Market Updates

Bergerak mixed, IHSG berhasil kembali di atas level 5700

Pergerakan IHSG hari ini cukup mixed dengan rentang yang lebar. Sempat menyentuh titik terendah di level 5557, indeks perlahan naik dan mampu ditutup ke level 5733,64 atau menguat sebanyak 1,77%. Tujuh dari sepuluh sektor menghijau dengan pendorong utama di sektor aneka industri yang melesat 2,47% sebelum disalip oleh consumer goods yang melambung hingga 3,24%. Sektor finance yang berkapitalisasi terbesar di BEI juga turut mendukung indeks dengan kenaikan hingga 2,40%. Volume transaksi di bursa hari ini terpantau moderat dengan nilai transaksi hingga 7,17 triliun.

Saham ASII menjadi penggerak pasar

Sempat naik hingga 5% saham ASII menjadi pendorong utama IHSG di awal – awal perdagangan. Sentimen positif dari kenaikan saham ini berasal dari rilis data penjualan mobil di 5 bulan pertama 2018 yang menunjukkan kenaikan sebesar 5,62%. Total pencapaian sepanjang Januari-Mei 2018 sebesar 494.917 unit, sedangkan pada periode yang sama 2017 lalu hanya sebanyak  467.117 unit. Apabila performa tersebut konsisten terjaga maka target penjualan mobil 2018 di angka 1,1 juta unit kemungkinan bias tercapai.

Sektor agri masih terpuruk

Bersama sektor konstruksi dan basic industry, sektor agri turut membebani penguatan IHSG dengan pelemahan sebesar 0,52%. Sentimen negatif datang dari kembali melemahnya harga CPO di bursa Malaysia sebesar 0,7% akibat lesunya data ekspor serta merosotnya harga minyak kedelai yang merupakan komoditas substitusi. Menurut survey kargo AmSpec Agri Malaysia dan Societe Generale de Surveillance, ekspor CPO Malaysia pada bulan Juni lalu tercatat turun hingga 11% secara month on month.

Rupiah perlahan menguat

Setelah kemarin sempat menyentuh level tertinggi di 14.486 per dolar AS, Rupiah hari ini terpantau bergerak menguat hingga ke titik tertingginya pada pukul 13:45 WIB tadi di level 14.320 per dolar AS.Sentimen positif dating dari pernyataan menteri keuangan Sri Mulyani yang mengatakan bahwa pemerintah akan mengkaji ulang impor barang modal dimana untuk proyek – proyek yang kurang prioritas ada kemungkinan untuk ditunda atau dikurangi nilainya. Jika kebijakan ini terealisasi maka akan berdampak positif bagi neraca perdagangan Indonesia mengingat impor barang modal memiliki porsi 16,25% terhadap total impor Indonesia selama Januari-Mei 2018 dengan nilai sebesar  US$ 12,63 miliar.

Bursa Asia ambruk

Hubungan China dan Amerika yang terus memanas memberi sentiment negatif bagi bursa – bursa di regional Asia. Seperti diberitakan, baru – baru ini China mengeluarkan travel warning bagi warganya untuk ke Amerika Serikat yang dipandang sebagai langkah politik untuk menekan Amerika setelah  Presiden Donald Trump akan memberlakukan tarif barang tambahan senilai US$ 34 miliar atau Rp 488 triliun dari Cina pada Jumat ini. Indeks Shanghai Composite merosot -1,00% diikuti Hang Seng, Hong Kong yang ambles 1,03%. Adapun Nikkei 225 Jepang dan Kospi Korea masing – masing terjerembab 0,34% dan 0,32%.

Image source: http://litbang.kemendagri.go.id

Author


Avatar