The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini mengikuti bursa global yang melemah akibat hubungan perdagangan global yang mengkhawatirkan. Harga komoditas yang melemah juga turut menekan harga saham emiten – emiten terkait. Sebagai hasilnya IHSG ditutup turun 0,19% ke level 6229,01 setelah diperdagangkan di rentang 6202 – 6234. Dari sepuluh sektor yang menopang bursa hanya tiga yang bergerak di zona hijau yaitu sektor aneka industri, konstruksi dan trade. Tujuh sisanya melemah namun tidak begitu besar di kisaran -0,3%.

Asing masih net sell

Hingga penutupan pasar, outflow asing dari bursa mencapai total -384,14 miliar di keseluruhan pasar. TLKM lagi – lagi menjadi top net sell dengan total dana asing yang keluar mencapai -131 miliar, diikuti oleh BDMN -72 miliar, BMRI -55 miliar, BBNI -51 miliar dan HMSP -40 miliar. Adapun saham – saham yang menjadi top net buy di antaranya adalah BBCA 47 miliar, SMGR 32 miliar, BUMI 20 miliar, dan INCO 18 miliar.

Bursa Asia kembali bearish

Sejumlah indeks utama Asia kembali melemah selama dua hari beruntun. Indeks Nikkei ditutup turun -0,49% disusul oleh Kospi -0,07% dan Shanghai Composite yang anjlok hingga -0,84%. STI Singapura dan ASX 200 Australia juga terpantau turun -0,54% dan -0,13%. Pelemahan bursa regional Asia terkait oleh hubungan perdagangan AS – China yang saling mengenakan tarif bea masuk impor. Hal ini memicu kekhawatiran akan terganggunya prospek pertumbuhan global kedua negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia tersebut.


Image source: http://images.indianexpress.com

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan cenderung untuk bergerak melemah secara terbatas terpengaruh kondisi bursa Amerika dan regional Asia yang kurang kondusif. Indeks Wall Stret turun tajam malam tadi sedangkan bursaregional Asia dibuka merah. Indeks Nikkei 225 terpantau melemah 0,85% diikuti Kospi yang merosot 0,48%. Adapun Shanghai Composite dan Hang Seng turun 0,84% dan 0,49%. Meski demikian, karena IHSG saat ini masih berada di zona jenuh jual maka penurunan akan terbatas, hal ini juga didukung oleh trend penurunan arus dana asing yang keluar dari bursa selama dua hari terakhir.

Bursa Amerika melemah

Sejumlah indeks utama Wall Street mengalami penurunan seiring dengan kejatuhan sektor teknologi dan kekhawatiran ekskalasi perang dagang yang terus meluas.  Indeks Dow Jone merosot hingga -1,90% disusul Nasdaq dan S&P yang turun 2,74% dan 2,23%. Saham – saham raksasa teknologi  Amazon, dan Tesla Motors jatuh lebih dari 5% sedangkan Facebook kehilangan harga 2,8%.

Minyak mentah terperosok

Harga minyak WTI anjlok cukup tajam hingga -3,22% ke level USD 62,85 per barel tertekan oleh kabar bahwa Arab Saudi akan memotong harga minyaknya menjadi lebih rendah untuk dipasarkan di daerah Asia. Kemudian hal ini diperparah oleh rilis data Rusia yang menunjukkan peningkatan produksi minyak menjadi 10,97 juta barel per hari pada Maret lalu.

Batubara stagnan,

Harga batubara stagnan setelah libur panjang memperingati hari raya paskah. Di Newcastle harga batubara dipatok USD 79,35 per metrik ton sedangkan di Rotterdam harganya tetap 90,90 per metrik ton.

CPO subur

Harga CPO naik cukup signifikan hingga 1,40% ke level 2459 ringgit per ton. Pendorong harga sawit berasal dari rilis data ekspor CPO Malaysia selama bulan Maret naik 21,6% menjadi 1,39 ton karena permintaan akan biodiesel dan persiapan menjelang bulan Ramadhan. Selain itu cadangan CPO di Indonesia yang menunjukkan penurunan sebesar 8% pada bulan lalu turut menopang laju harga sawit.


Image source: http://www.the-blockchain.com

0