The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Semua indeks bursa utama Asia sore ini ditutup di zona hijau dengan sentimen positif dari bursa China yang mengeluarkan paket kebijakan untuk meminimalisir kerugian akibat perang dagang dengan Amerika. Indeks Shanghai Composite melambung hingga 1,62% diikuti Hangseng Hong Kong dan Kospi Korea yang menguat 1,50% dan 0,48%. Bahkan di Jepang, indeks Nikkei 225 masih mampu naik 0,51% meski dibayang perlambatan di sektor manufaktur yang terlihat dari indikator PMI yang hanya berada di angka 51,6 terendah sejak November 2016. Nilai ini juga turun dari posisi bulan lalu di angka 53.0.

Paket kebijakan tersebut dirilis seiring dengan perkembangan ekonomi China pada kuartal II 2018 yang hanya bertumbuh sebesar 6,7%, paling kecil sejak 2016 dan bahkan akibat perang dagang, ekonomi China sepanjang 2018 diprediksi hanya tumbuh 6,5%. Salah satu paket kebijakan yang ditunggu adalah adanya potongan pajak tambahan sebesar 65 miliar yuan (USD 9,6 miliar) untuk perusahaan yang memiliki bujet riset dan pengembangan (R & D) dan melonggarkan pembatasan obligasi yang diterbitkan lembaga perbankan untuk pembiayaan perusahaan – perusahaan kecil.

IHSG terus mencoba break out

Bergerak dengan rentang sempit, IHSG mampu ditutup naik 0,27% ke level 5931,84 setelah diperdagangkan di range 5925 – 5945. Enam dari sepuluh sektor bergerak di teritori positif dengan pendorong utama di sektor basic industry yang menguat 1,23% diikuti construction dan finance yang masing – masing melaju 0,64% dan 0,55%. Secara teknikal IHSG saat ini masih mencoba break down trend sejak akhir Maret lalu, namun dengan volume transaksi hari ini yang tidak terlalu tinggi di angka Rp 6,67 triliun maka masih ada kemungkinan untuk koreksi apabila tidak ditunjang dengan sentimen positif yang kuat.

Ditekan sektor agri

Dari empat sektor yang melemah, sektor agri menjadi yang turun paling tajam dengan kemerosotan sebesar 0,40%. Harga CPO yang terus bearish membawa kejatuhan di saham – saham perkebunan kelapa sawit . Di bursa Malaysia, CPO terpantau turun 1,2% ke level 2168 ringgit per ton akibat proyeksi akan meningkatnya produksi Malaysia pada beberapa pekan ke depan karena pengaruh dari siklus tahunan. Hal ini juga diperparah oleh melemahnya harga komoditas subtitusinya yaitu minyak kedelai sebesar 0,8%.

Asing terus lanjutkan inflow

Hingga penutupan pasar, inflow asing yang masuk ke dalam bursa lewat pasar reguler telah mencapai 395,03 miliar. Saham BBCA masih menjadi yang paling banyak dicollect asing dengan net buy sebesar 244 miliar, diikuti INKP 65 miliar, BMRI 46 miliar dan CPIN 32 miliar. Di sepanjang bulan Juli ini, total net buy asing tercatat sudah senilai 1,64 triliun. Yang menggembirakan, selain di pasar saham, asing juga terpantau masuk di SBN dimana sejak awal bulan ini menunjukkan grafik peningkatan. Hingga 20 Juli, total dana asing yang masuk SBN mencapai 5,65 triliun.

0