The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Morning Review

Pada Sabtu lalu, presiden Korea Utara, Kim Jong Un menyatakan bahwa negara tersebut akan menghentikan uji coba nuklir dan peluncuran rudal balistik antar benua karena telah menyelesaikan tujuan untuk mengembangkan senjata nuklir. Lebih lanjut, Korut bahkan akan  melenyapkan tempat uji coba senjata nuklir di negaranya. Hal itu dilakukan demi mengejar pertumbuhan ekonomi negara dan mewujudkan perdamaian di Semenanjung Korea.  Pasca pernyataan tersebut, sambutan positif datang dari berbagai negara seperti China, Amerika dan Eropa yang mengatakan bahwa hal tersebut merupakan kemajuan yang positif serta merupakan berita baik bagi dunia.

Meskipun demikian, fokus bursa regional Asia masih tertuju pada laporan keuangan emiten – emiten yang baru akan dirilis pekan ini sehingga membuat investor melakukan aksi wait and see. Sejumlah indeks utama Asia bergerak sideways dengan kecenderungan menguat tipis. Indeks Nikkei 225 melemah 0,1% diikuti oleh Kospi yang merosot 0,17% namunn Shanghai Composite, Hang Seng dan STI Singapura serempak  menghijau di kisaran 0,40%.

Bursa Amerika tertekan

Ketiga indeks utama Wall Street memperpanjang pelemahanya tertekan oleh merosotnya saham – saham teknologi dan saham konsumen staples. Tekanan jual meningkat karena imbal hasil obligasi AS tenor 10-tahun (US Treasury) mencapai level tertinggi dalam empat tahun, yaitu di angka 2,956%. Investor menjual Treasurys karena mereka khawatir bahwa tekanan upah dan kebijakan proteksionis dari administrasi Gedung Putih akan mengirim inflasi lebih tinggi. Indeks Dow Jones pun ditutup melemah 0,82% disusul S&P 500 dan Nasdaq yang anjlok 0,85% dan 1,27%.

Bursa Eropa datar

Pergerakan sejumlah indeks di bursa Eropa cukup stagnan pada penutupan market pekan lalu. Indeks benchmark Eropa, the Stoxx 600 melemah tipis 0,03 persen. Perhatian pasar tertuju pada rilis data kinerja laba emiten sambil mewaspadai perkembangan global seperti potensi perang dagang, kenaikan suku bunga di USA yang lebih cepat dan peraturan baru mengenai regulasi di bidang teknologi terkait penyalahgunaan data facebook baru – baru ini.

Minyak mentah terpengaruh sentimen dari Arab

Meski sempat mengalami tekanan dari komentar Donald Trump, harga minyak masih ditutup menguat 0,41% ke level USD 68,40 per barel. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengkritik OPEC bahwa harga yang terlalu tinggi terasa terlalu dibuat-buat dan masih bersiap untuk kenaikan harga mingguan. Namun demikian, beberapa kondisi di timur tengah yang terjadi baru – baru ini diperkirakan akan menjadi katalis harga minyak. Pada Sabtu lalu sebuah jaringan pipa di Libya, yang dimiliki perusahaan minyak Al Waha, dibakar oleh teroris dan mengakibatkan hilangnya 70.000-100.000 barel minyak per hari.

Batubara mengikuti

Mengekor harga minyak, komoditas batubara ikut bergerak naik. Di bursa Rotterdam untuk kontrak Mei, harga batubara naik tipis 0,24% ke level USD 83,95 per metrik ton sedangkan di Newcastle, harganya hanya naik tipis 0,11% ke USD 93,60 per metrik ton. Batubara sedang dibayangi oleh sentimen negatif dari Eropa dimana Bank terbesar di region tersebut, HSBC, mengatakan bahwa akan mengikuti jejak ING dan BNP Paribas untuk menghentikan seluruhnya pendanaan terhadap pembangunan pembangkit listrik batubara, pengeboran minyak maupun eksplorasi lain yang berkaitan dengan bahan bakar fossil.

CPO belum beranjak

Harga CPO kembali mendekat ke level 2400 ringgit per ton setelah Jumat lalu ditutup merosot 0,2%ke posisi 2403 ringgit per ton karena proyeksi pertumbuhan produksi. Hingga pertengahan April produksi CPO masih terpantau naik 6% meski pada Maret lalu produksi sudah melejit hingga 17,2% menjadi 1,57% yang merupakan angka tertinggi bulanan sejak tahun 2000.

image source: http://www.tiuppeluit.com

0

Morning Review

Pada perdagangan kemarin sektor Agri berhasil menahan kejatuhan IHSG dengan penguatan di atas 1%. Saham – saham perkebunan kelapa sawit bergerak naik ditenagai oleh berbagai sentimen positif. Dari Malaysia, harga CPO terpantau melonjak 1,60% kembali di atas level 2400 ringgit per ton setelah lembaga riset lokal merilis proyeksi harga CPO di pertengahan 2018 akan bergerak ke level 2600 ringgit per ton. Hal ini terjadi karena adanya kekurangan supply pada komoditas pengganti CPO yaitu minyak kedelai akibat cuaca kering di Argentina yang membuat panen kedelai merosot 32% menjadi hanya 37 juta ton saja. Penurunan panen juga disebabkan oleh lahan perkebunan kedelai yang menurut Departemen Amerika akan menyusut 1 % menjadi hanya 36 juta hektar.

China setuju tingkatkan ekspor CPO

Dari dalam negeri, sentimen penggerak harga datang dari beredarnya kabar bahwa pemerintah China menyetujui peningkatan volume impor kelapa sawit dari Indonesia sambil perlahan mengurangi impor kedelai dari Amerika Serikat. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, dalam rangkaian kunjungan kerja ke China pada 12-14 April lalu. Lebih lanjut Luhut menyatakan bahwa penambahan impor sawit dari Indonesia bisa diumumkan secara resmi oleh PM China saat melakukan kunjungan ke Indonesia pada 6 Mei mendatang.

Ekspor masih meningkat

Kenaikan tarif impor India pada bulan lalu sempat memukul industri CPO, namun ternyata ekspor CPO masih tetap kuat. Laporan Societe Generale de Surveillance’s (SGS) menunjukkan, ekspor CPO Malaysia telah meningkat dua kali lipat menjelang musim panas tahun ini (secara year on year). Kemudian Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) merilis, pada periode yang sama ekspor CPO ke India tercatat 7,63 juta ton atau naik 32,01% dari tahun sebelumnya 5,78 juta ton. Ekspor CPO dari Indonesia ke China juga terpantau masih tinggi. Pada 2016, nilai impor kelapa sawit China dari Indonesia mencapai 3,23 juta ton. Kemudian pada 2017 nilai itu meningkat menjadi 3,73 juta ton.

Tantangan dari Eropa

Meski proyeksi CPO cukup bagus namun saat ini pergerakan harganya masih dalam trend bearish. Selain karena mulai pulihnya produksi, kampanye negatif terhadap penggunaan CPO di Eropa membuat supermarket besar Inggris, Iceland Co, melarang jaringan supermarketnya untuk menggunakan kandungan minyak sawit terhadap produk yang dijualnya. Apabila hal ini terus berlangsung dan meluas maka akan merugikan industri CPO karena pasar Eropa merupakan salah satu pasar yang potensial dengan jumlah kebutuhan mencapai 6 juta–7 juta ton per tahun.

 

Image source: https://i0.wp.com/www.landsalemalaysia.com

0

Morning Review

Tiga indeks utama bursa Amerika bergerak menghijau seiring keyakinan investor akan laba kuartal pertama, yang mampu mengalihkan dari sentimen kebijakan perdagangan, suku bunga dan gejolak geopolitik. Emiten – emiten di S&P 500 diperkirakan akan mengalami peningkatan laba hingga 17,3% year on year berkat penguatan ekonomi Amerika Serikat dan dorongan dari pemotongan pajak. Hasilnya, indeks Dow Jones melambung 0,87% disusul oleh S&P 500 dan Nasdaq yang naik 0,81% dan 0,70%.

Bursa Eropa bearish

Benchmark bursa saham Eropa, Stoxx Euro 600 ditutup turun 0,39 persen terbebani oleh penurunan indeks bursa di sejumlah negara. FTSE 100 Inggris merosot hingga 0,91% diikuti oleh DAX Jerman yang turun 0,41%. Saham – saham di bidang consumer mengalami aksi profit taking mengimbangi kenaikan pada saham – saham di bidang travel dan perjalanan.

IHSG minim sentimen lanjutan

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan masih akan bergerak datar cenderung mixed dipengaruhi oleh kondisi bursa regional Asia yang bergerak merah dan harga komoditas yang terkoreksi, mengimbangi sentimen positif dari menguatnya bursa Amerika dan surplus neraca dagang. Indeks Nikkei 225 terpantau melemah 0,24% pagi ini, Kospi turun 0,30% sedangkan Shanghai Composite dan Hang Seng masing – masing merosot 0,28% dan 0,52%. Secara teknikal IHSG masih belum keluar dari zona jenuh beli sehingga potensi penurunan cukup terbuka.

Minyak terkoreksi

Harga minyak WTI akhirnya menghentikan rally dan terkoreksi 1,56% ke level USD  66,34 per barel seiring dengan redanya kekhawatiran bahwa serangan rudal ke Suriah tidak meluas hingga menyebabkan konflik regional ataupun global.  Presiden AS Donald Trump menyatakan “misi selesai” sehari setelah AS, Prancis, dan Inggris membom Suriah dalam menanggapi serangan kimia terhadap warga sipil. Sedangkan Menlu Inggris, Boris Johnson, mengatakan bahwa tidak ada rencana lebih lanjut terhadap serangan militer baru ke Suriah bila tidak ada ancaman senjata kimia lagi.

Batubara mixed

Harga batubara bergerak beragam. Di bursa Newcastle, harga batubara kontrak Mei turun 0,60% ke level USD 91,45 per metrik ton sedangkan di Rotterdam harganya justru melambung 0,84% ke level USD 84.00 per metrik ton.

CPO terpukul perlambatan ekspor

Harga CPO terlempar dari level psikologis 2400 ringgit setelah ditutup anjlok 1,25% ke level 2370 ringgit per ton. Sentimen negatif datang dari rilis data ekspor Malaysia yang menunjukkan perlambatan penurunan ekspor dari 25,6% pada periode 1-10 April menjadi hanya 5,7% pada periode 1-15 April.


Image source: http://diario.mx/imagesnotas

0

Market Updates

IHSG berhasil mengakhiri pelemahan selama dua hari beruntun dan ditutup naik 0,26% ke level 6286,75 setelah diperdagangkan dengan rentang antara 6262 – 6305. Sentimen positif datang dari menguatnya bursa Asia dan rilis data neraca perdagangan Indonesia yang secara mengejutkan surplus USD 1,09 miliar, jauh di atas konsensus yang memperkirakan defisit sebesar USD 0,09 miliar. Surplus neraca perdagangan ini bahkan terjadi ketika negara – negara di Asia mengalami kemunduran seperti misalnya China yang mengalami defisit USD3,8 miliar kemudian Thailand defisit USD1,1 miliar, dan Australia defisit USD602 juta.

Digerakkan dua sektor

Dari sepuluh sektor yang terdaftar, enam di antaranya bergerak di zona hijau dengan pendorong terbesar di sektor aneka industri dan consumer. Sektor aneka industri ditenagai oleh naiknya saham ASII setelah data penjualan motor di bulan Maret menunjukkan peningkatan 21,8% dibanding dengan Februari sedangkan di sektor consumer lonjakan di saham UNVR, HMSP dan AISA membawa sektor ini melaju hingga 0,99%.

Sektor mining balik badan

Berkebalikan dengan dua sektor tersebut, sektor mining yang sempat naik hingga 0,64% justru berbalik minus 0,52% seiring terkoreksinya harga minyak setelah rilis data Baker Hughes menunjukkan bahwa perusahaan energi Amerika menambah tujuh rig pengeboran baru menjadi 815 unit. Selain harga minyak, emiten batubara juga masih terdampak oleh pernyataan menteri Jonan pekan lalu yang memutuskan bahwa di 2018 tidak akan ada pembangunan PLTU tenaga batubara di pulau Jawa karena isu lingkungan.

Asing net sell setengah Triliun

Derasnya arus dana yang keluar di BBCA dan tidak adanya pembelian asing yang signifikan membuat total outflow membengkak hingga -551,16 miliar di keseluruhan pasar. BBCA dan INTP menjadi saham yang paling banjak dijual asing dengan net sell -249 miliar dan -84 miliar, diikuti oleh ASII 77 miliar, PTBA -34 miliar dan PGAS 31 miliar. Adapun saham – saham yang yang menjadi top net buy di antaranya adalah BMRI 21 miliar, INKP 18 miliar, TLKM 16 miliar dan MPMX 14 miliar.

Bursa Asia mixed

Sejumlah indeks utama regional Asia bergerak beragam mayoritas menguat. Indeks Nikkei 225 ditutup naik 0,29% diikuti Kospi dan ASX Australia yang melaju 0,10% dan 0,21%. Adapun bursa China masih terdampak oleh kurang memuaskanya rilis data ekonomi dan melanjutkan pergerakanya di teritori negatif sejak awal pembukaan pasar. Indeks Shanghai Composite ditutup anjlok 1,53% sedangkan Hang Seng merosot hingga 1,90%.

 

Image source: https://www.acehbisnis.co

0

Morning Review

Sejumlah indeks utama di regional Asia kecuali China dibuka menghijau pagi ini. Investor menyambut baik pernyataan menteri luar negeri Inggris, Boris Johnson, pada hari Minggu (15/4)  yang mengatakan bahwa tidak ada rencana lebih lanjut terhadap serangan militer baru ke Suriah bila tidak ada ancaman senjata kimia lagi. Indeks Nikkei 225 terpantau menguat 0,25% diikuti Kospi yang menguat tipis 0,07% serta STI Singapura dan ASX Australia yang masing – masing melaju 0,08% dan 0,43%. Meskipun demikian, secara teknikal penutupan IHSG Jumat lalu yang membentuk pola bearish marubozu mengindikasikan kuatnya tekanan jual di pasar dan berpotensi untuk berlanjut pada pagi ini. Oleh karena itu, hari ini kami memproyeksikan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan untuk menguat tipis.

Wall Street jatuh

Bursa Amerika bergerak di teritori negatif terseret oleh anjloknya saham – saham perbankan hingga minus 1,6%. Semula saham finansial besar seperti Citigroup, Wells Fargo dan JP Morgan Chase bergerak menguat sebelum akhirnya tumbang karena hasil kinerja yang kuat dinilai sudah priced in dan mendorong aksi profit taking. Hasilnya indeks Dow Jones ditutup melemah 0,50% diikuti S&P 500 dan Nasdaq yang tumbang 0,29% dan 0,47%.

Bursa Eropa menguat

Benchmark bursa saham Eropa, Stoxx Europe 500 berhasil naik tipis 0,12% didukung oleh penguatan saham – saham sumber daya yang mengimbangi kemerosotan di sektor ritel dan teknologi. Bursa – bursa utama di wilayah tersebut juga terpantau menghijau. Indeks FTSE (Inggris) naik tipis 0,09 persen ke level 7.264,56. Indeks DAX (Jerman) naik 0,22 persen ke level 12.442,40. Indeks CAC (Perancis) naik 0,11 persen dan berakhir di posisi 5.315,02.

Minyak masih menggila

Trend penguatan harga minyak masih belum terhenti. Minyak WTI kembali menguat ke level USD 67,39 per barel sedangkan patokan minyak Eropa, Brent, melesat hingga USD 72,60 per bare yang merupakan posisi tertinggi sejak Juli 2017. Dua faktor yang mendorong harga minyak tetap panas adalah ekskalasi geopolitik di Suriah dan pernyataan OPEC yang menunjukkan bahwa surplus stok minyak mulai berkurang seiring keberhasilan dalam memotong output kolektif hingga 201 ribu bph.

Batubara belum pulih

Berkebalikan dengan minyak, harga batubara masih berada di trend negatif . Di bursa Newcastle, harga batubara kontrak Mei ditutup melemah 0,63% ke level USD 92 per metrik ton sedangkan di Rotterdam, harganya merosot hingga 0,60% ke level USD 83,30 per metrik ton.

CPO terus turun

Harga CPO kembali ditutup melemah 0,99% ke level 2400 ringgit per ton karena stok CPO malaysia yang masih tinggi dan merosotnya harga minyak kedelai sebagai komoditas substitusi hingga -0,69%. Pekan lalu rilis data menunjukkan bahwa produksi CPO naik 17% ke 1,57 juta ton sehingga membuat stok CPO hanya turun tipis 6% meski Malaysia sudah menunda pengenaan bea ekspor.  


Image source: https://www.thenational.ae

0

Market Updates

Sempat menguat di awal perdagangan, IHSG kembali mencatatkan pelemahan di hari kedua. Tekanan jual asing dan pelemahan bursa China membebani laju indeks dan membuat IHSG tergerus 0,64% ke 6270,33 yang mana sekaligus menjadi level terendahnya hari ini. Seperti diberitakan, tingkat ekspor China pada bulan Maret secara tidak terduga merosot 2,7% secara year on year. Impor tumbuh melebihi ekspektasi di angka 14,4% namun karena ekspor yang turun -34,5% membuat defisit perdagangan mencapai USD 4,98 miliar. Bursa China pun berbalik arah ke zona merah. Indeks Shanghai Composite merosot 0,66% sedangkan Hang Seng penguatanya terkikis dan hanya menyisakan kenaikan 0,07%.

Hanya dua sektor menguat

Dari sepuluh sektor yang menyokong bursa, hanya mining dan agriculture yang mampu berkinerja positif. Sektor mining naik 0,53% setelah China merilis data impor batubara pada bulan Maret yang melompat 20,9% year on year menjadi 26,7 juta ton atau naik 5,8 juta ton dari bulan Februari. Kemudian, sentimen positif dari sektor agri datang dari membaiknya proyeksi ekspor CPO Malaysia bulan ini yang diperkirakan masih akan tumbuh 5% secara month on month sedangkan stock diperkirakan turun 8%. Di sisi lain, delapan sektor yang melemah dipimpin oleh sektor aneka industri yang anjlok hingga – 2% diikuti infrastructur -1,97%, consumer goods -1,28% dan manufacture -1,16%.

Asing kembali net sell besar

Hingga penutupan market, net sell asing di keseluruhan pasar mencapai 620,71 miliar, yang mana jauh lebih tinggi dari rata – rata outflow bulan ini di angka 300 miliar. Penjualan terbesar hari ini terjadi pada saham MDKA di pasar nego senilai 207,28 miliar. Sementara itu di pasar reguler, net sell asing tercatat mencapai 411 miliar saja dengan top outflow di saham BBCA 178 miliar, TLKM 75 miliar, ASII 74 miliar dan BBRI 56 miliar.

Selain China, bursa regional lain menghijau

Sejumlah indeks utama regional Asia di luar China bergerak menghijau mengekor pergerakan Wall Street tadi malam. Indeks Nikkei 225 menguat 0,55% karena dukungan saham-saham di sektor sektor teknologi dan otomotif yang bergerak menguat karena mata uang yen yang terdepresiasi. Kemudian dari Korea, indeks Kospi ditutup naik 0,51% seiring menguatnya saham Samsung dan SK Hynix Inc. Sementara itu, indeks ASX 200 Australia juga ikut menguat meski tipis sebesar 0,27% karena melonjaknya saham – saham sumber daya dan juga perbankan.


Image source: https://cdn3.i-scmp.com

0

Morning Review

Dari Amerika, sejumlah indeks utama bergerak di teritori positif setelah Donald Trump mengisyaratkan bahwa serangan militer ke Suriah kemungkinan besar tidak akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Selain itu, investor juga menantikan musim laporan keuangan kuartal I 2018 dimana JPMorgan Chase & Co., Citigroup Inc, dan Wells Fargo & Co. akan merilis laporan keuangannya pada hari ini. Indeks Dow Jones menguat 1,21% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing melaju 0,83% dan 1,01%.

Bursa Eropa bullish

Indeks acuan Eropa, Stoxx 600 berhasil rebound 0,7% seiring dengan meredanya ketegangan geopolitik antara Suriah yang didukung oleh Rusia dengan Amerika. Indeks FTSE 100 Inggris naik tipis 1,20 poin atau sekitar 0,02 persen menjadi 7.258,34, DAX 30 Jerman melesat 0,98 persen atau 121,04 poin menjadi 12.415,01, dan CAC 40 Prancis bertambah 31,28 poin (0,59 persen) menjadi 5.309,22.

IHSG masih di area overbought

Secara teknikal pergerakan IHSG masih berada di area jenuh beli meskipun kemarin mengalami penurunan. Tekanan jual dari investor asing yang kembali membesar memberi dampak negatif bagi pasar. Meskipun demikian, sentimen dari bursa global yang menghijau akan menahan laju penurunan IHSG. Bursa Amerika dan Eropa semalam ditutup menguat sedangkan regional Asia pagi ini dibuka positif. Indeks Nikkei melambung 1,10% diikuti Kospi yang naik 0,44%, kemudian Shanghai Composite dan Hang Seng masing – masing melaju 0,27% dan 0,46%.

Minyak masih melejit

Harga minyak WTI mencapai level tertinggi dalam tiga tahun terakhir di angka USD 67,16 per barel. Ketegangan yang terjadi di Timur Tengah membuat harga minyak terus memanas. Arab Saudi dikabarkan baru saja memintas sebuah rudal balistik yang ditembakkan oleh pemberontak Yaman pro-Iran di atas ibukotanya, hanya beberapa jam setelah Trump memperingatkan Amerika sedang bersiap untuk menyerang Suriah. Kemudian berita positif dari OPEC juga turut mendukung laju minyak dimana tingkat kepatuhan OPEC terhadap kesepakatan pengurangan output mencapai rekor untuk bulan kelima berturut-turut.

Batubara cerah

Harga batubara bergerak naik di kedua bursa utama dunia. Di Rotterdam, batubara untuk kontrak Mei ditutup menguat 0,66% ke level USD 83,80 per metrik ton sedangkan di Newcastle, harganya ikut melaju 0,49% ke level USD 92,60 per metrik ton.

CPO dibayangi over supply

Harga CPO belum mampu keluar dari trend negatifnya dan ditutup turun 0,29% ke level 2424 ringgit per ton. Produksi CPO pada bulan Maret naik 1,57 juta ton  atau 17% month on month sedangkan stok CPO hanya turun tipis 6,2% pada bulan lalu lebih rendah dari perkiraan analis di kisaran 8,6%.


Image source: https://ei.marketwatch.com

0

Morning Review

Bursa Wall Street bergerak di teritori positif sejak awal pembukaan sesi. Indeks Dow Jones melaju 1,79% diikuti S&P 500 dan Nasdaq yang masing – masing melambung 1,67% dan 2,07%. Presiden Xi Jinping dalam pidatonya di Boao Forum for Asia, berjanji bahwa China akan  membuka sektor-sektor ekonomi lebih luas lagi serta menurunkan tarif impor terhadap sejumlah produk termasuk mobil.

Lebih lanjut Presiden Xi menyebutkan bahwa surplus perdagangan yang besar bukanlah tujuan utama negeri tersebut melainkan lebih menginginkan adanya keseimbangan pembayaran internasional yang lebih baik dengan jumlah saat ini. Dengan tujuan tersebut, China juga akan mempermudah akses pasar bagi investor asing yang selama ini selalu dipermasalahkan oleh pemerintahan Amerika.

Bursa Eropa bullish

Imbas pidato presiden Xi Jinping tidak hanya memberi optimisme bagi bursa Amerika tetapi juga investor – investor di Eropa. Indek Stoxx 600 melesat 1,9% dengan saham – saham otomotif mendapatkan kenaikan tertinggi karena peluang perluasan pasar ke China. Saham BMW naik 1,9%, Daimler naik 1,2%, sedangkan Volkswagen menguat 4,5%

Minyak mentah melesat

Harga minyak WTI melesat hingga 3,41% ke level USD 65,58 per barel seiring dengan pulihnya saham – saham sektor otomotif AS dan juga naiknya tensi di Timur Tengah. Seperti diberitakan, rencana pembangunan kanal Salwa oleh Arab Saudi tidak hanya akan berimbas menjadikan wilayah Qatar sebuah pulau tetapi juga akan digunakan sebagai tempat pembuangan limbah nuklir. Hal ini dipandang akan semakin memperparah hubungan antara Qatar dan kuartet Arab (Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Mesir) yang sejak Juni tahun lalu sudah memutuskan hubungan diplomasinya.

Batubara mengekor

Mengikuti minyak mintah, harga batubara di bursa Rotterdam untuk kontrak Mei ditutup menguat 0,36% ke level USD 83,05 per metrik ton. Meski demikian, di Newcastle harga batubara justru berbalik melemah tipis 0,16% ke level USD 92,85 per metrik ton.

CPO rontok

Harga CPO berakhir melemah 1,22% ke level 2433 ringgit per ton bahkan ketika harga minyak kedelai menguat tajam 1,05%. Pelemahan harga CPO dipengaruhi oleh mata uang ringgit yang menguat hingga 0,2% terhadap dollar. Selain itu, produksi minyak sawit pada  bulan Maret yang terlihat naik 11,3% menjadi 1,49 juta ton turut memberberat laju harga CPO.


Image source: www.gannett-cdn.com

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan mixed dengan kecenderungan untuk melemah terbatas. Sentimen negatif datang dari melemahnya bursa Amerika dan regional Asia hari ini. Indeks Nikkei terpantau turun 0,07% diikuti Shanghai Composite yang melemah 0,51% dan STI Singapore yang merosot 0,50%. Bahkan indeks Kospi yang dibuka naik kini penguatanya semakin terkikis. Secara teknikal,indeks masih dalam kondisi downtrend meski mulai melandai. Stochastic dan RSI berada di zona netral dengan kecenderungan bergerak turun. Terbentuknya pola doji selama dua hari terakhir mengindikasikan bahwa pasar sedang dalam keraguan dan menunggu sentimen dari arah perkembangan global.

Cadangan Devisa Anjlok namun sesuai prediksi pasar

Pada Jumat lalu BI merilis data bahwa cadangan devisa akhir Maret 2018 tercatat USD126,00 miliar atau anjlok USD2,06 miliar dibandingkan akhir Februari yang mencapai USD128,06 miliar. Hal ini dikarenakan cadangan digunakan untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi nilai tukar rupiah. Meski demikian, penurunan cadangan devisa ini sudah sesuai dengan ekspektasi pasar dan bahkan nilai rupiah pagi ini terus melanjutkan apresiasinya terhadap dollar.

Wall Street tertekan data tenaga kerja

Sejumlah indeks utama bursa Amerika turun cukup dalam, Indeks Dow Jones ambruk hingga -2,34% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing tergerus 2,19% dan -2,28%. Selain karena tensi perdagangan dengan China, melemahnya bursa Wall Street juga disebabkan oleh rilis data lapangan kerja di USA yang lebih kecil dari perkiraan. Kementerian Tenaga Kerja USA menyatakan lapangan kerja naik 103.000 di periode Maret jauh dibawah survey pasar yang memperkirakan adanya kenaikan sebesar 193.000.

Bursa Eropa bearish

Kebuntuan hubungan dagang antara Amerika dan China menjadi alasan utama bursa Eropa ditutup merosot pekan lalu. Indeks acuan Eropa, Stoxx 600 turun 0,35 persen tertekan oleh saham – saham di sektor otomotif yang longsor hingga -1,7%. Selain itu, sektor industri dasar dengan eksposur sangat tinggi ke China, juga menyeret bursa Eropa dengan pelemahan hingga -1,6%.

Harga minyak melemah

Harga minyak WTI bergerak bearish dan ditutup melemah 2,3 perseen ke level 62,06 USD per barel. Investor memiliki kekhawatiran akan adanya opsi China untuk mengalihkan impor minyak dari Amerika ke Timur Tengah atau Rusia apabila ekskalasi perang dagang terus meluas. Saat ini China merupakan importir minyak AS kedua terbesar setelah setelah Kanada dengan jumlah impor sebanyak 400 ribu barel per hari.

Harga batubara mixed

Harga batubara bergerak berlawanan di kedua bursa utama dunia. Di Newcastle harga batubara turun 0,32% ke level USD 92,70 per metrik ton sedangkan di Rotterdam harganya masih mampu menguat 0,62% ke level USD 81,60 per metrik ton.

CPO melambung

Meski dibuka dengan pelemahan, harga CPO ditutup melejit hingga 2,03% ke level 2503 ringgit per ton setelah beredar kabar menteri Perkebunan dan Komoditas Malaysia, Datuk Seri Mah Siew Keong, sedang mengupayakan negoisasi untuk meningkatkan kuota ekspor produk sawit dan turunanya ke China. Hal ini dilakukan untuk memanfaatkan momentum panasnya hubungan dagang Amerika – China yang berimbas pada diberlakukanya tarif masuk 25% untuk kedelai impor asal AS.

 

Image source: http://banjarmasin.tribunnews.com

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini mayoritas berada di zona merah mengikuti gerakan bursa regional Asia. Volume transaksi yang rendah juga membuat market bergerak lesu. Total nilai transaksi hari ini hanya 5,28 triliun, jauh di bawah rata – rata harian bulan lalu yang mencapai 9,13 triliun. Diperdagangkan dengan rentang 6165 – 6192, IHSG ditutup melemah tipis 0,13% ke level 6175,05. Dari 10 sektor yang terdaftar, hanya consumer, construction dan manufacture yang berada di zona hijau, sisanya melemah dengan penekan terbesar di sektor aneka industri dan finance yang merosot 0,91% dan 0,45%. Sektor mining yang di awal perdagangan sempat melonjak hingga 0,85% berbalik turun 0,12%.

Pelemahan sektor mining terkait dengan data ekspor batubara Australia yang secara mengejutkan turun 13% secara year on year. Seperti dilaporkan, ekspor batubara dari Gladstone yang merupakan tambang terbesar keempat di dunia pada bulan Maret hanya sebesar 4,72 juta ton, jauh di bawah ekspor tahun lalu 6,31 juta ton. Hal ini dikarenakan penurunan demand dari Jepang sebesar 25% yoy dan juga impor batubara China yang anjlok 52% yoy seiring dengan masifnya kampanye energi ramah lingkungan di negara tersebut.

Sektor agri turut melemah

Selain mining, sektor Agri juga terpantau balik badan. Sebelumnya sektor ini mendapat sentimen positif dari pengenaan tarif kedelai Amerika yang diproyeksikan akan menurunkan demand dan beralih ke produk turunan sawit. Hal ini semakin dikuatkan dari rilis data lembaga survey yang menunjukkan ekspor CPO Malaysia pada bulan Maret naik 19,3% month on month. Namun demikian, kenaikan tersebut diimbangi oleh mulai pulihnya tingkat produksi. Setelah lima bulan terakhir cenderung menurun, pada bulan Maret tercatat produksi CPO naik 11,3% ke level 1,49 juta ton yang sekaligus menandai berakhirnya efek El Nino sejak 2017 lalu.

Asing masih keluar, tetapi tidak sebesar bulan lalu

Hingga penutupan pasar, outflow asing dari bursa mencapai 259,31 miliar di keseluruhan pasar. BMRi dan UNTR menjadi yang paling banyak dijual asing dengan nominal -127 miliar dan 69 miliar diikuti oleh ASII -67 miliar, BBRI -50 miliar dan INKP -24 miliar. Meski terus mencatatkan outflow, arus dana asing yang keluar di awal April ini sudah jauh lebih kecil dari bulan Maret. Bulan lalu rata-rata outflow asing per hari mencapai 711 miliar, jauh di atas otflow rata – rata bulan ini yang hanya sebesar 281 miliar.

Bursa Asia membara

Ricuh hubungan dagang antara Amerika dan China yang kembali memanas membuat bursa regional Asia mayoritas ditutup di teritori negatif. Indeks Nikkei 225 ditutup melemah 0,30% diikuti oleh Kospi yang turun 0,33%. Bursa China masih tutup karena libur nasional hari ini. Seperti diketahui, Donald Trump secara tidak diduga berencana untuk menambah lagi tarif impor barang – barang dari China hingga USD 100 miliar dari sebelumnya yang hanya USD 60 miliar. Hal ini merupakan respon dari keputusan pemerintah China yang memberi tarif impor terhadap lebih dari 120 barang dari Amerika.  


Image source : http://nnimgt-a.akamaihd.net

0

PREVIOUS POSTSPage 1 of 24NO NEW POSTS