The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Bergerak mixed sepanjang perdagangan dengan rentang 6059 – 6107, IHSG berakhir menguat tipis 0,20% ke level 6077,17. Enam sektor bergerak menguat ditopang oleh sektor consumer goods yang naik 0,74% dan construction yang melambung 1,09%. Di sisi lain, sektor komoditas pertambangan dan perkebunan melemah cukup dalam berbarengan sektor aneka industri yang turun akibat melorotnya saham ASII. Penurunan serempak pada harga batubara dan minyak mentah akibat kekhawatiran perang perdagangan AS-China yang akan melemahkan permintaan energi global membuat saham – saham di sektor ini berguguran.

Sektor Agri terkoreksi

Selain mining, sektor Agri juga ikut melemah tajam sore ini meski sebelumnya terus mencetak rally penguatan berkat kenaikan harga CPO global dan peraturan pemerintah yang mewajibkan penggunaan solar biodiesel (B20). Aksi profit taking di saham – saham perkebunan cukup wajar mengingat kenaikan CPO mulai tertahan di garis downtrend dan bahkan kemarin harganya turun 0,62% ke level 2243 ringgit per ton. Selain itu, investor mulai khawatir ketika kebijakan tarif impor kedelai AS dan produk turunanya yang diterapkan di China akan membuat Amerika Serikat mencari market baru di luar negara tirai bambu sehingga menyebabkan suplai global meningkat. 

Asing masih terus keluar

Outflow asing dari bursa masih terus berlanjut hingga hari ketiga ini. Sampai dengan penutupan market, total net sell asing di pasar reguler telah mencapai 473,48 miliar di pasar reguler karena penjualan besar di saham BBCA dan UNTR yang masing – masing nilainya 158 miliar dan 103 miliar. Selain kedua saham tersebut, TLKM dan BBNI juga turut menjadi top net sell dengan penjualan di kisaran 90 miliar. Sementara itu, saham – saham yang mencatatkan top net buy di antaranya adalah LPPF 32 miliar, BBRI 28 miliar, PTBA 27 miliar, INKP 21 miliar dan BDMN 19 miliar.

Bursa Asia merah

Mayoritas indeks utama di bursa Asia bergerak di teritori negatif setelah investor cenderung mengamankan portofolio dan menanti respon terkait rencana China dalam penetapan tarif 25% senilai USD 16 miliar terhadap 279 produk negeri Paman Sam seperti sepeda motor, speedometers, dan antena. Indeks Nikkei 225 Jepang merosot 1,25% diikuti Kospi Korea dan hang Seng Hong Kong sebesar 0,91% dan 1,01%. Adapun indeks Shanghai Composite meski terus melemah sejak pembukaan, masih mampu ditutup menguat tipis 0,04%.


Image source: https://blog.csiro.au/mining3/

0