The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Seperti pada penutupan pekan lalu, IHSG hari ini ditutup di level tertinggi harian yaitu 6240, 57 atau naik 0,83% meskipun sempat bergerak turun hingga 6168. Bursa regional Asia yang berbalik melemah tidak menghalangi laju kenaikan IHSG yang didukung oleh rilis data inflasi yang sedikit di atas perkiraan pasar. Delapan dari sepuluh sektor yang menyokong bursa bergerak di zona hijau dengan pendorong terbesar di sektor aneka industri yang naik 2,85% terbantu oleh lonjakan saham ASII. Selain sektor tersebut, Consumer, Construction, Infrastructur dan Manufacture juga menguat lebih dari satu persen.

Data Inflasi didukung penurunan DPK

Pertumbuhan inflasi yang melebihi ekspektasi disambut baik oleh market. BPS mencatat inflasi Maret tumbuh 0,12% secara month on month atau 3,4% secara year on year. Hal ini sedikit lebih tinggi daripada konsensus di angka 0,12% mom dan 3,35% yoy. Meski demikian, inflasi yang tinggi ini dianggap sebagai hal positif yang menandakan bahwa konsumsi masyarakat mulai meningkat. Hal ini didukung dari data pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan yang terus menunjukkan trend turun, Pada Desember tahun lalu pertumbuhan DPK mencapai 9,4% yoy, kemudian di Januari turun menjadi 8,4% yoy yang dilanjut pada Februari sebesar 8,22% yoy.

Asing masih net sell

Asing kembali mencatatkan outflow dengan penjualan bersih di keseluruhan pasar mencapai 243,96 miliar. UNTR dan ASII menjadi yang paling banyak dijual asing dengan net sell masing – masing sebesar -85 miliar dan -73 miliar, diikuti oleh UNVR -47 miliar, TLKM -39 miliar dan BBCA -35 miliar. Adapun beberapa saham yang mencatatkan top net buy di antaanya adalah INDY 35 miliar, BUMI 33 miliar, BBNI 24 miliar, KLBF 21 miliar dan MNCN 20 miliar.

Bursa Asia berbalik merah

Meski sempat menghijau di awal pembukaan market, sejumlah indeks utama Asia berbalik ke teritori negatif. Meruncingnya hubungan Rusia dengan berbagai negara dan juga tensi perang dagang China – Amerika membuat pasar menjadi tertekan. Indeks Nikkei 225 Jepang ditutup turun 0,09% diikuti Kospi dan Shanghai Composite yang melemah tipis 0,09% dan 0,16%. Meski demikian Hang Seng masih sanggup mempertahankan penguatanya dan ditutup menanjak 0,24%.

Seperti diketahui, pagi tadi China mulai memberlakukan tarif impor hingga 25% pada 128 produk Amerika Serikat meliputi daging babi beku, wine, buah-buahan dan kacang-kacangan. Produk – produk yang dibebani bea impor ini sama dengan daftar tarif yang dirilis pada 23 Maret lalu dengan rincian 120 produk dikenai bea masuk 15% dan delapan sisanya dengan tarif 25%.

Kemudian terkait ketegangan dengan Rusia, dikabarkan bahwa pemerintahan Rusia melayangkan protes keras terkait pengusiran utusan Moskow dari markas besar PBB oleh Amerika. Gennady Gatilov yang merupakan utusan untuk kantor PBB di Jenewa menyebut bahwa Amerika melanggar hukum dengan mengusir diplomat Rusia dari markas besar PBB dan menyatakan Amerika gagal sebagai negara tuan rumah bagi badan internasional.


Image source: https://i.pinimg.com/

0

Morning Review

Ditenagai oleh sentimen positif dari bursa global, IHSG hari ini kami prediksikan akan bergerak menguat. Bursa Amerika dan Eropa ditutup positif minggu lalu sedangkan regional Asia pagi ini hampir semuanya menghijau. Indeks Nikkei melaju 0,64% diikuti Kospi yang menanjak 0,61% sedangkan Shanghai Composite dan Hang Seng masing – masing naik 0,29% dan 0,24%.  Secara teknikal IHSG masih berada di zona jenuh jual, tercermin dari indikator RSI dan Stochastic. Pola Candle minggu lalu yang mengindikasikan tekanan beli kuat di akhir perdagangan berpotensi untuk berlanjut pada pagi ini.

Bursa Amerika kembali bersinar

Bursa Wall Strett berakhir positif di penutupan bulan Maret. Indeks Dow Jones melaju 1,07% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 melonjak 1,38% dan 1,64%. Saham teknologi dan otomotif menjadi katalis utama. Facebook yang mulai pulih dari skandal penyalahgunaan data rebound hingga 4,4% disusul Intel yang melambung 5,0%. Dari sektor otomotif, Tesla memimpin penguatan sebesar 3,2% sementara Boeing, Cisco dan ExxonMobil menguat lebih dari dua persen.

Bursa Eropa bullish

Seperti halnya di bursa Amerika, indeks acuan utama Eropa, Euro Stoxx 600 mengakhiri bulan Maret dengan kenaikan sebesar 0,44% terdorong oleh bullish di sektor otomotif. Saham pabrikan otomotif Perancis, Renault, melesat 6% setelah beredar kabar akan adanya merger dengan Nissan meski emiten terkait menolak untuk mengkonfirmasi hal tersebut. Sementara itu, indeks DAX Jerman memimpin penguatan regional Eropa dengan lonjakan hingga 1,78% karena rilis data pengangguran Jerman mencapai rekor terendah pada periode Maret, yakni 5,3 persen.

Minyak mentah rebound

Harga minyak WTI ditutup naik 0,37% ke level USD 64,91 per barel. Pendorong harga minyak berasal dari data Baker Hughes yang melaporkan jumlah rig pekan lalu  turun tujuh buah menjadi hanya 797 rig saja. Namun demikian, bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, jumlah rig minyak AS masih jauh lebih tinggi. Tahun lalu jumlah rig minyak aktif hanya mencapai 662 rig.

Batubara

Harga Batubara masih bisa mempertahankan penguatanya. Di bursa Newcastle untuk kontrak April, harga batubara naik 0,60% ke level USD 92,25 per metrik ton. Laporan the Sierra Club dan CoalSwarm yang menyebutkan pembangunan masif pembangkit listrik tenaga batubara oleh China mendorong harga terus menguat. Seperti dilaporkan, dalam 20 tahun ke depan, perusahaan – perusahaan China diperkirakan akan membangun 1600 pembangkit listrik tenaga batubara di lebih dari 62 negara di dunia.

CPO melemah

Pada penutupan minggu lalu, harga CPO kontrak Juni 2018 ditutup melemah 0,58% jadi RM 2.404 per metrik ton. Proyeksi pulihnya produksi sawit  tahun ini menghantui laju CPO. Sepanjang 2018, produksi CPO Malaysia diperkirakan mencapai 20,5 juta ton yang mana jika terwujud, maka angka tersebut merupakan rekor baru produksi CPO Malaysia.


Image source: http://www.jmarkpowell.com/

0