The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Tertekan oleh pelemahan delapan indeks sektoral, IHSG yang sempat menguat harus berakhir di zona merah dengan penurunan sebesar 0,65% ke level 5787,55. Saham ASII menjadi penekan terbesar dengan penurunan sebesar -4,10% dan membuat sektor aneka industry merosot hingga -3,10%. Sektor mining yang sepanjang sesi I menopang kenaikan IHSG juga berbalik melemah hingga -1,73% akibat penurunan saham – saham berbasis batubara. Adapun dua sektor yang menguat hanyalah agriculture dan infrastructure dengan penguatan tipis masing – masing sebesar 0,13% dan 0,11%.

Harapan bagi harga CPO

Sektor agri yang sebelumnya terhantam oleh penurunan harga CPO yang berlarut – larut mendapatkan angin segar dari perkembangan restoran – restoran cepat saji di Myanmar yang berpotensi meningkatkan demand. Seperti diberitakan sebelumnya impor minyak sawit Myanmar yang sebelumnya hanya berkisar 200.000 – 300.000 ton per tahun kini meningkat pesat menjadi 750.000 ton hanya dalam waktu enam tahun dan mencetak rekor baru sebanyak 820.000 ton pada akhir 2017 lalu.

Batubara tertekan proyeksi ekspor Australia

Saham – saham batubara yang sejak awal perdagangan bergerak menguat tajam berbalik turun setelah otoritas pertambangan batubara Australia kembali memangkas proyeksi ekspor batubara dari sebelumnya 188 juta ton menjadi 180 juta ton saja di tahun ini. Produksi batubara China yang meningkat tajam di awal tahun disinyalir merupakan penyebab utama turunya ekspor.

Minyak mentah naik tipis

Meski harga saham – saham berbasis minyak terkoreksi dari kenaikanya siang tadi, minyak WTI  dan Brent sore ini terpantau naik tipis 0,35% dan 0,07%. Hal ini disebabkan karena Amerika mendorong penerapan sanksi terhadap Iran kepada negara – negara sekutunya dengan cara menghentikan kran impor dari negara Timur Tengah tersebut. Harga minyak WTI terpantau bertahan di level USD 70,78 per barel sedangkan Brent berada di posisi USD 76,19 per barel.

Image source: mining.com

0