Morning Review

Korea Utara Sepakat hentikan uji coba nuklir, berikut respon market regional Asia

Pada Sabtu lalu, presiden Korea Utara, Kim Jong Un menyatakan bahwa negara tersebut akan menghentikan uji coba nuklir dan peluncuran rudal balistik antar benua karena telah menyelesaikan tujuan untuk mengembangkan senjata nuklir. Lebih lanjut, Korut bahkan akan  melenyapkan tempat uji coba senjata nuklir di negaranya. Hal itu dilakukan demi mengejar pertumbuhan ekonomi negara dan mewujudkan perdamaian di Semenanjung Korea.  Pasca pernyataan tersebut, sambutan positif datang dari berbagai negara seperti China, Amerika dan Eropa yang mengatakan bahwa hal tersebut merupakan kemajuan yang positif serta merupakan berita baik bagi dunia.

Meskipun demikian, fokus bursa regional Asia masih tertuju pada laporan keuangan emiten – emiten yang baru akan dirilis pekan ini sehingga membuat investor melakukan aksi wait and see. Sejumlah indeks utama Asia bergerak sideways dengan kecenderungan menguat tipis. Indeks Nikkei 225 melemah 0,1% diikuti oleh Kospi yang merosot 0,17% namunn Shanghai Composite, Hang Seng dan STI Singapura serempak  menghijau di kisaran 0,40%.

Bursa Amerika tertekan

Ketiga indeks utama Wall Street memperpanjang pelemahanya tertekan oleh merosotnya saham – saham teknologi dan saham konsumen staples. Tekanan jual meningkat karena imbal hasil obligasi AS tenor 10-tahun (US Treasury) mencapai level tertinggi dalam empat tahun, yaitu di angka 2,956%. Investor menjual Treasurys karena mereka khawatir bahwa tekanan upah dan kebijakan proteksionis dari administrasi Gedung Putih akan mengirim inflasi lebih tinggi. Indeks Dow Jones pun ditutup melemah 0,82% disusul S&P 500 dan Nasdaq yang anjlok 0,85% dan 1,27%.

Bursa Eropa datar

Pergerakan sejumlah indeks di bursa Eropa cukup stagnan pada penutupan market pekan lalu. Indeks benchmark Eropa, the Stoxx 600 melemah tipis 0,03 persen. Perhatian pasar tertuju pada rilis data kinerja laba emiten sambil mewaspadai perkembangan global seperti potensi perang dagang, kenaikan suku bunga di USA yang lebih cepat dan peraturan baru mengenai regulasi di bidang teknologi terkait penyalahgunaan data facebook baru – baru ini.

Minyak mentah terpengaruh sentimen dari Arab

Meski sempat mengalami tekanan dari komentar Donald Trump, harga minyak masih ditutup menguat 0,41% ke level USD 68,40 per barel. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkritik OPEC bahwa harga yang terlalu tinggi terasa terlalu dibuat-buat dan masih bersiap untuk kenaikan harga mingguan. Namun demikian, beberapa kondisi di timur tengah yang terjadi baru – baru ini diperkirakan akan menjadi katalis harga minyak. Pada Sabtu lalu sebuah jaringan pipa di Libya, yang dimiliki perusahaan minyak Al Waha, dibakar oleh teroris dan mengakibatkan hilangnya 70.000-100.000 barel minyak per hari.

Batubara mengikuti

Mengekor harga minyak, komoditas batubara ikut bergerak naik. Di bursa Rotterdam untuk kontrak Mei, harga batubara naik tipis 0,24% ke level USD 83,95 per metrik ton sedangkan di Newcastle, harganya hanya naik tipis 0,11% ke USD 93,60 per metrik ton. Batubara sedang dibayangi oleh sentimen negatif dari Eropa dimana Bank terbesar di region tersebut, HSBC, mengatakan bahwa akan mengikuti jejak ING dan BNP Paribas untuk menghentikan seluruhnya pendanaan terhadap pembangunan pembangkit listrik batubara, pengeboran minyak maupun eksplorasi lain yang berkaitan dengan bahan bakar fossil.

CPO belum beranjak

Harga CPO kembali mendekat ke level 2400 ringgit per ton setelah Jumat lalu ditutup merosot 0,2%ke posisi 2403 ringgit per ton karena proyeksi pertumbuhan produksi. Hingga pertengahan April produksi CPO masih terpantau naik 6% meski pada Maret lalu produksi sudah melejit hingga 17,2% menjadi 1,57% yang merupakan angka tertinggi bulanan sejak tahun 2000.

image source: http://www.tiuppeluit.com

Author


Avatar