Market Updates

Sektor mining berbalik melemah, IHSG ditutup turun 0,13%

Pergerakan IHSG hari ini mayoritas berada di zona merah mengikuti gerakan bursa regional Asia. Volume transaksi yang rendah juga membuat market bergerak lesu. Total nilai transaksi hari ini hanya 5,28 triliun, jauh di bawah rata – rata harian bulan lalu yang mencapai 9,13 triliun. Diperdagangkan dengan rentang 6165 – 6192, IHSG ditutup melemah tipis 0,13% ke level 6175,05. Dari 10 sektor yang terdaftar, hanya consumer, construction dan manufacture yang berada di zona hijau, sisanya melemah dengan penekan terbesar di sektor aneka industri dan finance yang merosot 0,91% dan 0,45%. Sektor mining yang di awal perdagangan sempat melonjak hingga 0,85% berbalik turun 0,12%.

Pelemahan sektor mining terkait dengan data ekspor batubara Australia yang secara mengejutkan turun 13% secara year on year. Seperti dilaporkan, ekspor batubara dari Gladstone yang merupakan tambang terbesar keempat di dunia pada bulan Maret hanya sebesar 4,72 juta ton, jauh di bawah ekspor tahun lalu 6,31 juta ton. Hal ini dikarenakan penurunan demand dari Jepang sebesar 25% yoy dan juga impor batubara China yang anjlok 52% yoy seiring dengan masifnya kampanye energi ramah lingkungan di negara tersebut.

Sektor agri turut melemah

Selain mining, sektor Agri juga terpantau balik badan. Sebelumnya sektor ini mendapat sentimen positif dari pengenaan tarif kedelai Amerika yang diproyeksikan akan menurunkan demand dan beralih ke produk turunan sawit. Hal ini semakin dikuatkan dari rilis data lembaga survey yang menunjukkan ekspor CPO Malaysia pada bulan Maret naik 19,3% month on month. Namun demikian, kenaikan tersebut diimbangi oleh mulai pulihnya tingkat produksi. Setelah lima bulan terakhir cenderung menurun, pada bulan Maret tercatat produksi CPO naik 11,3% ke level 1,49 juta ton yang sekaligus menandai berakhirnya efek El Nino sejak 2017 lalu.

Asing masih keluar, tetapi tidak sebesar bulan lalu

Hingga penutupan pasar, outflow asing dari bursa mencapai 259,31 miliar di keseluruhan pasar. BMRi dan UNTR menjadi yang paling banyak dijual asing dengan nominal -127 miliar dan 69 miliar diikuti oleh ASII -67 miliar, BBRI -50 miliar dan INKP -24 miliar. Meski terus mencatatkan outflow, arus dana asing yang keluar di awal April ini sudah jauh lebih kecil dari bulan Maret. Bulan lalu rata-rata outflow asing per hari mencapai 711 miliar, jauh di atas otflow rata – rata bulan ini yang hanya sebesar 281 miliar.

Bursa Asia membara

Ricuh hubungan dagang antara Amerika dan China yang kembali memanas membuat bursa regional Asia mayoritas ditutup di teritori negatif. Indeks Nikkei 225 ditutup melemah 0,30% diikuti oleh Kospi yang turun 0,33%. Bursa China masih tutup karena libur nasional hari ini. Seperti diketahui, Donald Trump secara tidak diduga berencana untuk menambah lagi tarif impor barang – barang dari China hingga USD 100 miliar dari sebelumnya yang hanya USD 60 miliar. Hal ini merupakan respon dari keputusan pemerintah China yang memberi tarif impor terhadap lebih dari 120 barang dari Amerika.  


Image source : http://nnimgt-a.akamaihd.net

Author


Avatar