu –satunya sektor yang mengalami penurunan adalah agriculture yang terseret oleh melemahnya saham emiten CPO. Analis lokal dan internasional di palm oil conference, Malaysia, ramai – ramai merevisi perhitungan harga CPO tahun ini, dari sebelumnya optimis di kisaran 2500 – 2900 ringgit per ton kini turun hingga batas bawah di level 2200 ringgit per ton. Proyeksi kenaikan produksi dan isu proteksionisme CPO di India menimbulkan kekhawatiran akan berlebihnya suplai global.

Aliran dana asing mulai masuk ke bursa

Inflow besar di saham perbankan membuat asing mencatatkan net buy sebesar 111,03 miliar di keseluruhan pasar. Saham BBCA yang minggu lalu merilis laporan keuanganya menjadi top net buy dengan pembelian bersih senilai 173 miliar, BMRI menyusul di peringkat kedua dengan nominal 86 miliar kemudian KLBF 60 miliar, INKP 49 miliar dan BKSL 36 miliar. Adapun saham – saham yang menjadi top net sell asing hari ini diantaranya adalah ASII (-68 miliar), BBRI (-64 miliar), UNTR (-58 miliar) dan INTP (-45 miliar).

Bursa Asia naik tinggi

Mengekor pergerakan bursa global, sejumlah indeks utama Asia serempak menguat. Optimisme investor akan pertumbuhan ekonomi Amerika pasca rilis data tenaga kerja yang solid mendorong aksi beli di market. Kekhawatiran akan timbulnya inflasi yang tinggi juga pupus setelah upah rata-rata per jam justru mengalami penurunan sebesar 2,6%. Secara keseluruhan indeks MSCI Asia Pasific di luar Jepang terpantau menguat di kisaran 1,3%.

Dari Korea indeks Kospi berakhir naik 1,00% ditopang oleh saham – saham teknologi dan perbankan. Saham produsen chip, SK Hyenik melonjak 1,92% sedangkan grup perbankan Hana Financial melaju hingga 4,78%. Sementara itu dari daratan utama China, indeks Shanghai Composite dan Hang Seng serempak naik  0,59% dan 1,96% seiring menurunya kekhawatiran akan perang dagang karena banyaknya pengecualian yang dibuat oleh presiden Trump terhadap pengenaan tarif impor.

Sementara itu dari Jepang, indeks Nikkei 225 ditutup melambung 1,77% ditenagai oleh bullish di sektor permesinan dan otomotif. Saham Toyota dan Honda Motor Co. Ltd. yang masing-masing menguat 2,46% dan 3,20% menjadi pendorong utama indeks. Selain itu, Nikkei volatility terpantau turun 2,99% mengindikasikan meredanya kecemasan pasar dan kembalinya minat investor terhadap aset beresiko seperti saham.


Image source: schneider-electric.com

0

PREVIOUS POSTSPage 2 of 4NEXT POSTS