The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan mixed dengan kecenderungan untuk melemah terbatas. Sentimen negatif datang dari melemahnya bursa Amerika dan regional Asia hari ini. Indeks Nikkei terpantau turun 0,07% diikuti Shanghai Composite yang melemah 0,51% dan STI Singapore yang merosot 0,50%. Bahkan indeks Kospi yang dibuka naik kini penguatanya semakin terkikis. Secara teknikal,indeks masih dalam kondisi downtrend meski mulai melandai. Stochastic dan RSI berada di zona netral dengan kecenderungan bergerak turun. Terbentuknya pola doji selama dua hari terakhir mengindikasikan bahwa pasar sedang dalam keraguan dan menunggu sentimen dari arah perkembangan global.

Cadangan Devisa Anjlok namun sesuai prediksi pasar

Pada Jumat lalu BI merilis data bahwa cadangan devisa akhir Maret 2018 tercatat USD126,00 miliar atau anjlok USD2,06 miliar dibandingkan akhir Februari yang mencapai USD128,06 miliar. Hal ini dikarenakan cadangan digunakan untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi nilai tukar rupiah. Meski demikian, penurunan cadangan devisa ini sudah sesuai dengan ekspektasi pasar dan bahkan nilai rupiah pagi ini terus melanjutkan apresiasinya terhadap dollar.

Wall Street tertekan data tenaga kerja

Sejumlah indeks utama bursa Amerika turun cukup dalam, Indeks Dow Jones ambruk hingga -2,34% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing tergerus 2,19% dan -2,28%. Selain karena tensi perdagangan dengan China, melemahnya bursa Wall Street juga disebabkan oleh rilis data lapangan kerja di USA yang lebih kecil dari perkiraan. Kementerian Tenaga Kerja USA menyatakan lapangan kerja naik 103.000 di periode Maret jauh dibawah survey pasar yang memperkirakan adanya kenaikan sebesar 193.000.

Bursa Eropa bearish

Kebuntuan hubungan dagang antara Amerika dan China menjadi alasan utama bursa Eropa ditutup merosot pekan lalu. Indeks acuan Eropa, Stoxx 600 turun 0,35 persen tertekan oleh saham – saham di sektor otomotif yang longsor hingga -1,7%. Selain itu, sektor industri dasar dengan eksposur sangat tinggi ke China, juga menyeret bursa Eropa dengan pelemahan hingga -1,6%.

Harga minyak melemah

Harga minyak WTI bergerak bearish dan ditutup melemah 2,3 perseen ke level 62,06 USD per barel. Investor memiliki kekhawatiran akan adanya opsi China untuk mengalihkan impor minyak dari Amerika ke Timur Tengah atau Rusia apabila ekskalasi perang dagang terus meluas. Saat ini China merupakan importir minyak AS kedua terbesar setelah setelah Kanada dengan jumlah impor sebanyak 400 ribu barel per hari.

Harga batubara mixed

Harga batubara bergerak berlawanan di kedua bursa utama dunia. Di Newcastle harga batubara turun 0,32% ke level USD 92,70 per metrik ton sedangkan di Rotterdam harganya masih mampu menguat 0,62% ke level USD 81,60 per metrik ton.

CPO melambung

Meski dibuka dengan pelemahan, harga CPO ditutup melejit hingga 2,03% ke level 2503 ringgit per ton setelah beredar kabar menteri Perkebunan dan Komoditas Malaysia, Datuk Seri Mah Siew Keong, sedang mengupayakan negoisasi untuk meningkatkan kuota ekspor produk sawit dan turunanya ke China. Hal ini dilakukan untuk memanfaatkan momentum panasnya hubungan dagang Amerika – China yang berimbas pada diberlakukanya tarif masuk 25% untuk kedelai impor asal AS.

 

Image source: http://banjarmasin.tribunnews.com

0