Morning Review

Bursa Global menghijau, berikut proyeksi IHSG di akhir pekan ini

Dari Amerika, sejumlah indeks utama bergerak di teritori positif setelah Donald Trump mengisyaratkan bahwa serangan militer ke Suriah kemungkinan besar tidak akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Selain itu, investor juga menantikan musim laporan keuangan kuartal I 2018 dimana JPMorgan Chase & Co., Citigroup Inc, dan Wells Fargo & Co. akan merilis laporan keuangannya pada hari ini. Indeks Dow Jones menguat 1,21% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing melaju 0,83% dan 1,01%.

Bursa Eropa bullish

Indeks acuan Eropa, Stoxx 600 berhasil rebound 0,7% seiring dengan meredanya ketegangan geopolitik antara Suriah yang didukung oleh Rusia dengan Amerika. Indeks FTSE 100 Inggris naik tipis 1,20 poin atau sekitar 0,02 persen menjadi 7.258,34, DAX 30 Jerman melesat 0,98 persen atau 121,04 poin menjadi 12.415,01, dan CAC 40 Prancis bertambah 31,28 poin (0,59 persen) menjadi 5.309,22.

IHSG masih di area overbought

Secara teknikal pergerakan IHSG masih berada di area jenuh beli meskipun kemarin mengalami penurunan. Tekanan jual dari investor asing yang kembali membesar memberi dampak negatif bagi pasar. Meskipun demikian, sentimen dari bursa global yang menghijau akan menahan laju penurunan IHSG. Bursa Amerika dan Eropa semalam ditutup menguat sedangkan regional Asia pagi ini dibuka positif. Indeks Nikkei melambung 1,10% diikuti Kospi yang naik 0,44%, kemudian Shanghai Composite dan Hang Seng masing – masing melaju 0,27% dan 0,46%.

Minyak masih melejit

Harga minyak WTI mencapai level tertinggi dalam tiga tahun terakhir di angka USD 67,16 per barel. Ketegangan yang terjadi di Timur Tengah membuat harga minyak terus memanas. Arab Saudi dikabarkan baru saja memintas sebuah rudal balistik yang ditembakkan oleh pemberontak Yaman pro-Iran di atas ibukotanya, hanya beberapa jam setelah Trump memperingatkan Amerika sedang bersiap untuk menyerang Suriah. Kemudian berita positif dari OPEC juga turut mendukung laju minyak dimana tingkat kepatuhan OPEC terhadap kesepakatan pengurangan output mencapai rekor untuk bulan kelima berturut-turut.

Batubara cerah

Harga batubara bergerak naik di kedua bursa utama dunia. Di Rotterdam, batubara untuk kontrak Mei ditutup menguat 0,66% ke level USD 83,80 per metrik ton sedangkan di Newcastle, harganya ikut melaju 0,49% ke level USD 92,60 per metrik ton.

CPO dibayangi over supply

Harga CPO belum mampu keluar dari trend negatifnya dan ditutup turun 0,29% ke level 2424 ringgit per ton. Produksi CPO pada bulan Maret naik 1,57 juta ton  atau 17% month on month sedangkan stok CPO hanya turun tipis 6,2% pada bulan lalu lebih rendah dari perkiraan analis di kisaran 8,6%.


Image source: https://ei.marketwatch.com

Author


Avatar