Market Updates

Saham – saham komoditas membawa IHSG melaju ke zona hijau

Mendapatkan sentimen positif dari kenaikan harga komoditas dan menghijuanya bursa global, IHSG melaju mantap di zona hijau dan ditutup naik 0,50% ke level 5890,73 setelah diperdagangkan di rentang 5858 – 5899. Delapan dari sepuluh sektor bergerak menguat dengan pendorong utama di sektor mining, infrastructure dan agri. Ketiga sektor tersebut menguat di atas 1%. Di sisi lain, dua sektor yang melemah hanyalah trade & service yang merosot 0,99% dan construction yang turun tipis 0,08%. Volume transaksi harian terpantau mencapai 7,58 triliun sedikit lebih tinggi dari rata-rata bulan ini di angka 6,95 triliun.

Sektor Agri rebound

Setelah terus menerus mengalami bearish akibat terpuruknya harga CPO, sektor Agri akhirnya mendapat angin segar dari rencana presiden Joko Widodo yang akan menerbitkan inpres tentang  pengelolaan industri kelapa sawit Indonesia. Inpres tersebut disusun untuk menangkal kampanye negatif, khususnya yang dilancarkan di Eropa bahwa kelapa sawit merusak lingkungan. Selain menerbitkan inpres, Presiden Jokowi sebelumnya juga telah berhasil meyakinkan negera – negara Eropa untuk menangguhkan penerapan pembatasan biofuel berbahan dasar sawit dari yang tadinya pada tahun 2021 menjadi 2030. Hasilnya, saham – saham CPO serempak bergerak naik. LSIP melaju 3,8% diikuti AALI yang menguat  2,94% sedangkan SSMS dan BWPT menguat moderat di kisaran 1%.

Sektor mining ditopang batubara

Saham – saham emiten batubara ditutup menguat cukup besar setelah harga komoditas tersebut mengalami kenaikan di atas 1%. Voice of Ameria (VOA) melaporkan bahwa dua kapal berbendera Panama namun milik perusahaan China  terpantau mengangkut batubara ilegal yang berasal dari Korea Utara.  Oktober 2017 lalu, meski terkena sanksi ekspor PBB, Korea Utara juga dilaporkan tetap mengirimkan batubara melalui empat kapal yang disamarkan sebagai kapal dari Rusia.

Mengacu pada laporan pemantau independen PBB, ekspor batubara dari Korea Utara ke sejumlah negara seperti Cina, India, Sri lanka dan Malaysia pada 2017 lalu ditengarai mencapai 2,5 juta ton atau USD 260 juta. Apabila terus diusut dan bisa dihentikan maka demand batubara dari Australia dan Indonesia diproyeksi akan terangkat.

Asing berbalik catatkan net buy

Meski pagi tadi sempat mencatatkan net sell hingga di atas 100 miliar di pasar reguler, Asing perlahan – lahan kembali masuk ke dalam bursa melalui inflow besar di saham BBCA. Hingga penutupan market, total net buy asing di pasar reguler mencapai 114,94 miliar. Saham BBCA memimpin top net buy asing dengan pembelian bersih senilai 281 miliar, diikuti TLKM 81 miliar, ADRO 40 miliar dan RALS 24 miliar. Di sisi lain, saham – saham yang menjadi top net sell hari ini diantaranya adalah BBRI -137 miliar, BBNI -41 miliar, BTPS -41 miliar, dan BNBR -39 miliar.


Image source: mining.com

Author


Avatar