Morning Review

Bursa Asia bergerak cerah, berikut proyeksi IHSG di awal pekan

Sejumlah indeks utama di regional Asia kecuali China dibuka menghijau pagi ini. Investor menyambut baik pernyataan menteri luar negeri Inggris, Boris Johnson, pada hari Minggu (15/4)  yang mengatakan bahwa tidak ada rencana lebih lanjut terhadap serangan militer baru ke Suriah bila tidak ada ancaman senjata kimia lagi. Indeks Nikkei 225 terpantau menguat 0,25% diikuti Kospi yang menguat tipis 0,07% serta STI Singapura dan ASX Australia yang masing – masing melaju 0,08% dan 0,43%. Meskipun demikian, secara teknikal penutupan IHSG Jumat lalu yang membentuk pola bearish marubozu mengindikasikan kuatnya tekanan jual di pasar dan berpotensi untuk berlanjut pada pagi ini. Oleh karena itu, hari ini kami memproyeksikan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan untuk menguat tipis.

Wall Street jatuh

Bursa Amerika bergerak di teritori negatif terseret oleh anjloknya saham – saham perbankan hingga minus 1,6%. Semula saham finansial besar seperti Citigroup, Wells Fargo dan JP Morgan Chase bergerak menguat sebelum akhirnya tumbang karena hasil kinerja yang kuat dinilai sudah priced in dan mendorong aksi profit taking. Hasilnya indeks Dow Jones ditutup melemah 0,50% diikuti S&P 500 dan Nasdaq yang tumbang 0,29% dan 0,47%.

Bursa Eropa menguat

Benchmark bursa saham Eropa, Stoxx Europe 500 berhasil naik tipis 0,12% didukung oleh penguatan saham – saham sumber daya yang mengimbangi kemerosotan di sektor ritel dan teknologi. Bursa – bursa utama di wilayah tersebut juga terpantau menghijau. Indeks FTSE (Inggris) naik tipis 0,09 persen ke level 7.264,56. Indeks DAX (Jerman) naik 0,22 persen ke level 12.442,40. Indeks CAC (Perancis) naik 0,11 persen dan berakhir di posisi 5.315,02.

Minyak masih menggila

Trend penguatan harga minyak masih belum terhenti. Minyak WTI kembali menguat ke level USD 67,39 per barel sedangkan patokan minyak Eropa, Brent, melesat hingga USD 72,60 per bare yang merupakan posisi tertinggi sejak Juli 2017. Dua faktor yang mendorong harga minyak tetap panas adalah ekskalasi geopolitik di Suriah dan pernyataan OPEC yang menunjukkan bahwa surplus stok minyak mulai berkurang seiring keberhasilan dalam memotong output kolektif hingga 201 ribu bph.

Batubara belum pulih

Berkebalikan dengan minyak, harga batubara masih berada di trend negatif . Di bursa Newcastle, harga batubara kontrak Mei ditutup melemah 0,63% ke level USD 92 per metrik ton sedangkan di Rotterdam, harganya merosot hingga 0,60% ke level USD 83,30 per metrik ton.

CPO terus turun

Harga CPO kembali ditutup melemah 0,99% ke level 2400 ringgit per ton karena stok CPO malaysia yang masih tinggi dan merosotnya harga minyak kedelai sebagai komoditas substitusi hingga -0,69%. Pekan lalu rilis data menunjukkan bahwa produksi CPO naik 17% ke 1,57 juta ton sehingga membuat stok CPO hanya turun tipis 6% meski Malaysia sudah menunda pengenaan bea ekspor.  


Image source: https://www.thenational.ae

Author


Avatar