The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Indeks – indeks utama Asia tidak mampu menahan kenaikanya di awal perdagangan dan berbalik melemah cukup dalam. Indeks Shanghai Composite China dan Hang Seng Hong Kong menjadi penekan utama dengan penurunan sebesar 1,14% dan 1,01%. Optimisme akan kesepakatan NAFTA yang sebelumnya memberi dorongan bagi market terhapuskan oleh komentar presiden Donald Trump yang menyatakan perlunya untuk mempertahankan tarif 25% terhadap impor baja dan 10% pada aluminium demi alasan keamanan nasional.

Menyusul berikutnya, bursa Korea dan Australia ditutup melemah tipis dimana indeks Kospi dan ASX 200 masing – masing turun 0,07% dan 0,01% karena tekanan di sektor Perbankan. Di sisi lain, indeks Nikkei 225 Jepang meski tertekan masih mampu ditutup naik tipis 0,11%. Sentimen positif dari pelemahan mata uang yen mampu mengimbangi penurunan saham – saham otomotif seperti Toyota dan Honda Motor yang jatuh di kisaran 1%.

Rupiah terguncang rilis PDB Amerika

Pertumbuhan ekonomi Amerika melaju lebih pesat daripada perkiraan. Departemen perdagangan AS menyebutkan Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat sebesar 4,2% dari kuartal sebelumnya pada periode April-Juni 2018, lebih tinggi dari konsensus di angka 4%. Pertumbuhan yang kuat pada kuartal kedua didukung oleh rebound dalam belanja konsumen, investasi bisnis dan ekspor. Dengan meningkatnya PDB ini memberikan sinyal –positif bagi naiknya inflasi yang dapat menjadi dorongan bagi The FED untuk menaikkan suku bunganya di bulan September. Sentimen inilah yang membuat rupiah cukup tertekan dan bahkan menembus level Rp14.736 per dollar pada pukul 16.00 WIB.

IHSG di zona merah

Sempat menguat hingga ke level 6086 IHSG perlahan jatuh ke zona merah dan ditutup turun cukup dalam hingga  -0,76% di level 6018,96. Sektor mining dan finance yang menjadi pendorong indeks pagi tadi bahkan berbalik melemah 0,38% dan 0,72%. Sementara itu, sektor infrastructure dan basic industri menjadi dua terparah dengan pelemahan lebih dari satu persen. Saham TLKM yang minus 1,96% dan PGAS  yang merosot 4,21% membawa sektor  infrastucture turun 1,55%. Kemudian di sektor basic industri, pelemahan terjadi di saham – saham pakan ternak yang terimbas kurs USD. CPIN dan JPFA turun di kisaran 1,8% sedangkan CPIN terjerembab hingga 3,80%.

Asing lanjutkan net buy

Inflow masif di saham BBCA sebesar 329 miliar membuat total net buy asing hingga penutupan sore ini mencapai 490,77 miliar di pasar reguler. Di posisi kedua pembelian bersih terbesar ada pada saham INKP 72 miliar, lalu BBTN 38 miliar, INDY 22 miliar dan LPPF 21 miliar. Untuk minggu ini saja, asing sudah terpantau masuk cukup besar ke dalam bursa dengan net buy hingga 1,96 triliun. Di sisi lain, saham – saham yang mencatatkan top net sell di antaranya adalah BBRI -56 miliar, BMRI -27 miliar, AKRA -18 miliar dan UNTR -16 miliar.


Source image: https://static.politico.com

0