The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Mengabaikan penurunan bursa global IHSG memperpanjang penguatanya di hari kedua dengan persentase yang cukup besar 1,30% ke level 5.851,46 yang sekaligus menjadi level tertingginya hari ini. Sentimen positif datang dari pergerakan rupiah hari ini yang cukup stabil di rentang 14.851 – 14.945 setelah sebelumnya bertengger di atas level 15.000 per dolar AS. Sembilan dari sepuluh indeks sektoral menguat dimana sektor aneka industri, consumer dan finance mencatat kinerja terbaik, berturut – turut sebesar 4.42%, 2.89% dan 1.03%.

Kegemilangan sektor aneka industri ditenagai saham ASII yang melambung 5,51% . Kemudian di sektor finance, penguatan ditunjang oleh saham BBRI yang melaju 2,36% sedangkan ketiga bank blue chip lainya hanya naik di kisaran 1%. Berikutnya di sektor consumer, saham – sahamnya bergerak hampir merata ICBP, INDF, GGRM dan HMSP menguat di kisaran 2% sedangkan UNVR melonjak hingga 5,70%.  Kenaikan merata ini menunjukkan bahwa sektor consumer cukup diburu investor karena terkenal akan ketahananya terhadap kondisi pasar yang belum kondusif, dan untuk mengantisipasi pelemahan rupiah serta tensi perang dagang.

Arus keluar dana asing mulai melambat

Outflow asing dari bursa mulai sedikit mereda. Net sell asing hingga penutupan pasar hanya di angka 107,00 miliar di pasar reguler, jauh lebih rendah dari penjualan bersih asing di 4 hari terakhir yang rata-rata mencapai 567,5 miliar. TLKM menjadi saham yang paling banyak dijual asing dengan net sell sebesar -72 miliar, diikuti BMRI -38 miliar, BBRI -36 miliar, SMGR -24 miliar dan PTBA -23 miliar. Kemudian untuk saham – saham yang menjadi top net buy di antaranya adalah ASII 67 miliar, HMSP 32 miliar. TKIM 20 miliar, INKP 17 miliar dan UNTR 14 miliar.

Bursa Asia masih dalam tekanan

Sejumlah indeks utama Asia berakhir di zona merah terpengaruh oleh penurunan bursa Wall Street semalam dan tensi perang dagang China – AS yang terus memanas seiring dengan berakhirnya periode komentar publik untuk rencana tarif baru senilai USD 200 miliar yang diusung Donald Trump terhadap impor produk dari China. Setelah periode komentar publik selesai, tarif tersebut dapat segera diberlakukan.

Sementara itu penurunan saham – saham produsen chip di bursa Amerika semalam memberi sentimen negatif bagi produsen teknologi di bursa Asia. Di Jepang, perusahaan elektronik dan produsen mobil menjadi penekan terbesar Nikkei dan membuatnya melemah 0,76%, kemudian di  Korea, indeks Kospi ditutup turun 0,26% karena merosotnya saham – saham perusahaan semikonduktor akibat proyeksi menurunya permintaan. Di sisi lain, bursa saham China mampu bertahan. Indeks Shanghai Composite berhasil rebound 0,40% sedangkan Hang Seng Hong Kong hanya turun tipis 0,12%. Saham – saham di sektor kesehatan mencetak kenaikan terbesar  pascapenurunan dalam beberapa minggu terakhir akibat skandal vaksin.

 

Image source: https://mmc.tirto.id/image

0