Morning Review

Bursa Wall Street kembali bergairah, peluang IHSG untuk rebound

Setelah pada sesi sebelumnya anjlok tajam, ketiga indeks utama Wall Street mampu rebound cukup besar seiring pulihnya beberapa saham teknologi blue chip. Indeks Dow Jones melambung hingga 1,65% diikuti oleh S&P dan Nasdaq yang melaju 1,04% dan 1,26%. Harga – harga saham yang sudah masuk zona jenuh jual menjadi sasaran beli investor karena dianggap sudah cukup murah. Selain itu, optimisme menjelang musim laporan keuangan turut menjadi alasan kuatnya tekanan beli.  Analis Wall Street memperkirakan pendapatan emiten pada indeks S&P 500 akan meningkat 18,4% pada kuartal pertama tahun 2018 ini.

IHSG mixed menguat

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan mixed dengan kecenderungan untuk menguat terbatas terdorong oleh sentimen dari penguatan bursa Amerika dan harga beberapa komoditas. Secara teknikal, RSI dan Stochastic masih menunjukkan arah naik meski sudah keluar dari zona overbought. Apabila Indeks berhasil bertahan di atas level 6240 hari ini, maka potensi untuk berbalik arah menjadi uptrend akan cukup besar. Kemudian dari regional Asia, beberapa indeks utama bergerak beragam dengan Nikkei dan Shanghai composite menguat 0,25% dan 0,34% sedangkan Hang Seng, Kospi, dan STI Singapura terpantau melemah di kisaran 0,3%.

Minyak mentah menguat

Harga minyak WTI ditutup naik 1,15% ke level USD 63,57 per barel setelah American Petroleum Institute secara tak terduga melaporkan persediaan minyak mentah turun 3,28 juta barel pekan lalu. Selain itu hasil sentimen positif juga datang dari survei Bloomberg terhadap sejumlah analis, perusahaan minyak dan perusahaan kargo yang menyebutkan bahwa output OPEC pada Maret diperkirakan turun ke level terendah dalam setahun.

Batubara ikut naik

Mengekor minyak mentah, harga batubara di kedua bursa utama dunia ikut menguat. Di Newcastle untuk kontrak pengiriman Mei harganya naik 0,88% sedangkan di Rotterdam harganya melambung hingga 1,45%. Namun demikian, investor perlu mewaspadai sentimen negatif dari dalam negeri terkait penurunan Harga Batubara Acuan  (HBA) pada bulan April menjadi USD 94,75 per metrik ton atau turun 6,9% dibandingkan HBA pada Maret yang sebesar US$ 101,89 per ton.

CPO berbalik melemah

Harga CPO di bursa Malaysia ditutup turun 0,89% ke level 2437 ringgit per ton terdorong oleh aksi profit taking investor setelah lonjakan harga yang terjadi sebelumnya. Meski turun, sejauh ini sentimen CPO cukup baik karena sejumlah survey kargo menyatakan bahwa ekspor mengalami peningkatan sebesar 19 – 21%. Harga minyak kedelai yang merupakan komoditas substitusi kuga terpantau mengalami kenaikan hingga 0,94%.

 

Image source: https://2bitcoins.ru

Author


Avatar