Market Updates

Bursa Asia digoyang tarif impor tambahan AS namun IHSG mampu ditutup positif

Indeks – indeks utama bursa Asia sore ini serentak bergerak melemah terimbas  potensi perang dagang lanjutan antara Amerika Serikat dengan China. Aksi balas – membalas ini terjadi setelah pemerintahan Donald Trump meningkatkan tekanan dengan mengancam penambahan tarif 10 persen senilai USD200 miliar ke daftar barang impor dari China. Hal ini terjadi setelah China menetapkan tarif terhadap barang-barang Amerika yang masuk ke negaranya sebagai respon atas penambahan tarif 25 persen senilai USD34 miliar pada pekan lalu.

Pasar saham Asia-pun tertekan seiring kabar yang berkembang itu. Indeks Shanghai turun signifikan -1,76% diikuti Hang Seng, Hong Kong -1,39%. Bahkan indeks saham di luar China juga turut terimbas. Indeks Nikkei 225 Jepang jatuh hingga -1,28%dan Kospi Korea -0,59% tertekan kinerja saham – saham otomotif dan eksportir. Harga saham Toyota Motor turun 0,98 persen, eksportir Advantest melemah 2,28 persen dan Canon yang turun 1,13 persen. Dari Korea, saham Hyundai Motor turun 2,43 persen sedangkan Samsung Electronics ambles 1,3 persen.

IHSG berbalik arah ke zona hijau

Terus tertekan di sepanjang sesi perdagangan, IHSG mampu berakhir di zona positif dengan penguatan sebesar 0,20% ke level 5893,36 setelah terombang – ambing di rentang 5822 – 5897. Inflow dana asing yang mengalir cukup deras di pasar reguler mampu membuat IHSG berbalik arah. Hingga penutupan, net buy asing mencapai nominal 502.22 miliar dengan pembelian terbesar di saham TLKM, BBCA, ASII dan INKP.

Lima dari sepuluh sektor bergerak di teritori positif dengan pendorong terbesar di sektor aneka industri yang melesat 3,45% karena saham ASII yang melambung hingga 4.33%. Selain aneka industri, sektor mining juga menopang gerak indeks dengan kenaikan sebesar 1,53%. Harga minyak rally ke level USD 74,11 per barel setelah persediaan minyak mentah Amerika menyusut pekan lalu sebesar 6,8 juta barel, lebih tinggi dari prediksi di angka 4,5 juta barel.

Rupiah melemah

Isu perang dagang juga berimbas kepada nilai tukar rupiah hari ini. Sempat menguat hingga ke level Rp14.303 per dollar, rupiah perlahan melemah tajam ke level Rp14.375 per dollar. Hal ini terjadi seiring dengan menguatnya mata uang dollar yang diukur dari dollar indeks. Pagi tadi dollar indeks masih di kisaran 93,85 namun sore ini telah naik hingga ke level 94,07 atau menguat sebesar 0,23%.


Image source: https://img.thedailybeast.com

Author


Avatar