Market Updates

Tertekan sentimen neraca dagang dan pelemahan rupiah, IHSG ditutup melemah

Siang tadi BPS merilis neraca dagang untuk bulan Juni surplus senilai USD 1,74 miliar. Kendati demikian, neraca perdagangan secara keseluruhan pada semester pertama tahun ini masih mencatatkan defisit sebesar US$1,02 miliar. Defisit perdagangan Januari-Juni 2018 terjadi karena secara kumulatif ekspor hanya sebesar US$88,02 miliar. Sedangkan impor paruh pertama tahun ini mencapai US$89,04 miliar. Bila dibandingkan dengan semester I tahun lalu maka ekspor hanya mengalami peningkatan sebanyak 11,47% dan impor tumbuh 12,66% yang mana keduanya lebih rendah dari konsensus dimana ekspor bertambah 17,53% dan impor 31,31%.

Secara lebih rinci, penurunan ekspor Indonesia yang cukup curam terjadi pada bidang otomotif seperti kendaraan dan komponenya, mesin dan peralatan listrik serta mesin pesawat mekanik. Meski ekspor bulan Juni menurun, namun impor pada bulan tersebut turun lebih dalam hingga 36,27 persen sehingga surplus perdagangan masih bisa dirasakan pada Juni lalu. Impor konsumsi tercatat menurun paling besar 41,85% diikuti impor bahan baku dan impor bahan modal sebesar 35.21% dan 37,81%.

Rupiah melemah meski dollar indeks turun

Mata uang dollar yang diukur dari dollar indeks terpantau mengalami penurunan sebesar 0,2% dan bertengger di posisi 94,60 setelah pembicaraan positif antara China dan Uni Eropa membuka potensi adanya peningkatan akses pasar dalam upaya menciptakan neraca perdagangan yang lebih seimbang dengan Uni Eropa.Meski demikian, pelemahan dollar indeks tidak mampu dimanfaatkan maksimal, mata uang rupiah tercatat masih mengalami pelemahan. Pagi tadi pukul 07.00 WIB posisi Rupiah di angka 14.380 per dollar AS, namun sore ini rupiah kembali melemah di posisi Rp 14.404 per dollar.

IHSG melemah 0,65%

Diperdagangkan di rentang 5847 – 5956, IHSG ditutup melemah 0,65% ke level 5905,16. Delapan dari sepuluh sektor bergerak ke teritori negatif ditekan oleh sektor infrastructure, konstruksi, aneka industri dan consumer yang kesemuanya anjlok hingga lebih dari satu persen. Adapun dua sektor yang menguat hanyalah finance dan trade yang masing – masing naik tipis 0,23% dan 0,11%. Meskipun demikian, asing masih melanjutkan inflownya ke dalam bursa dengan pembelian bersih sebesar 69,45 miliar di pasar regular sehingga total net buy asing di bulan ini membengkak menjadi 900,02 miliar.

Bursa Asia merah

Dengan bursa Jepang yang ditutup karena libur nasional, perhatian investor tertuju pada rilis data ekonomi China diantaranya pertumbuhan GDP kuartal II sebesar 6,7% yang sesuai dengan konsensus pasar namun tercatat turun 0,1% secara year on year. Indikator Industrial Production China juga terpantau turun 0,8% yoy menjadi 6,0% saja pada bulan Juni lalu. Hal ini memberikan tekanan bagi bursa – bursa di regional Asia. Indeks Shanghai Composite China ditutup turun 0,61% diikuti Kospi Korea Selatan dan STI Singapura yang melemah 0,39% dan 0,40%. Sementara itu, indeks Hang Seng di bursa Hong Kong masih mampu mencatatkan penguatan tipis 0,08% karena rebound di saham – saham properti.

 

Image source: http://mybooksanddreams.blogspot.com

Author


Avatar