Morning Review

Sektor Agriculture dipenuhi sentimen positif dari dalam dan luar negeri

Pada perdagangan kemarin sektor Agri berhasil menahan kejatuhan IHSG dengan penguatan di atas 1%. Saham – saham perkebunan kelapa sawit bergerak naik ditenagai oleh berbagai sentimen positif. Dari Malaysia, harga CPO terpantau melonjak 1,60% kembali di atas level 2400 ringgit per ton setelah lembaga riset lokal merilis proyeksi harga CPO di pertengahan 2018 akan bergerak ke level 2600 ringgit per ton. Hal ini terjadi karena adanya kekurangan supply pada komoditas pengganti CPO yaitu minyak kedelai akibat cuaca kering di Argentina yang membuat panen kedelai merosot 32% menjadi hanya 37 juta ton saja. Penurunan panen juga disebabkan oleh lahan perkebunan kedelai yang menurut Departemen Amerika akan menyusut 1 % menjadi hanya 36 juta hektar.

China setuju tingkatkan ekspor CPO

Dari dalam negeri, sentimen penggerak harga datang dari beredarnya kabar bahwa pemerintah China menyetujui peningkatan volume impor kelapa sawit dari Indonesia sambil perlahan mengurangi impor kedelai dari Amerika Serikat. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, dalam rangkaian kunjungan kerja ke China pada 12-14 April lalu. Lebih lanjut Luhut menyatakan bahwa penambahan impor sawit dari Indonesia bisa diumumkan secara resmi oleh PM China saat melakukan kunjungan ke Indonesia pada 6 Mei mendatang.

Ekspor masih meningkat

Kenaikan tarif impor India pada bulan lalu sempat memukul industri CPO, namun ternyata ekspor CPO masih tetap kuat. Laporan Societe Generale de Surveillance’s (SGS) menunjukkan, ekspor CPO Malaysia telah meningkat dua kali lipat menjelang musim panas tahun ini (secara year on year). Kemudian Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) merilis, pada periode yang sama ekspor CPO ke India tercatat 7,63 juta ton atau naik 32,01% dari tahun sebelumnya 5,78 juta ton. Ekspor CPO dari Indonesia ke China juga terpantau masih tinggi. Pada 2016, nilai impor kelapa sawit China dari Indonesia mencapai 3,23 juta ton. Kemudian pada 2017 nilai itu meningkat menjadi 3,73 juta ton.

Tantangan dari Eropa

Meski proyeksi CPO cukup bagus namun saat ini pergerakan harganya masih dalam trend bearish. Selain karena mulai pulihnya produksi, kampanye negatif terhadap penggunaan CPO di Eropa membuat supermarket besar Inggris, Iceland Co, melarang jaringan supermarketnya untuk menggunakan kandungan minyak sawit terhadap produk yang dijualnya. Apabila hal ini terus berlangsung dan meluas maka akan merugikan industri CPO karena pasar Eropa merupakan salah satu pasar yang potensial dengan jumlah kebutuhan mencapai 6 juta–7 juta ton per tahun.

 

Image source: https://i0.wp.com/www.landsalemalaysia.com

Author


Avatar