The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Pergerakan market hari ini sangat mixed, sempat melemah hingga ke level 5689 karena tekanan dari bursa regional dan membengkaknya defisit neraca perdagangan, IHSG mampu ditutup naik 0,81% ke 5816.59 yang sekaligus menjadi level tertingginya hari ini. Respon cepat BI yang menaikkan suku bunga ditambah dengan kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk menjaga cadangan devisa disambut baik oleh pasar. Hasilnya, IHSG yang sempat melemah hingga -1,38% mampu ditutup naik dengan dukungan sembilan sektor dimotori agriculture dan mining yang masing – masing naik 5,85% dan 1,2%.

Di sektor minyak, pemerintah menyebutkan agar Pertamina membeli seluruh lifting minyak bumi yang diproduksi oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) sehingga mengurangi impor. Berikutnya di bidang batubara, pemerintah akan membuka tambahan ekspor batubara sebesar 100 juta ton. Kemudian untuk sektor perkebunan, presiden Jokowidodo hari ini dijadwalkan menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) terkait kewajiban pencampuran biodiesel dalam BBM (B-20) dan berlaku mulai 1 September 2018.

Defisit neraca dagang menggelembung

Hingga bulan ketujuh 2018, Indonesia telah mengalami lima kali defisit neraca perdagangan dan yang terbesar adalah defisit pada bulan Juli lalu sebesar USD 2,03 miliar sekaligus menjadi defisit terparah sejak Juli 2013. Nominal ini jauh lebih besar dari konsensus market yang memprediksikan hanya defisit sebesar USD 0,6 miliar dollar.

BPS mencatat total impor mencapai sebesar US$ 18,27 miliar, membengkak 62,17% dari US$ 11,27 miliar. Dari nilai tersebut,  impor nonmigas melonjak tajam 71,55% dari US$ 9,13 miliar menjadi US$ 15,66 miliar. Sedangkan impor migasnya justru hanya tumbuh  22,20%. Di sisi lain kenaikan impor belum mampu diimbangi pertumbuhan ekspor dimana sepanjang Juli 2018 hanya meningkat sekitar 25,19% menjadi  US$ 16,24 miliar.

BI naikkan suku bunga

Merespon nilai tukar rupiah yang melemah dan defisit neraca perdagangan yang semakin membesar, Rapat Dewan Gubernur Bank  Indonesia (RDG BI) pada 14-15 Agustus 2018 memutuskan untuk menaikan tingkat bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate (7DRRR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,5 persen pada bulan ini. Kenaikan suku bunga ini diharapkan mampu meredakan volatilitas rupiah  akibat krisis keuangan Turki yang menimbulkan efek kekhawatiran terhadap negara berkembang yang mirip dengan Turki antara lain Meksiko, Afrika Selatan, India, Indonesia, dan Filipina.

Bursa Asia kembali terkoreksi

Setelah kemarin mengalami rebound teknikal, bursa Asia kembali terperosok ke zona merah ketika ancaman presiden Turki untuk memboikot produk – produk Amerika ditanggapi negatif oleh pasar. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang ambles lebih dari satu persen. Indeks saham di China dan Hong Kong menjadi yang terparah dimana Shanghai Composite ambruk 2,08% sedangkan  Hang Seng merosot 1,67%. Kemudian di Jepang, indeks Nikkei 225 ditutup turun 0,66%.

0