The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Mayoritas bergerak di zona merah, IHSG berhasil berbalik ditutup menguat tipis 0,03% ke level 5872.78 setelah sebelumnya diperdagangkan di rentang 5842 – 5884. Tekanan dari melemahnya rupiah, anjloknya harga komoditas batubara serta volume transaksi yang rendah membuat IHSG kehilangan kekuatan untuk bergerak ke atas. Dengan empat dari sepuluh sektor yang melemah, sektor mining dan sektor perdagangan menjadi penekan utama dengan pelemahan  1,72% dan 1,01%. Di sisi lain, menguatnya saham – saham telekomunikasi seperti TLKM, ISAT dan EXCL mampu membawa sektor infrastruktur melaju 1,26% dan membawa IHSG ditutup di zona hijau.


Isu lingkungan lemahkan batubara

Harga batubara bergerak melemah. Di port Rotterdam untuk kontrak Agustus, harga batubara turun 1,39% sedangkan di Newcastle, merosot hingga 1,65%. Penurunan demand karena peningkatan permintaan energi terbarukan membayangi pasar. Di Jerman, impor batubara diperkirakan turun 12% dari sebelumnya 54,6 juta ton menjadi hanya 45 juta ton. Selain hal tersebut, riset terbaru dari Energy Ventures Analysis (EVA) dan National Mining Association (NMA) menunjukkan bahwa penutupan pembangkit listrik batubara lebih awal akan 15 kali lebih efisien daripada melanjutkanya untuk tetap beroperasi dan menimbulkan pencemaran lingkungan.

Asing masih catatkan inflow

Nilai transaksi di bursa hari ini cukup rendah dimana tercatat hanya 5,85 triliun di keseluruhan pasar, di bawah rata-rata transaksi bulan ini di angka 6,95 triliun. Meskipun demikian inflow asing masih tetap berlanjut dimana di pasar reguler, tercatat net buy sebesar 28,64 miliar. Saham BBRI dan TLKM menjadi incaran asing dengan pembelian bersih senilai 129 miliar dan 91 miliar diikuti BBCA 84 miliar, GGRM 24 miliar dan INKP 20 miliar.


Rupiah terus tertekan

Nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau terus melemah. Hingga pukul 15.30 WIB, nilai rupiah berada di level 14.510 per dolar AS dengan puncak pelemahanya pada pukul 08.30 pagi tadi di level 14.546 per dolar. Tekanan datang dari komentar gubernur The FED, Jerome Powell yang mengatakan bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga AS dua kali lagi sampai akhir 2018 karena ekonomi AS yang stabil. Imbal hasil obligasi Amerika pun juga semakin menarik dimana untuk tenor 2 tahun berada pada posisi 2,62%, tertinggi sejak Agustus 2008.

Bursa Asia mixed menguat

Mayoritas indeks di bursa regional Asia ditutup di teritori positif dengan bursa China menjadi yang paling cemerlang. Indeks Shanghai Composite melesat 2,05% sedangkan Hang Seng Hong Kong dan Kospi Korea naik 0,89% dan 0,30%. Sentimen positif datang dari mulai membaiknya nilai tukar Yuan terhadap Dollar. Sebelumnya nilai tukar mata uang China tersebut terus melemah hingga -7,6% sepanjang semester I ini dan menimbulkan kecemasan akan hengkangnya dana asing dari pasar. Namun berkat campur tangan Bank Sentral (PBoC) yang mulai melepas dollar ke pasar, nilai tukar Yuan perlahan mulai naik dari sebelumnya di 6.8128 kini berada di posisi 6.777

Sementara itu dari Jepang, indeks Nikkei 225 berakhir melemah 0,29% seiring dengan menguatnya mata uang yen terhadap Dollar yang membebani kinerja saham – saham berorientasi ekspor. Saham Dentsu Inc. dan Tokyo Electron Ltd. yang masing-masing turun 6,83% dan 2,97% menjadi penekan utama terhadap koreksi bursa Jepang.


Image source: https://inhabitat.com

0