The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Nilai tukar rupiah sore ini terus terpantau melemah cukup tajam hingga ke level Rp 13.383 per dollar AS. Nilai tersebut sekaligus menjadi yang terlemah sejak Oktober 2015 silam. Meskipun demikian, pelemahan mata uang terhadap dollar juga terjadi merata di seluruh emerging market seperti rupee India, peso Filiphina dan ringgit Malaysia. Secara year to date rupiah telah melemah 5,10 persen sejak awal tahun dan menjadikanya mata uang dengan pelemahan terbesar ketiga di Asia setelah rupee yang melemah 7,13 persen dan peso Filipina yang melemah 6,83 persen.

IHSG melemah 3 hari beruntun

Seperti halnya kemarin, IHSG yang menguat di awal perdagangan menjadi tidak bertenaga dan harus berbalik melemah hingga -2,08% ke level 5667,32 seiring dengan lesunya nilai tukar rupiah. Semua sektor mengalami penurunan dengan pelemahan tertajam pada sektor basic industry yang anjlok hingga -4,26%diikuti konstruksi -3,46% dan mining -2,70%. Saham – saham semen besar seperti SMGR dan INTP menjadi penekan utama sektor basic industry dengan penurunan sebesar 7,52% dan 5,16%. Kemudian di sektor konstruksi, pemberatnya adalah di saham – saham BUMN seperti WIKA, WSKT dan ADHI yang merosot lebih dari 3%.


Asing net sell besar


Penjualan bersih asing meningkat tajam sejak dimulainya sesi kedua dan mencatatkan nilai hingga -654,06 miliar di pasar reguler. Saham – saham perbankan selain BMRI menjadi top net sell asing dimulai dari BBCA (-175 miliar), BBRI (-116 miliar) dan BBNI (-84 miliar) diikuti UNTR (-62 miliar) dan ERAA (-60 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net buy asing hari ini diantaranya adalah BMRI (68 miliar), TLKM (33 miliar), INKP (29 miliar) dan SWAT (27 miliar).

Sektor mining tidak mampu mempertahankan penguatan


Kenaikan saham – saham di sektor mining kembali terkikis setelah harga minyak WTI lengeser dari level tertingginya. Kemarin, harga minyak WTI mencapai US$ 72,76 per barel yang merupakan level tertinggi sejak 2014 setelah data keluaran Energy Information Administration menunjukkan bahwa persediaan minyak AS menurun. Stok minyak AS turun hampir 10 juta barel pada pekan lalu. Namun siang tadi harga minyak west texas intermediate (WTI) terpantau turun 0,34% ke US$ 72,51 per barel. Hal ini membuat tekanan di sektor mining semakin membesar dan berkahir dengan pelemahan sebesar -2,70%.

 

Image source: teritorial.com

0