The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Morning Review

Setelah pada sesi sebelumnya anjlok tajam, ketiga indeks utama Wall Street mampu rebound cukup besar seiring pulihnya beberapa saham teknologi blue chip. Indeks Dow Jones melambung hingga 1,65% diikuti oleh S&P dan Nasdaq yang melaju 1,04% dan 1,26%. Harga – harga saham yang sudah masuk zona jenuh jual menjadi sasaran beli investor karena dianggap sudah cukup murah. Selain itu, optimisme menjelang musim laporan keuangan turut menjadi alasan kuatnya tekanan beli.  Analis Wall Street memperkirakan pendapatan emiten pada indeks S&P 500 akan meningkat 18,4% pada kuartal pertama tahun 2018 ini.

IHSG mixed menguat

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan mixed dengan kecenderungan untuk menguat terbatas terdorong oleh sentimen dari penguatan bursa Amerika dan harga beberapa komoditas. Secara teknikal, RSI dan Stochastic masih menunjukkan arah naik meski sudah keluar dari zona overbought. Apabila Indeks berhasil bertahan di atas level 6240 hari ini, maka potensi untuk berbalik arah menjadi uptrend akan cukup besar. Kemudian dari regional Asia, beberapa indeks utama bergerak beragam dengan Nikkei dan Shanghai composite menguat 0,25% dan 0,34% sedangkan Hang Seng, Kospi, dan STI Singapura terpantau melemah di kisaran 0,3%.

Minyak mentah menguat

Harga minyak WTI ditutup naik 1,15% ke level USD 63,57 per barel setelah American Petroleum Institute secara tak terduga melaporkan persediaan minyak mentah turun 3,28 juta barel pekan lalu. Selain itu hasil sentimen positif juga datang dari survei Bloomberg terhadap sejumlah analis, perusahaan minyak dan perusahaan kargo yang menyebutkan bahwa output OPEC pada Maret diperkirakan turun ke level terendah dalam setahun.

Batubara ikut naik

Mengekor minyak mentah, harga batubara di kedua bursa utama dunia ikut menguat. Di Newcastle untuk kontrak pengiriman Mei harganya naik 0,88% sedangkan di Rotterdam harganya melambung hingga 1,45%. Namun demikian, investor perlu mewaspadai sentimen negatif dari dalam negeri terkait penurunan Harga Batubara Acuan  (HBA) pada bulan April menjadi USD 94,75 per metrik ton atau turun 6,9% dibandingkan HBA pada Maret yang sebesar US$ 101,89 per ton.

CPO berbalik melemah

Harga CPO di bursa Malaysia ditutup turun 0,89% ke level 2437 ringgit per ton terdorong oleh aksi profit taking investor setelah lonjakan harga yang terjadi sebelumnya. Meski turun, sejauh ini sentimen CPO cukup baik karena sejumlah survey kargo menyatakan bahwa ekspor mengalami peningkatan sebesar 19 – 21%. Harga minyak kedelai yang merupakan komoditas substitusi kuga terpantau mengalami kenaikan hingga 0,94%.

 

Image source: https://2bitcoins.ru

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini mengikuti bursa global yang melemah akibat hubungan perdagangan global yang mengkhawatirkan. Harga komoditas yang melemah juga turut menekan harga saham emiten – emiten terkait. Sebagai hasilnya IHSG ditutup turun 0,19% ke level 6229,01 setelah diperdagangkan di rentang 6202 – 6234. Dari sepuluh sektor yang menopang bursa hanya tiga yang bergerak di zona hijau yaitu sektor aneka industri, konstruksi dan trade. Tujuh sisanya melemah namun tidak begitu besar di kisaran -0,3%.

Asing masih net sell

Hingga penutupan pasar, outflow asing dari bursa mencapai total -384,14 miliar di keseluruhan pasar. TLKM lagi – lagi menjadi top net sell dengan total dana asing yang keluar mencapai -131 miliar, diikuti oleh BDMN -72 miliar, BMRI -55 miliar, BBNI -51 miliar dan HMSP -40 miliar. Adapun saham – saham yang menjadi top net buy di antaranya adalah BBCA 47 miliar, SMGR 32 miliar, BUMI 20 miliar, dan INCO 18 miliar.

Bursa Asia kembali bearish

Sejumlah indeks utama Asia kembali melemah selama dua hari beruntun. Indeks Nikkei ditutup turun -0,49% disusul oleh Kospi -0,07% dan Shanghai Composite yang anjlok hingga -0,84%. STI Singapura dan ASX 200 Australia juga terpantau turun -0,54% dan -0,13%. Pelemahan bursa regional Asia terkait oleh hubungan perdagangan AS – China yang saling mengenakan tarif bea masuk impor. Hal ini memicu kekhawatiran akan terganggunya prospek pertumbuhan global kedua negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia tersebut.


Image source: http://images.indianexpress.com

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan cenderung untuk bergerak melemah secara terbatas terpengaruh kondisi bursa Amerika dan regional Asia yang kurang kondusif. Indeks Wall Stret turun tajam malam tadi sedangkan bursaregional Asia dibuka merah. Indeks Nikkei 225 terpantau melemah 0,85% diikuti Kospi yang merosot 0,48%. Adapun Shanghai Composite dan Hang Seng turun 0,84% dan 0,49%. Meski demikian, karena IHSG saat ini masih berada di zona jenuh jual maka penurunan akan terbatas, hal ini juga didukung oleh trend penurunan arus dana asing yang keluar dari bursa selama dua hari terakhir.

Bursa Amerika melemah

Sejumlah indeks utama Wall Street mengalami penurunan seiring dengan kejatuhan sektor teknologi dan kekhawatiran ekskalasi perang dagang yang terus meluas.  Indeks Dow Jone merosot hingga -1,90% disusul Nasdaq dan S&P yang turun 2,74% dan 2,23%. Saham – saham raksasa teknologi  Amazon, dan Tesla Motors jatuh lebih dari 5% sedangkan Facebook kehilangan harga 2,8%.

Minyak mentah terperosok

Harga minyak WTI anjlok cukup tajam hingga -3,22% ke level USD 62,85 per barel tertekan oleh kabar bahwa Arab Saudi akan memotong harga minyaknya menjadi lebih rendah untuk dipasarkan di daerah Asia. Kemudian hal ini diperparah oleh rilis data Rusia yang menunjukkan peningkatan produksi minyak menjadi 10,97 juta barel per hari pada Maret lalu.

Batubara stagnan,

Harga batubara stagnan setelah libur panjang memperingati hari raya paskah. Di Newcastle harga batubara dipatok USD 79,35 per metrik ton sedangkan di Rotterdam harganya tetap 90,90 per metrik ton.

CPO subur

Harga CPO naik cukup signifikan hingga 1,40% ke level 2459 ringgit per ton. Pendorong harga sawit berasal dari rilis data ekspor CPO Malaysia selama bulan Maret naik 21,6% menjadi 1,39 ton karena permintaan akan biodiesel dan persiapan menjelang bulan Ramadhan. Selain itu cadangan CPO di Indonesia yang menunjukkan penurunan sebesar 8% pada bulan lalu turut menopang laju harga sawit.


Image source: http://www.the-blockchain.com

0

Market Updates

Seperti pada penutupan pekan lalu, IHSG hari ini ditutup di level tertinggi harian yaitu 6240, 57 atau naik 0,83% meskipun sempat bergerak turun hingga 6168. Bursa regional Asia yang berbalik melemah tidak menghalangi laju kenaikan IHSG yang didukung oleh rilis data inflasi yang sedikit di atas perkiraan pasar. Delapan dari sepuluh sektor yang menyokong bursa bergerak di zona hijau dengan pendorong terbesar di sektor aneka industri yang naik 2,85% terbantu oleh lonjakan saham ASII. Selain sektor tersebut, Consumer, Construction, Infrastructur dan Manufacture juga menguat lebih dari satu persen.

Data Inflasi didukung penurunan DPK

Pertumbuhan inflasi yang melebihi ekspektasi disambut baik oleh market. BPS mencatat inflasi Maret tumbuh 0,12% secara month on month atau 3,4% secara year on year. Hal ini sedikit lebih tinggi daripada konsensus di angka 0,12% mom dan 3,35% yoy. Meski demikian, inflasi yang tinggi ini dianggap sebagai hal positif yang menandakan bahwa konsumsi masyarakat mulai meningkat. Hal ini didukung dari data pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan yang terus menunjukkan trend turun, Pada Desember tahun lalu pertumbuhan DPK mencapai 9,4% yoy, kemudian di Januari turun menjadi 8,4% yoy yang dilanjut pada Februari sebesar 8,22% yoy.

Asing masih net sell

Asing kembali mencatatkan outflow dengan penjualan bersih di keseluruhan pasar mencapai 243,96 miliar. UNTR dan ASII menjadi yang paling banyak dijual asing dengan net sell masing – masing sebesar -85 miliar dan -73 miliar, diikuti oleh UNVR -47 miliar, TLKM -39 miliar dan BBCA -35 miliar. Adapun beberapa saham yang mencatatkan top net buy di antaanya adalah INDY 35 miliar, BUMI 33 miliar, BBNI 24 miliar, KLBF 21 miliar dan MNCN 20 miliar.

Bursa Asia berbalik merah

Meski sempat menghijau di awal pembukaan market, sejumlah indeks utama Asia berbalik ke teritori negatif. Meruncingnya hubungan Rusia dengan berbagai negara dan juga tensi perang dagang China – Amerika membuat pasar menjadi tertekan. Indeks Nikkei 225 Jepang ditutup turun 0,09% diikuti Kospi dan Shanghai Composite yang melemah tipis 0,09% dan 0,16%. Meski demikian Hang Seng masih sanggup mempertahankan penguatanya dan ditutup menanjak 0,24%.

Seperti diketahui, pagi tadi China mulai memberlakukan tarif impor hingga 25% pada 128 produk Amerika Serikat meliputi daging babi beku, wine, buah-buahan dan kacang-kacangan. Produk – produk yang dibebani bea impor ini sama dengan daftar tarif yang dirilis pada 23 Maret lalu dengan rincian 120 produk dikenai bea masuk 15% dan delapan sisanya dengan tarif 25%.

Kemudian terkait ketegangan dengan Rusia, dikabarkan bahwa pemerintahan Rusia melayangkan protes keras terkait pengusiran utusan Moskow dari markas besar PBB oleh Amerika. Gennady Gatilov yang merupakan utusan untuk kantor PBB di Jenewa menyebut bahwa Amerika melanggar hukum dengan mengusir diplomat Rusia dari markas besar PBB dan menyatakan Amerika gagal sebagai negara tuan rumah bagi badan internasional.


Image source: https://i.pinimg.com/

0

Morning Review

Ditenagai oleh sentimen positif dari bursa global, IHSG hari ini kami prediksikan akan bergerak menguat. Bursa Amerika dan Eropa ditutup positif minggu lalu sedangkan regional Asia pagi ini hampir semuanya menghijau. Indeks Nikkei melaju 0,64% diikuti Kospi yang menanjak 0,61% sedangkan Shanghai Composite dan Hang Seng masing – masing naik 0,29% dan 0,24%.  Secara teknikal IHSG masih berada di zona jenuh jual, tercermin dari indikator RSI dan Stochastic. Pola Candle minggu lalu yang mengindikasikan tekanan beli kuat di akhir perdagangan berpotensi untuk berlanjut pada pagi ini.

Bursa Amerika kembali bersinar

Bursa Wall Strett berakhir positif di penutupan bulan Maret. Indeks Dow Jones melaju 1,07% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 melonjak 1,38% dan 1,64%. Saham teknologi dan otomotif menjadi katalis utama. Facebook yang mulai pulih dari skandal penyalahgunaan data rebound hingga 4,4% disusul Intel yang melambung 5,0%. Dari sektor otomotif, Tesla memimpin penguatan sebesar 3,2% sementara Boeing, Cisco dan ExxonMobil menguat lebih dari dua persen.

Bursa Eropa bullish

Seperti halnya di bursa Amerika, indeks acuan utama Eropa, Euro Stoxx 600 mengakhiri bulan Maret dengan kenaikan sebesar 0,44% terdorong oleh bullish di sektor otomotif. Saham pabrikan otomotif Perancis, Renault, melesat 6% setelah beredar kabar akan adanya merger dengan Nissan meski emiten terkait menolak untuk mengkonfirmasi hal tersebut. Sementara itu, indeks DAX Jerman memimpin penguatan regional Eropa dengan lonjakan hingga 1,78% karena rilis data pengangguran Jerman mencapai rekor terendah pada periode Maret, yakni 5,3 persen.

Minyak mentah rebound

Harga minyak WTI ditutup naik 0,37% ke level USD 64,91 per barel. Pendorong harga minyak berasal dari data Baker Hughes yang melaporkan jumlah rig pekan lalu  turun tujuh buah menjadi hanya 797 rig saja. Namun demikian, bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, jumlah rig minyak AS masih jauh lebih tinggi. Tahun lalu jumlah rig minyak aktif hanya mencapai 662 rig.

Batubara

Harga Batubara masih bisa mempertahankan penguatanya. Di bursa Newcastle untuk kontrak April, harga batubara naik 0,60% ke level USD 92,25 per metrik ton. Laporan the Sierra Club dan CoalSwarm yang menyebutkan pembangunan masif pembangkit listrik tenaga batubara oleh China mendorong harga terus menguat. Seperti dilaporkan, dalam 20 tahun ke depan, perusahaan – perusahaan China diperkirakan akan membangun 1600 pembangkit listrik tenaga batubara di lebih dari 62 negara di dunia.

CPO melemah

Pada penutupan minggu lalu, harga CPO kontrak Juni 2018 ditutup melemah 0,58% jadi RM 2.404 per metrik ton. Proyeksi pulihnya produksi sawit  tahun ini menghantui laju CPO. Sepanjang 2018, produksi CPO Malaysia diperkirakan mencapai 20,5 juta ton yang mana jika terwujud, maka angka tersebut merupakan rekor baru produksi CPO Malaysia.


Image source: http://www.jmarkpowell.com/

0

NO OLD POSTSPage 2 of 2NEXT POSTS