The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Sempat menguat di awal perdagangan, IHSG kembali mencatatkan pelemahan di hari kedua. Tekanan jual asing dan pelemahan bursa China membebani laju indeks dan membuat IHSG tergerus 0,64% ke 6270,33 yang mana sekaligus menjadi level terendahnya hari ini. Seperti diberitakan, tingkat ekspor China pada bulan Maret secara tidak terduga merosot 2,7% secara year on year. Impor tumbuh melebihi ekspektasi di angka 14,4% namun karena ekspor yang turun -34,5% membuat defisit perdagangan mencapai USD 4,98 miliar. Bursa China pun berbalik arah ke zona merah. Indeks Shanghai Composite merosot 0,66% sedangkan Hang Seng penguatanya terkikis dan hanya menyisakan kenaikan 0,07%.

Hanya dua sektor menguat

Dari sepuluh sektor yang menyokong bursa, hanya mining dan agriculture yang mampu berkinerja positif. Sektor mining naik 0,53% setelah China merilis data impor batubara pada bulan Maret yang melompat 20,9% year on year menjadi 26,7 juta ton atau naik 5,8 juta ton dari bulan Februari. Kemudian, sentimen positif dari sektor agri datang dari membaiknya proyeksi ekspor CPO Malaysia bulan ini yang diperkirakan masih akan tumbuh 5% secara month on month sedangkan stock diperkirakan turun 8%. Di sisi lain, delapan sektor yang melemah dipimpin oleh sektor aneka industri yang anjlok hingga – 2% diikuti infrastructur -1,97%, consumer goods -1,28% dan manufacture -1,16%.

Asing kembali net sell besar

Hingga penutupan market, net sell asing di keseluruhan pasar mencapai 620,71 miliar, yang mana jauh lebih tinggi dari rata – rata outflow bulan ini di angka 300 miliar. Penjualan terbesar hari ini terjadi pada saham MDKA di pasar nego senilai 207,28 miliar. Sementara itu di pasar reguler, net sell asing tercatat mencapai 411 miliar saja dengan top outflow di saham BBCA 178 miliar, TLKM 75 miliar, ASII 74 miliar dan BBRI 56 miliar.

Selain China, bursa regional lain menghijau

Sejumlah indeks utama regional Asia di luar China bergerak menghijau mengekor pergerakan Wall Street tadi malam. Indeks Nikkei 225 menguat 0,55% karena dukungan saham-saham di sektor sektor teknologi dan otomotif yang bergerak menguat karena mata uang yen yang terdepresiasi. Kemudian dari Korea, indeks Kospi ditutup naik 0,51% seiring menguatnya saham Samsung dan SK Hynix Inc. Sementara itu, indeks ASX 200 Australia juga ikut menguat meski tipis sebesar 0,27% karena melonjaknya saham – saham sumber daya dan juga perbankan.


Image source: https://cdn3.i-scmp.com

0

Morning Review

Dari Amerika, sejumlah indeks utama bergerak di teritori positif setelah Donald Trump mengisyaratkan bahwa serangan militer ke Suriah kemungkinan besar tidak akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Selain itu, investor juga menantikan musim laporan keuangan kuartal I 2018 dimana JPMorgan Chase & Co., Citigroup Inc, dan Wells Fargo & Co. akan merilis laporan keuangannya pada hari ini. Indeks Dow Jones menguat 1,21% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing melaju 0,83% dan 1,01%.

Bursa Eropa bullish

Indeks acuan Eropa, Stoxx 600 berhasil rebound 0,7% seiring dengan meredanya ketegangan geopolitik antara Suriah yang didukung oleh Rusia dengan Amerika. Indeks FTSE 100 Inggris naik tipis 1,20 poin atau sekitar 0,02 persen menjadi 7.258,34, DAX 30 Jerman melesat 0,98 persen atau 121,04 poin menjadi 12.415,01, dan CAC 40 Prancis bertambah 31,28 poin (0,59 persen) menjadi 5.309,22.

IHSG masih di area overbought

Secara teknikal pergerakan IHSG masih berada di area jenuh beli meskipun kemarin mengalami penurunan. Tekanan jual dari investor asing yang kembali membesar memberi dampak negatif bagi pasar. Meskipun demikian, sentimen dari bursa global yang menghijau akan menahan laju penurunan IHSG. Bursa Amerika dan Eropa semalam ditutup menguat sedangkan regional Asia pagi ini dibuka positif. Indeks Nikkei melambung 1,10% diikuti Kospi yang naik 0,44%, kemudian Shanghai Composite dan Hang Seng masing – masing melaju 0,27% dan 0,46%.

Minyak masih melejit

Harga minyak WTI mencapai level tertinggi dalam tiga tahun terakhir di angka USD 67,16 per barel. Ketegangan yang terjadi di Timur Tengah membuat harga minyak terus memanas. Arab Saudi dikabarkan baru saja memintas sebuah rudal balistik yang ditembakkan oleh pemberontak Yaman pro-Iran di atas ibukotanya, hanya beberapa jam setelah Trump memperingatkan Amerika sedang bersiap untuk menyerang Suriah. Kemudian berita positif dari OPEC juga turut mendukung laju minyak dimana tingkat kepatuhan OPEC terhadap kesepakatan pengurangan output mencapai rekor untuk bulan kelima berturut-turut.

Batubara cerah

Harga batubara bergerak naik di kedua bursa utama dunia. Di Rotterdam, batubara untuk kontrak Mei ditutup menguat 0,66% ke level USD 83,80 per metrik ton sedangkan di Newcastle, harganya ikut melaju 0,49% ke level USD 92,60 per metrik ton.

CPO dibayangi over supply

Harga CPO belum mampu keluar dari trend negatifnya dan ditutup turun 0,29% ke level 2424 ringgit per ton. Produksi CPO pada bulan Maret naik 1,57 juta ton  atau 17% month on month sedangkan stok CPO hanya turun tipis 6,2% pada bulan lalu lebih rendah dari perkiraan analis di kisaran 8,6%.


Image source: https://ei.marketwatch.com

0