Market Updates

Ditopang sentimen dari India, sektor Agri naik tajam di tengah pelemahan IHSG

Terpengaruh penurunan bursa global, IHSG tidak mampu mempertahankan kenaikanya di awal perdagangan dan terpaksa ditutup melemah di level terendahnya hari ini, 6011.72 atau turun sebanyak 0,36%. Tujuh dari sepuluh sektor bergerak di zona merah dengan penekan terbesar di sektor aneka industri dan mining. Koreksi di saham ASII pasca lonjakanya kemarin membuat sektor aneka industri melemah 1.97% sedangkan di sektor mining yang turun 1,34% disebabkan oleh merosotnya harga minyak mentah karena melambungnya pasokan minyak Amerika sebesar 3,8 juta barel jauh di atas perkiraan analis yang memprediksikan penurunan stok sebesar 2,8 juta barel.  

Sektor Agri menjadi bintang

Meskipun tidak mampu mengangkat IHSG ke zona hijau, sektor agri berhasil ditutup naik tajam sebesar 3,32% akibat sentimen dari India. Harga CPO kembali bergerak naik 0,8% ke level 2122 ringgit per ton yang merupakan level tertinggi dalam tiga minggu terakhir setelah berbagai analisis cuaca India memproyeksikan bahwa curah hujan di sisa tahun 2018 ini akan jauh di bawah level normal dan berpotensi menurunkan produksi hasil – hasil pertanian termasuk kedelai dan kelapa sawit. Harga minyak kedelai yang merupakan komoditas substitusi CPO juga bergerak naik 0,4% akibat pemberitaan ini.

Asing kemasih terus masuk

Seperti halnya kemarin, hari ini asing kembali mencatatkan inflow sebesar 154,68 miliar di pasar reguler dengan pembelian bersih terbesar pada saham BBRI dan BBCA senilai 244 miliar dan 147 miliar diikuti UNVR 44 miliar, ASII 35 miliar dan TRAM 23 miliar. Di sisi lain, saham – saham yang menjadi top net sell adalah SMGR, INKP, BBNI dan LPPF dengan outflow per sahamnya di kisaran 40 miliar. Volume transaksi di bursa hari ini cukup ramai mencapai 7,9 triliun jauh di atas rata-rata transaksi harian bulan lalu di angka 7,1 triliun.

Bursa Asia Jatuh

Keinginan Donald Trump untuk kembali menaikkan pajak impor dari China menyebabkan bursa Asia siang ini jatuh cukup dalam. Seperti diberitakan, pemerintahan AS melalui perwakilanya yaitu Robert Lighthizer sedang mempertimbangkan kenaikan tarif lanjutan dari 10% menjadi 25% pada barang – barang asal China senilai USD 200 miliar dolar. Indeks Shanghai Composite merosot 2,00% diikuti Hang Seng Hong Kong dan Kospi Korea yang jatuh 2,41% dan 1,60%. Sementara itu, bursa Jepang juga turun cukup dalam dimana indeks Nikkei 225 ambles 1,03% akibat kenaikan mata uang yen yang membebani emiten – emiten eksportir.

Author


Avatar