The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Mendapatkan sentimen positif dari kenaikan harga komoditas dan menghijuanya bursa global, IHSG melaju mantap di zona hijau dan ditutup naik 0,50% ke level 5890,73 setelah diperdagangkan di rentang 5858 – 5899. Delapan dari sepuluh sektor bergerak menguat dengan pendorong utama di sektor mining, infrastructure dan agri. Ketiga sektor tersebut menguat di atas 1%. Di sisi lain, dua sektor yang melemah hanyalah trade & service yang merosot 0,99% dan construction yang turun tipis 0,08%. Volume transaksi harian terpantau mencapai 7,58 triliun sedikit lebih tinggi dari rata-rata bulan ini di angka 6,95 triliun.

Sektor Agri rebound

Setelah terus menerus mengalami bearish akibat terpuruknya harga CPO, sektor Agri akhirnya mendapat angin segar dari rencana presiden Joko Widodo yang akan menerbitkan inpres tentang  pengelolaan industri kelapa sawit Indonesia. Inpres tersebut disusun untuk menangkal kampanye negatif, khususnya yang dilancarkan di Eropa bahwa kelapa sawit merusak lingkungan. Selain menerbitkan inpres, Presiden Jokowi sebelumnya juga telah berhasil meyakinkan negera – negara Eropa untuk menangguhkan penerapan pembatasan biofuel berbahan dasar sawit dari yang tadinya pada tahun 2021 menjadi 2030. Hasilnya, saham – saham CPO serempak bergerak naik. LSIP melaju 3,8% diikuti AALI yang menguat  2,94% sedangkan SSMS dan BWPT menguat moderat di kisaran 1%.

Sektor mining ditopang batubara

Saham – saham emiten batubara ditutup menguat cukup besar setelah harga komoditas tersebut mengalami kenaikan di atas 1%. Voice of Ameria (VOA) melaporkan bahwa dua kapal berbendera Panama namun milik perusahaan China  terpantau mengangkut batubara ilegal yang berasal dari Korea Utara.  Oktober 2017 lalu, meski terkena sanksi ekspor PBB, Korea Utara juga dilaporkan tetap mengirimkan batubara melalui empat kapal yang disamarkan sebagai kapal dari Rusia.

Mengacu pada laporan pemantau independen PBB, ekspor batubara dari Korea Utara ke sejumlah negara seperti Cina, India, Sri lanka dan Malaysia pada 2017 lalu ditengarai mencapai 2,5 juta ton atau USD 260 juta. Apabila terus diusut dan bisa dihentikan maka demand batubara dari Australia dan Indonesia diproyeksi akan terangkat.

Asing berbalik catatkan net buy

Meski pagi tadi sempat mencatatkan net sell hingga di atas 100 miliar di pasar reguler, Asing perlahan – lahan kembali masuk ke dalam bursa melalui inflow besar di saham BBCA. Hingga penutupan market, total net buy asing di pasar reguler mencapai 114,94 miliar. Saham BBCA memimpin top net buy asing dengan pembelian bersih senilai 281 miliar, diikuti TLKM 81 miliar, ADRO 40 miliar dan RALS 24 miliar. Di sisi lain, saham – saham yang menjadi top net sell hari ini diantaranya adalah BBRI -137 miliar, BBNI -41 miliar, BTPS -41 miliar, dan BNBR -39 miliar.


Image source: mining.com

0

Market Updates

Siang tadi BPS merilis neraca dagang untuk bulan Juni surplus senilai USD 1,74 miliar. Kendati demikian, neraca perdagangan secara keseluruhan pada semester pertama tahun ini masih mencatatkan defisit sebesar US$1,02 miliar. Defisit perdagangan Januari-Juni 2018 terjadi karena secara kumulatif ekspor hanya sebesar US$88,02 miliar. Sedangkan impor paruh pertama tahun ini mencapai US$89,04 miliar. Bila dibandingkan dengan semester I tahun lalu maka ekspor hanya mengalami peningkatan sebanyak 11,47% dan impor tumbuh 12,66% yang mana keduanya lebih rendah dari konsensus dimana ekspor bertambah 17,53% dan impor 31,31%.

Secara lebih rinci, penurunan ekspor Indonesia yang cukup curam terjadi pada bidang otomotif seperti kendaraan dan komponenya, mesin dan peralatan listrik serta mesin pesawat mekanik. Meski ekspor bulan Juni menurun, namun impor pada bulan tersebut turun lebih dalam hingga 36,27 persen sehingga surplus perdagangan masih bisa dirasakan pada Juni lalu. Impor konsumsi tercatat menurun paling besar 41,85% diikuti impor bahan baku dan impor bahan modal sebesar 35.21% dan 37,81%.

Rupiah melemah meski dollar indeks turun

Mata uang dollar yang diukur dari dollar indeks terpantau mengalami penurunan sebesar 0,2% dan bertengger di posisi 94,60 setelah pembicaraan positif antara China dan Uni Eropa membuka potensi adanya peningkatan akses pasar dalam upaya menciptakan neraca perdagangan yang lebih seimbang dengan Uni Eropa.Meski demikian, pelemahan dollar indeks tidak mampu dimanfaatkan maksimal, mata uang rupiah tercatat masih mengalami pelemahan. Pagi tadi pukul 07.00 WIB posisi Rupiah di angka 14.380 per dollar AS, namun sore ini rupiah kembali melemah di posisi Rp 14.404 per dollar.

IHSG melemah 0,65%

Diperdagangkan di rentang 5847 – 5956, IHSG ditutup melemah 0,65% ke level 5905,16. Delapan dari sepuluh sektor bergerak ke teritori negatif ditekan oleh sektor infrastructure, konstruksi, aneka industri dan consumer yang kesemuanya anjlok hingga lebih dari satu persen. Adapun dua sektor yang menguat hanyalah finance dan trade yang masing – masing naik tipis 0,23% dan 0,11%. Meskipun demikian, asing masih melanjutkan inflownya ke dalam bursa dengan pembelian bersih sebesar 69,45 miliar di pasar regular sehingga total net buy asing di bulan ini membengkak menjadi 900,02 miliar.

Bursa Asia merah

Dengan bursa Jepang yang ditutup karena libur nasional, perhatian investor tertuju pada rilis data ekonomi China diantaranya pertumbuhan GDP kuartal II sebesar 6,7% yang sesuai dengan konsensus pasar namun tercatat turun 0,1% secara year on year. Indikator Industrial Production China juga terpantau turun 0,8% yoy menjadi 6,0% saja pada bulan Juni lalu. Hal ini memberikan tekanan bagi bursa – bursa di regional Asia. Indeks Shanghai Composite China ditutup turun 0,61% diikuti Kospi Korea Selatan dan STI Singapura yang melemah 0,39% dan 0,40%. Sementara itu, indeks Hang Seng di bursa Hong Kong masih mampu mencatatkan penguatan tipis 0,08% karena rebound di saham – saham properti.

 

Image source: http://mybooksanddreams.blogspot.com

0

Market Updates

IHSG berhasil meneruskan trend bullishnya sepanjang pekan ini. Diperdagangkan dengan rentang antara 5908 – 5961, IHSG ditutup naik 0,61% ke level 5944,07. Tujuh dari sepuluh sektor bergerak positif dengan pendorong utama di sektor aneka industri, finance dan mining. Naiknya saham ASII membantu sektor aneka industri melambung hingga 1,40%. Sementara itu di finance, inflow asing yang besar di saham – saham perbankan mendorong sektor ini menguat hingga 1,13%. BBTN mengalami lonjakan sebesar 9,5% sedangkan BBNI dan BMRI masing – msaing naik 3,2% dan 2,3%.

Sektor mining ditopang ANTM dan INCO

Sektor mining menguat 0,87% dengan saham – saham di sektor logam industri menguat tajam. ANTM dan INCO melesat di atas 5% sedangkan TINS bergerak naik 3,6%. Di sisi lain, saham – saham minyak dan batubara justru menjadi pemberat setelah harga minyak mentah merosot siang ini karena investor mencerna dampak dari peringatan IEA akan cadangan minyak yang menipis namun diimbangi berita kembalinya suplai minyak Libya ke pasar dunia. Minyak mentah Brent, terpantau turun 35 sen, atau 0,5 persen, menjadi USD74,10 per barel.

Tiga sektor melemah

Di sisi lain tiga sektor yang melemah adalah infrastructure, agri dan konstruksi. Sektor infrastructure melemah paling dalam sebesar 0,88% setelah saham TLKM jatuh sebesar 1,95% tidak mampu diimbangi oleh kenaikan saham PGAS sebesar 4,01%. Berikutnya sektor agri berbalik ditutup melemah 0,17% meskipun tadi pagi sempat menunjukkan penguatan yang mantap. Harga CPO di bursa Malaysia drop ke level terendah dalam hampir tiga tahun terakhir ke level 2186 ringgit per ton terpengaruh penurunan demand dari China. Hal ini juga diperparah oleh menurunya harga minyak kedelai yang merupakan komoditas substitusi di bursa Dalian yang tergelincir 0,7%.

Bursa Asia fokus rilis data China

Indeks – indeks utama di bursa Asia pagi ini bergerak menghijau. Fokus investor tertuju pada rilis data ekspor China pada bulan Juni yang lebih besar dari perkiraan di tengah terjadinya perang dagang dengan Amerika. Neraca dagang China mencatatkan surplus USD 41,61 miliar dengan ekspor tumbuh 12,8% dan impor naik 19,9%. Indeks Shenzhen Componen dan Hang Seng, Hong Kong naik 0,57% dan 0,08%. Adapun Nikkei 225 Jepang dan Kospi Korea melesat 1,85% dan 1,13%.

image source: https://hacked.com/

0

Market Updates

Indeks – indeks utama bursa Asia sore ini serentak bergerak melemah terimbas  potensi perang dagang lanjutan antara Amerika Serikat dengan China. Aksi balas – membalas ini terjadi setelah pemerintahan Donald Trump meningkatkan tekanan dengan mengancam penambahan tarif 10 persen senilai USD200 miliar ke daftar barang impor dari China. Hal ini terjadi setelah China menetapkan tarif terhadap barang-barang Amerika yang masuk ke negaranya sebagai respon atas penambahan tarif 25 persen senilai USD34 miliar pada pekan lalu.

Pasar saham Asia-pun tertekan seiring kabar yang berkembang itu. Indeks Shanghai turun signifikan -1,76% diikuti Hang Seng, Hong Kong -1,39%. Bahkan indeks saham di luar China juga turut terimbas. Indeks Nikkei 225 Jepang jatuh hingga -1,28%dan Kospi Korea -0,59% tertekan kinerja saham – saham otomotif dan eksportir. Harga saham Toyota Motor turun 0,98 persen, eksportir Advantest melemah 2,28 persen dan Canon yang turun 1,13 persen. Dari Korea, saham Hyundai Motor turun 2,43 persen sedangkan Samsung Electronics ambles 1,3 persen.

IHSG berbalik arah ke zona hijau

Terus tertekan di sepanjang sesi perdagangan, IHSG mampu berakhir di zona positif dengan penguatan sebesar 0,20% ke level 5893,36 setelah terombang – ambing di rentang 5822 – 5897. Inflow dana asing yang mengalir cukup deras di pasar reguler mampu membuat IHSG berbalik arah. Hingga penutupan, net buy asing mencapai nominal 502.22 miliar dengan pembelian terbesar di saham TLKM, BBCA, ASII dan INKP.

Lima dari sepuluh sektor bergerak di teritori positif dengan pendorong terbesar di sektor aneka industri yang melesat 3,45% karena saham ASII yang melambung hingga 4.33%. Selain aneka industri, sektor mining juga menopang gerak indeks dengan kenaikan sebesar 1,53%. Harga minyak rally ke level USD 74,11 per barel setelah persediaan minyak mentah Amerika menyusut pekan lalu sebesar 6,8 juta barel, lebih tinggi dari prediksi di angka 4,5 juta barel.

Rupiah melemah

Isu perang dagang juga berimbas kepada nilai tukar rupiah hari ini. Sempat menguat hingga ke level Rp14.303 per dollar, rupiah perlahan melemah tajam ke level Rp14.375 per dollar. Hal ini terjadi seiring dengan menguatnya mata uang dollar yang diukur dari dollar indeks. Pagi tadi dollar indeks masih di kisaran 93,85 namun sore ini telah naik hingga ke level 94,07 atau menguat sebesar 0,23%.


Image source: https://img.thedailybeast.com

0

Market Updates

IHSG hari ini bergerak mantap di zona hijau sejak pembukaan pasar dengan rentang perdagangan antara 5716 – 5815 dan ditutup di level 5807,38 atau naik sebanyak 1,97%. Kenaikan indeks ditopang sentimen dari penguatan rupah dan penguatan bursa utama dunia seperti Amerika, Eropa dan Asia pagi ini. Sepuluh sektor serempak bergerak menghijau dengan sektor finance memimpin penguatan sebesar 3,32%. Tiga saham perbankan blue chip yaitu  BBRI, BBCA dan BBNI berturut – turut naik sebanyak 5,9%, 4,6% dan 3,6%. Kemudian selain finance, sektor infrastructure dan basic industry menguat di atas 2%.

Di sektor infrastructure, saham TLKM yang telah berhasil break down trend terus melaju bullish dan ditutup naik 3,11% sedangkan saham PGAS meski sedikit terkoreksi dari titik tertingginya siang tadi namun masih mampu ditutup menguat 4,66%. Berikutnya kenaikan di sektor basic industry ditopang oleh kinerja saham BRPT dan INKP yang melambung di atas 5% sedangakn saham – saham semen bergerak moderat di angka 1%.

Rupiah menguat

Sempat melemah hingga ke level 14.370, Rupiah mampu berbalik menguat hingga sore ini di level 14.313 per dolar. Penguatan rupiah ini sebagai imbas dari melemahnya dollar indeks terhadap sejumlah mata uang dunia lainya setelah beberapa data-data ekonomi yang dirilis Jumat lalu sedikit mengecewakan pasar. Meski data non farm payroll cukup berkilau namun tingkat pengangguran di AS pada bulan Juni naik menjadi 4% sedangkan upah rata-rata per jam hanya meningkat 0,2% lebih rendah dari konsensus di angka 0,3%.

Bursa Asia menghijau

Sejumlah indeks utama bursa Asia serempak menghijau. Indeks Nikkei 255 Jepang melesat 2,90% disusul oleh indeks Shanghai Composite China dan Hang Seng Hong Kong yang melaju 2,47% dan 1,40%. Indeks Kospi Koreapun tidak ketinggalan dengan penguatan sebesar 0,57%. Saham – saham teknologi dan sumber daya menajdi pendorong utama pasar dan membuat indeks MSCI Asia Pacific secara keseluruhan meningkat 1,1%. Pembuat komponen elektronik besar di Jepang, Murata Manufacturing ditutup naik 5,87% diikuti Nintendo sebesar 2,53% sedangkan raksasa elektronik Korea, Samsung, melaju moderat di kisaran 1,5%.

Image source: validnews.co

0

Market Updates

Menjadi sektor dengan kenaikan tertinggi hari ini, sektor mining diuntungkan oleh kenaikan harga minyak dan batubara sekaligus. Minyak WTI memanas setelah pasokan minyak Amerika mulai menipis karena pembatasan pasokan oleh AS dan belum terpenuhinya janii Arab Saudi yang akan meningkatkan produksi minyak menjadi 11 juta barel per hari. Padahal di saat yang sama suplai minyak dari Iran, Libya dan Venezuela tidak dalam kapasitas yang penuh.

Sementara itu dari sub sektor batubara, lonjakan ekspor ke China yang cukup pesat  membuat rally harga di hari keempat ini belum terhenti. Seperti diberitakan, batubara di port Australia untuk pertama kalinya sejak November 2012 menyentuh level USD 120,10 per ton. Ekspor batubara Indonesia ke China dalam 6 bulan pertama 2018 diperkirakan menyentuh angka 61,8 juta ton yang mana tumbuh 49% secara year on year dari tahun 2017 yang hanya sebesar 46,3 juta ton.

IHSG berbalik menguat

Hampir sepanjang perdagangan berada di teritori negatif, IHSG berbalik menguat menjelang akhir perdagangan dan ditutup naik 0,1% ke level 5739,33 setelah sempat melemah hingga 5685. Enam dari sepuluh sektor bergerak menghijau dengan sektor mining menjadi bintang setelah melesat 1,69% diikuti infrastructure 1,32% dan trade & service sebesar 1,20%. Adapun sektor yang menjadi penekan utama indeks adalah consumer goods yang ambles hingga -1,14% dan agriculture -0,94%.

Bursa Asia belum pulih

Sejumlah indeks –indeks utama bursa Asia kembali memperpanjang masa bearishnya. Kekhawatiran menuju detik – detik penambahan tarif impor untuk 545 jenis barang senilai sekitar 34 miliar dolar AS pada produk pertanian, kendaraan dan produk akuatik yang akan efektif mulai 6 Juli 2018 besok membuat investor menahan aksi belinya. Pemerintah China sebelumnya juga menegaskan bahwa bila tarif tersebut resmi diberlakukan maka Beijing akan membalasnya di hari yang sama. Indeks Shanghai Composite China dan Hang Seng Hong Kong merosot -0,91% dan -0,42% diikuti Kospi, Korea Selatan  -0,35% dan Nikkei 225 Jepang -0,78%.


Image Source: www.brinknews.com

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini cukup mixed dengan rentang yang lebar. Sempat menyentuh titik terendah di level 5557, indeks perlahan naik dan mampu ditutup ke level 5733,64 atau menguat sebanyak 1,77%. Tujuh dari sepuluh sektor menghijau dengan pendorong utama di sektor aneka industri yang melesat 2,47% sebelum disalip oleh consumer goods yang melambung hingga 3,24%. Sektor finance yang berkapitalisasi terbesar di BEI juga turut mendukung indeks dengan kenaikan hingga 2,40%. Volume transaksi di bursa hari ini terpantau moderat dengan nilai transaksi hingga 7,17 triliun.

Saham ASII menjadi penggerak pasar

Sempat naik hingga 5% saham ASII menjadi pendorong utama IHSG di awal – awal perdagangan. Sentimen positif dari kenaikan saham ini berasal dari rilis data penjualan mobil di 5 bulan pertama 2018 yang menunjukkan kenaikan sebesar 5,62%. Total pencapaian sepanjang Januari-Mei 2018 sebesar 494.917 unit, sedangkan pada periode yang sama 2017 lalu hanya sebanyak  467.117 unit. Apabila performa tersebut konsisten terjaga maka target penjualan mobil 2018 di angka 1,1 juta unit kemungkinan bias tercapai.

Sektor agri masih terpuruk

Bersama sektor konstruksi dan basic industry, sektor agri turut membebani penguatan IHSG dengan pelemahan sebesar 0,52%. Sentimen negatif datang dari kembali melemahnya harga CPO di bursa Malaysia sebesar 0,7% akibat lesunya data ekspor serta merosotnya harga minyak kedelai yang merupakan komoditas substitusi. Menurut survey kargo AmSpec Agri Malaysia dan Societe Generale de Surveillance, ekspor CPO Malaysia pada bulan Juni lalu tercatat turun hingga 11% secara month on month.

Rupiah perlahan menguat

Setelah kemarin sempat menyentuh level tertinggi di 14.486 per dolar AS, Rupiah hari ini terpantau bergerak menguat hingga ke titik tertingginya pada pukul 13:45 WIB tadi di level 14.320 per dolar AS.Sentimen positif dating dari pernyataan menteri keuangan Sri Mulyani yang mengatakan bahwa pemerintah akan mengkaji ulang impor barang modal dimana untuk proyek – proyek yang kurang prioritas ada kemungkinan untuk ditunda atau dikurangi nilainya. Jika kebijakan ini terealisasi maka akan berdampak positif bagi neraca perdagangan Indonesia mengingat impor barang modal memiliki porsi 16,25% terhadap total impor Indonesia selama Januari-Mei 2018 dengan nilai sebesar  US$ 12,63 miliar.

Bursa Asia ambruk

Hubungan China dan Amerika yang terus memanas memberi sentiment negatif bagi bursa – bursa di regional Asia. Seperti diberitakan, baru – baru ini China mengeluarkan travel warning bagi warganya untuk ke Amerika Serikat yang dipandang sebagai langkah politik untuk menekan Amerika setelah  Presiden Donald Trump akan memberlakukan tarif barang tambahan senilai US$ 34 miliar atau Rp 488 triliun dari Cina pada Jumat ini. Indeks Shanghai Composite merosot -1,00% diikuti Hang Seng, Hong Kong yang ambles 1,03%. Adapun Nikkei 225 Jepang dan Kospi Korea masing – masing terjerembab 0,34% dan 0,32%.

Image source: http://litbang.kemendagri.go.id

0

Market Updates

Sempat menghijau di awal perdagangan, IHSG berbalik melemah dan ditutup di level terendahnya hari ini di posisi 5746,77 atau turun sebanyak 0,9%. Saham ASII menjadi penekan utama indeks dengan kejatuhan sebesar 5,30% dan membuat sektor aneka industry merosot hingga -4,68%. Selain sektor aneka industry, delapan sektor lain juga turun cukup dalam seperti basic industry dan mining yang ambles- 2,19% dan -2,18% diikuti manufacture -1,14%, finance -0,79% serta konstruksi -0,72%. Satu-satunya sektor yang ditutup menguat hanyalah consumer goods yang naik 0,24%.

Sektor consumer terdorong data inflasi

Siang tadi BPS merilis data inflasi inflasi bulanan sebesar 0,59%, sementara inflasi tahunan diumumkan sebesar 3,12%. Angka inflasi tersebut tercatat lebih tinggi dari konsensus sebesar 0,51% MoM dan 2,97% YoY. Hal ini dipersepsikan pasar sebagai tanda pulihnya tingkat konsumsi masyarakat dan membuat saham – saham di sektor ini diborong investor. HMSP. GGRM dan KLBF sempat melesat di kisaran 5% sedangkan SIDO dan KAEF menguat hingga di atas 2%.

Dibatasi pelemahan rupiah

Penurunan IHSG sedikit banyak terpengaruh oleh pergerakan rupiah yang kembali memanas. Hingga sore ini rupiah terpantau melemah 0,63% ke level Rp 14.383 per dolar AS. Keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 50bps pada Jumat kemarin sepertinya belum mampu menahan kejatuhan rupiah. Hal ini menekan saham – saham yang memiliki hutang berdenominasi dollar.

Asing berbalik net sell

Sempat mencatatkan net buy hingga 95 miliar, asing perlahan keluar dari bursa dan hingga penutupan mencatatkan outflow sebesar 26,63 miliar di pasar regular. ASII dan BMRI memimpin daftar saham yang paling banyak dijual asing dengan net sell sebesar -74 miliar dan -43 miliar diikuti oleh TKIM -39 miliar, BDMN -38 miliar dan AMRT -38 miliar. Di sisi lain dua bank besar BBRI dan BBCA menjadi top net buy asing dengan pembelian bersih sebesar 93 miliar dan 55 miliar diikuti PTBA 38 miliar, INKP 37 miliar dan TLKM 23 miliar.

Image source: images.detik.net.id/

0