The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

PT Borneo Olah Sarana Tbk (BOSS) resmi melantai di bursa pagi ini dengan harga penawaran Rp 400,- per lembarnya dan dikabarkan mengalami oversubscribe sebanyak 10x sehingga tidak heran apabila di awal perdagangan, saham BOSS  langsung melonjak menyentuh harga auto reject atas di Rp 600,- karena banyaknya peminat saham ini yang tidak berhasil mendapatkanya pada saat periode pemesanan. Untuk menggali lebih jauh profil dan prospek perusahaan ke depanya, silakan simak ulasan kami berikut ini.

 

Produsen batubara high grade

 

BOSS dikenal sebagai perusahaan yang mempunyai keunikan khas yaitu produsen batubara berkualitas tinggi atau high grade dengan kalori tinggi serta tingkat residu abu dan belerang yang rendah sehingga ramah lingkungan. Hal ini pula yang menjadikan BOSS memasarkan sebagian besar batubaranya ke negara Jepang yang menetapkan standar sangat ketat terhadap isu lingkungan.

– Jepang, persentase penjualan 90%

– Korea Selatan, 5%

– Filiphina, 5%

Bahkan karena komitmen perseroan tersebut pemerintah Jepang melalui Japan Oil Gas Metal Corporation (JOGMEC) memberi pendanaan bagi BOSS  agar dapat terus memproduksi batubara berkualitas tinggi dengan rata-rata sebesar 6.300 Kkcal/kg.

 

 Baru 10% lahan konsesi terpakai

 

Saat ini perseroan memiliki empat wilayah konsesi seluas 16.000 ha yang berada di Kutai Barat, Kalimantan Timur yang dikelola oleh empat anak usaha yaitu:

– PT Energy Amzal Bersama (EAB)

– PT Pratama Buana Sentosa (PBS)

– PT Pratama Bersama (PB)

– PT Bangun Olahsarana Sukses (BOS)

Pada tahun 2016, perseroan berhasil menjual batubara sekitar 500.000 ton padahal lahan yang dikelola perusahaan baru mencapai 1.600 ha atau 10%-nya saja. Dengan perolehan dana IPO sebesar 160 miliar dikurangi utang bank Victoria sebesar 50 miliar maka perseroan bisa dengan leluasa menggenjot produksinya di tahun ini.

Berafiliasi dengan FORZ

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan saat ini adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama : Freddy Setiawan

Komisaris : Johannes Halim

Komisaris Independen : Supandi Widi S.

Dewan Direksi

Direktur Utama : Freddy Tedjasasmita

Direktur : Widodo Nurly S.

Direktur Independen : Reza Pranata

Ada yang menarik di sini, Komisaris Utama BOSS yaitu Freddy Setiawan diketahui merupakan Direktur Utama dari PT Forzaland Indonesia Tbk (FORZ) yang baru saja melantai ke bursa pada 28 April 2017 lalu.

Melihat gerak BOSS hari ini boleh dikatakan mirip dengan FORZ yang di hari pertamanya melesat 50% dari Rp220 menjadi Rp330. Bahkan tidak sampai setengah bulan setelah melantai, harga saham FORZ melesat hingga 280% di level 760 dan saat ini stabil di kisaran tersebut.

Prospek BOSS ke depan

Pada kuartal ketiga 2017, perseroan menghasilkan laba bersih sebesar Rp 20,8 miliar setelah di periode sebelumnya Q3 2016 mengalami rugi 17 miliar. Penjualan perusahaan diketahui meningkat 131% menjadi Rp 120,6 miliar seiring dengan harga batubara yang melambung.

Dengan melihat beberapa faktor seperti harga batubara yang masih stabil di harga atas, konsesi lahan yang baru dipakai 10% serta perolehan dana IPO yang mencapai 160 miliar, perusahaan menargetkan pertumbuhan sebesar 15% pada tahun 2018 dan laba bersih sebesar Rp 30 miliar, sehingga di harga saat ini (Rp 600), Book Value perusaaan di kisaran Rp 217/lembar dan PBV 2,7.

Nilai PBV tersebut masih cukup rendah apabila dibandingkan dengan perusahaan sejenis di subsector coal mining yang mencapai PBV 6,21 sehingga potensi untuk bergerak ke atas masih cukup lebar.

 

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini cukup mixed di rentang 6572 – 6599 dan ditutup naik 0,25% ke level 6594,40. Delapan dari sepuluh sektor yang terdaftar di bursa bergerak di zona hijau dengan pendorong terbesar pada sektor industri dasar dan aneka industri yang naik 1,25% dan 1,13%. Adapun dua sektor yang melemah yaitu finance dan trade yang turun -0,20% dan -0,01%. Sektor finance melemah karena asing kembali melakukan outflow di saham perbankan dimana BBCA dan BBRI menjadi top net sell dengan jumlah yang cukup besar.

Asing net sell 516,23 miliar

Saham perbankan dan TLKM kembali menghiasi daftar top net sell asing hari ini. Padahal kemarin saham – saham ini mencatatkan inflow yang cukup besar. BBCA dan BBRI di daftar teratas dengan penjualan bersih sebesar -235 miliar dan -99 miliar kemudian disusul TLKM (-97 miliar), (-47 miliar) dan BBNI (-38 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net buy di antaranya adalah MNCN (108 miliar), BBTN (23 miliar), SMGR (23 miliar) dan INDY (16 miliar).

Bursa Asia mixed cenderung menguat

Pergerakan bursa Asia hari ini cukup beragam namun cenderung menguat dimana indeks MSCI Asia Pacific di luar Jepang terpantau naik 0,8% karena pergerakan saham – saham di China dan Korea. Katalis indeks berasal dari sentimen positif pergerakan bursa Wall Street namun diimbangi oleh rilis data – data ekonomi domestik yang sebagian dinilai mengecewakan.

Dari Jepang misalnya, rilis data GDP Q4 2017 menunjukkan pertumbuhan hanya sebesar 0,5% di bawah prediksi para analis di kisaran 1%  dan turun jauh dibanding kuartal sebelumnya di angka 2,2%. Hasilnya indeks Nikkei 225 Jepang berakhir melemah 0,48%. Selain Jepang, bursa Singapura juga ditutup turun 0,18% yang lebih disebabkan oleh aksi profit taking setelah kenaikan di pagi hari tadi.

Sementara itu, bursa China dan Hong Kong masih melanjutkan kenaikanya kemarin setelah penyaluran pinjaman perbankan mencapai rekor baru di Januari dan diharapkan akan mampu menjadi katalis bagi perekonomian. Indeks Shanghai Composite dan Hang Seng serentak menguat masing – masing 0,45% dan 2,32%.


Image source: financialtribune.com

0

Morning Review

Dipengaruhi sentimen positif dari bursa Amerika dan regional Asia pagi ini, IHSG kami perkirakan akan bergerak naik menuju resisten di level 6630. Penguatan IHSG juga akan ditopang oleh sektor komoditas dimana harga batubara dan logam industri masih bullish. Secara teknikal baik RSI maupun Stochastic masih berada di zona netral sehingga potensi penguatan cukup terbuka, apalagi kemarin juga terbentuk pola golden cross yang mengindikasikan adanya penguatan lanjutan.

Bursa Amerika menguat di hari ketiga

Indeks – indeks utama Wall Street berhasil ditutup di zona hijau meski di awal perdagangan sempat anjlok karena kekhawatiran investor menjelang rilis data inflasi Amerika. Apabila angka inflasi ini naik maka akan menjadi resiko terbesar bagi pasar saham. Indeks Dow Jones berakhir menguat 0,16% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing naik 0,26% dan 0,45%.

Bursa Eropa lemas

Indeks Stoxx Europe 600 berkahir minus 0,6% tertekan rilis laporan keuangan perusahaan yang mengecewakan. Sektor telekomunikasi menjadi yang paling parah terdampak penurunan saham Telenet yang kenaikan labanya di bawah ekspekstasi. Kemudian Saham Smelter Aurubis turun 8% setelah laporan keuangannya lebih rendah dari perkiraan. Investor Eropa juga bersikap wait and see menjelang rilis data inflasi Amerika malam nanti yang akan digunakan sebagai acuan penentu kenaika suku bunga the Fed.

Minyak mentah kembali terkapar

Setelah sempat rebound karena melemahnya dollar, minyak WTI kembali ke trend bearishnya dan ditutup turun 0,76% ke level USD 58,93 per barel. Melemahnya minyak disebabkan  laporan American Petroleum Institute (API) yang menyatakan bahwa stok minyak mentah nasional naik 3,95 juta barel sedangkan pasokan bensin bertambah 4,63 juta barel.

Batubara lanjutkan rebound

Harga batubara masih mampu bergerak naik dimana di bursa Rotterdam dan Newcastle harganya menguat 3,30% dan 1,62%. Perhatian investor tertuju pada China yang akan melangsungkan libur panjang mulai besok sehingga perusahaan pembangkit listrik mulai mengamankan stok batubaranya.

Harga CPO melemah

Minyak sawit kembali turun 1,06% namun masih berada di atas level 2500 ringgit setelah adanya proyeksi penurunan demand dari China dan Uni Eropa. Permintaan dari China diperkirakan turun 18% mom karena cadangan minyak nabatinya masih cukup tinggi. Kemudian dari Uni Eropa permintaan diperkirakan melemah hingga 29% karena masifnya kampanye anti deforestasi.


Image source: investorintel.com

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini mantap berada di zona hijau dengan rentang perdagangan antara 6544 – 6595 dan ditutup naik 0,84% di leve; 6578,18. Semua sektor yang terdaftar di bursa menghijau dengan sektor mining menjadi pendorong utama seiring dengan melemahnya mata uang dolar yang membuat harga komoditas minyak, batubara dan logam industri bergerak bullish. Selain mining, sektor infrastructure dan finance naik 1,39% dan 1,14% setelah asing kembali mencatatkan net buy di saham TLKM dan emiten – emiten perbankan.

Net sell asing tidak terlalu besar

Outflow asing dari bursa hingga penutupan tidak sebesar hari – hari sebelumnya dimana hanya mencapai nominal -221 miliar di keseluruhan pasar jauh dari rata – rata outflow harian asing bulan ini di kisaran -875 miliar. ASII menjadi saham yang paling banyak dijual asing dengan net sell sebesar -132 miliar, disusul oleh HMSP (-97 miliar), UNVR (-61 miliar) dan UNTR (-58 miliar). Adapun saham – saham yang menjadi top net buy asing hari ini di antaranya adalah BBCA (99 miliar), TLKM (94 miliar), BBRI (58 miliar) dan ADRO (33 miliar).

Bursa Asia menghijau

Membaiknya kondisi bursa global yang ditandai rebound di bursa saham Eropa dan Amerika menjadi katalis positif bagi sejumlah indeks di regional Asia. Selain itu rebound harga komoditas seperti minyak, batubara dan logam industri turut membuat pasar menjadi bergairah. Secara keseluruhan indeks MSCI Asia Pasific di luar Jepang terpantau naik 1,2%.

Indeks Shanghai Composite China dan Hang Seng Hong kong memimpin penguatan pasar dengan kenaikan sebesar 0,98% dan 1,22% setelah rilis data pertumbuhan pinjaman China secara di luar dugaan melebihi ekspektasi pasar yang mengindikasikan bahwa kondisi bisnis mulai pulih pasca pengetatan kebijakan kredit di China. Selain dua indeks tersebut, indeks Kospi Korea dan ASX 200 Australia masing – masing ditutup naik 0,41% dan 0,60%.

Hal berbeda terjadi di bursa Jepang dimana indeks Nikkei yang sempat melaju hingga 1,1% terpaksa harus ditutup di zona merah setelah mata uang yen terus terapresiasi hingga 0,54% terhadap dolar Amerika. Hal ini selain membuat emiten berorientasi ekspor merugi, juga menimbulkan kekhawatiran berlanjutnya pergolakan market mengingat mata uang yen dikenal sebagai salah satu aset safe haven yang diburu ketika terjadi kejatuhan di bursa saham.


Image source: www.pinnacledigest.com

0

Morning Review

Setelah Wall Street dan bursa Eropa bergerak naik di awal pekan, sejumlah indeks regional Asia juga turut menghijau dengan Nikkei 225 Jepang memimpin penguatan sebesar 0,71%  setelah Haruhiko Kuroda akan di pilih kembali sebagai gubernur BoJ yang berarti kebijakan moneter yang longgar masih akan terus berlangsung. Selain dari Jepang,indeks ASX 200 Australia turut menguat 0,37% sedangkan  indeks Kospi Korea dan STI Singapura melaju 0,21% dan 0,50%.

Pelemahan bursa Amerika mulai terhenti

Sejumlah indeks utama Wall Street melanjutkan penguatanya di awal pekan ditenagai oleh penguatan saham – saham konstruksi, bahan baku dan industri setelah pengumuman anggaran pemerintahan Donald Trump yang salah satunya berisi proyek pembangunan infrastruktur. Indeks Dow Jones menguat 1,7% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq masing – masing naik 1,39% dan 1,56%.

IHSG berpotensi naik

Ditenagai sentimen positif dari rebound bursa global dan kenaikan harga – harga komoditas seperti minyak, batubara, logam industri serta CPO, IHSG hari ini kami proyeksikan akan bergerak bullish. Apalagi hal ini didukung oleh indikator teknikal seperti RSI dan Stochastic yang menunjukkan indeks masih berada di dekat zona oversold (jenuh jual).

Logam industri bullish

Harga logam industri bergerak menguat menyusul beberapa sentimen positif seperti melemahnya mata uang dollar sebesar 0,31% dan rencana anggaran pembangunan infrastruktur Amerika senilai USD 1,5 triliun yang berpotensi meningkatkan permintaan logam. Harga tembaga melaju 1,7% ke level USD 6867 per ton, disusul oleh nickel yang menguat 1,24%dan timah yang naik 0,25%

Minyak mentah menguat

Harga minyak WTI berhasil ditutup naik 0,30% ke level USD 59,38 per barel setelah pernyataan positif dari Menteri Energi Uni Emirat Arab, Suhail Al Mazrouei yang menyebutkan bahwa demand minyak masih kuat sehingga output terkendali dari OPEC akan mampu menghapus oversupply minyak global.

Batubara serempak naik

Harga batubara serempak menguat di kedua bursa utama dunia. Di bursa Rotterdam, harga batubara kontrak Maret ditutup naik 0,82% ke level USD 80,25 per metrik ton sedangkan di bursa Newcastle, harganya melaju 0,61% ke level USD 98,65 per metrik ton.

CPO di atas level 2500 ringgit

Rally CPO terus berlanjut dan akhirnya kembali di atas level 2500 ringgit per ton menyusul penurunan produksi tandan sawit yang secara siklikal akan terjadi di kuartal pertama setiap tahunya. Di bursa Malaysia kemarin, harga CPO ditutup naik 0,99% ke level 2540 ringgit per ton.


Image source: www.unenvironment.org

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini mayoritas berada di zona positif dengan rentang pergerakan antara 6498 – 6531 dan ditutup naik 0,28% ke level 6523,45. Sektor Agri menguat 1,73% karena kenaikan saham – saham emiten CPO yang disebabkan proyeksi merosotnya produksi sawit pada bulan Januari – Maret. Kemudian sektor mining menyusul dengan kenaikan sebesar 1,69% setelah minyak mentah terpantau bergerak naik seiring dengan memanasnya kondisi di Timur Tengah pasca gelombang serangan yang diluncurkan Israel ke situs-situs utama Iran di Suriah. Serangan ini dilakukan menyusul tertangkapnya pesawat tak berawak Iran yang telah menyusup ke wilayah udara Israel, dan ditembak jatuhnya jet israel saat kembali dari Suriah pada hari Sabtu.

Asing lanjutkan net sell

Asing masih terus melanjutkan outflownya dari bursa menyusul tingginya volatilitas di pasar saham global. Perhatian investor saat ini tertuju pada rilis data inflasi Amerika yang kemungkinan besar akan dirilis pada hari Rabu. Hingga penutupan pasar net sell asing dari bursa mencapai 583,2 miliar di keseluruhan pasar dengan penjualan bersih terbesar pada saham BMRI (-122 miliar), UNTR (-80 miliar), HMSP (-75 miliar) dan ASII (-62 miliar). Adapun saham – saham yang mencatatkan top net buy di antaranya adalah BBRI (50 miliar), PLIN (27 miliar), INDY (16 miliar) dan PTBA (15 miliar).

Bursa Asia menghijau

Mayoritas bursa Asia bergerak menghijau mengikuti rebound di bursa Wall Street. Perhatian pasar Asia tertuju pada market China dan Korea karena bursa Jepang hari ini libur untuk memperingati National Foundation Day yang digelar setiap tanggal 11 Februari setiap tahunya.

Indeks Shanghai Composite China melaju dengan penguatan 0,78% ditenagai menguatnya saham – saham kesehatan dan penerbangan. Kemudian dari Korea, indeks Kospi naik 0,91% setelah saham Samsung rebound 2,28% dan SK Hynix menguat 1,5%. Sementara itu, meski tertekan oleh data retail sales yang menunjukkan penurunan sebesar 0,4% yoy, indeks STI Singapura masih berhasil ditutup naik 0,31%.

Namun demikian, bursa Australia dan Hong Kong justru mengalami pelemahan. Indeks ASX 200 Australia melemah 0,30% sedangkan Hang Seng melorot 0,33%menyusul penurunan harga minyak dan batubara yang membebani sektor energi.


Image source: http://marketsvoice.com

0

Morning Review

Jumat lalu, bursa Amerika berhasil bergerak menghijau setelah aksi jual besar – besaran di hari sebelumnya. Indeks Dow Jones melonjak 1,38% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 masing – masing menguat 1,49% dan 1,44%. Perhatian investor mulai teralihkan dari naiknya yield obligasi AS menuju laporan keuangan perusahaan di 2017. Data terakhir dari Reuters menunjukkan bahwa laba gabungan perusahaan kuartal-IV 2017 diperkirakan meningkat 14,7% year on year, sementara pendapatan mereka diperkirakan meningkat sebesar 8,0%.

Bursa Eropa justru melemah

Penguatan wall Street tidak mampu membuat bursa eropa bergairah. Indeks Stoxx 600 turun 1,45 persen dengan seluruh sektor berada di zona merah. Saham – saham di sektor perdagangan menekan pasar menyusul laporan keuangan L’Oreal yang hanya mencatatkan kenaikan penjualan sebesar 5,5%.

IHSG berpotensi menguat

Selain sentimen dari menguatnya bursa global, IHSG juga ditenagai oleh rilis data neraca pembayaran Indonesia (NPI) di 2017 yang tercatat sebesar USD 11,6 miliar. Sementara itu, defisit transaksi berjalan tahun 2017 tercatat sebesar US$ 17,3 miliar atau 1,7% dari PDB, lebih rendah dibandingkan defisit tahun sebelumnya yang sebesar 1,8% dari PDB.

Secara teknikal, rally penurunan IHSG selama dua hari terakhir sudah membuat indeks mendekati zona oversold (jenuh jual) seperti yang ditunjukkan oleh indikator RSI sehingga potensi rebound cukup besar. Selain itu stocastic membentuk pola golden cross yang meski berada di area netral cukup mengindikasikan adanya potensi bullish.

Emiten batubara terkendala regulasi

Setelah penurunan tajam harga batubara global, kini emiten batubara lokal kembali harus terpukul oleh semakin dekatnya tenggat waktu peraturan berupa keharusan menggunakan kapal berbendera Indonesia dan perusahaan asuransi Indonesia mulai April 2018. Menurut Direktur Eksekutif Asosiasi Batubara Indonesia, hal ini membuat beberapa pembeli potensial dari luar negeri menunda pembuatan kontrak baru.

Minyak kembali anjlok

Harga minyak dunia kembali turun tajam dimana minyak WTI merosot hingga USD 1,95 menjadi USD 59,20 per barel setelah data terbaru menunjukkan jumlah oil rig di Amerika bertambah 26 buah menjadi total 791 rig. Sebelumnya minyak juga terhantam berita jumlah produksi Amerika yang kini telah melampaui Arab Saudi di level 10,25 juta barel per hari.

CPO berhasil rebound

Meski hampir terus melemah di sepanjang sesi perdagangan , harga CPO berhasil ditutup di zona hijau dengan kenaikan sebesar 0,72% ke level 2515 ringgit per ton setelah sejumlah survei analis menyebutkan bahwa ada kemungkinan produksi sawit Januari akan turun 14,9% dibanding Desember tahun lalu.


Image source: www.varchev.com

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini dominan di zona merah terdampak pelemahan bursa Amerika dan regional Asia. Tekanan dari outflow deras asing membuat IHSG sempat terjun hingga ke level 6460, namun menjelang penutupan, rebound di sektor basic industry dan consumer membuat indeks hanya ditutup turun -0,60% ke 6505,52 yang sekaligus menjadi level tertingginya hari ini. Di sektor basic industri, lonjakan saham INTP di penutupan perdagangan menyebabkan sektor ini berakhir menguat 1,83% sedangkan di sektor consumer, lonjakan harga UNVR membuat sektor consumer yang sebelumnya melemah hingga -1,53% menjadi hanya turun -0,25%.

Sektor mining tekan indeks

Dari sembilan sektor yang melemah hari ini, mining mencatatkan penurunan yang paling tajam karena terjun hingga -2,48%. Penurunan di sektor ini terkait dengan melemahnya minyak dan batubara yang masih terus berlangsung. Pelemahan minyak utamanya disebabkan oleh tingkat produksi Amerika yang mencapai 10,25 juta bph yang mana sudah mengungguli tingkat produksi Arab Saudi. Kemudian untuk batubara, penurunan terjadi karena meningkatnya pasokan dari Australia dan Indonesia. Ekspor batubara Australia selama 2017 dilaporkan melonjak 35% dibanding tahun 2016 sedangkan pengiriman batubara dari Indonesia diketahui naik hingga 32,2% di sepanjang tahun 2017.

 Asing net sell jumbo

Kepanikan yang terjadi di bursa global membuat asing cenderung mengamankan dananya dan memindahkan ke aset – aset safe haven seperti emas. Hingga penutupan sore ini, outflow asing dari bursa tercatat mencapai 1,75 triliun di keseluruhan pasar yang didominasi oleh penjualan bersih di saham BMRI (-643 miliar), ASII (-335 miliar), TLKM (-143 miliar), BBCA (-137 miliar) dan UNTR (-115 miliar). Adapun saham – saham yang mencatatkan top net buy di antaranya adalah AKRA (12 miliar), WSKT (12 miliar), INKP (11 miliar) dan INCO (9,4 miliar).

Bursa Asia Terkapar

Imbas anjloknya bursa Amerika menjalar ke berbagai belahan dunia termasuk regional Asia. Sejumlah indeks utama bursa Asia merosot cukup dalam dengan kedua indeks dari China dan Hong Kong jatuh cukup telak karena turut dibebani rilis data ekonomi yang mengecewakan pasar. Secara keseluruhan indeks MSCI Asia Pasific di luar Jepang melemah di kisaran -2,2%.

Dari Jepang, indeks Nikkei 225 mampu sedikit rebound dan ditutup melemah -2,27% setelah sempat terjun hingga di atas -3%. Penurunan bursa Jepang dikarenakan berbagai laporan analis yang menyebutkan koreksi akan terus berlanjut hingga akhir Februari – Maret. Kemudian dari Korea Selatan, indeks Kospi ditutup turun -1,82% tertekan oleh melemahnya mata uang won sebesar 0,39% dan anjloknya saham – saham industri kimia, farmasi dan juga perbankan.

Bursa China dan Hong Kong menderita penurunan paling dalam dimana indeks Shanghai Composite dan Hang Seng ambles -4,05% dan – 3,33%. Bursa China masih belum bisa keluar dari trend pelemahan setelah rentetan data ekonomi seperti trade balance dan cadangan devisa mengecewakan pasar, kini data Consumer Price Index (CPI) juga menunjukkan pelemahan dari sebelumnya 1,8% menjadi 1,5% karena penurunan harga di sektor pangan yang justru terjadi mendekati perayaan tahun baru China (imlek).


Image source: http://moneter.co.id

0

Morning Review

Kejatuhan bursa Amerika tadi malam membuat investor mengalihkan sebagian besar sahamnya ke aset – aset safe haven seperti emas. Harga emas kemarin ditutup menguat 0,33% di level USD 1.319 per troy ounce dan bahkan di pagi ini di pasar spot comex harganya masih naik hingga 0,35% ke level   USD 1323,60 per troy ounce. Selain emas, harga minyak sawit juga terpantau menguat seiring dengan melemahnya mata uang ringgit Malaysia. Harga CPO ditutup naik 0,56% ke level 2497 ringgit per ton bahkan di saat minyak kedelai yang merupakan komoditas substitusi, anjlok tajam -1,07%.

Bursa Amerika longsor

Aksi jual besar – besaran kembali terjadi di bursa Wall Street. Indeks Dow Jones terjun -4,15% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 masing – masing ambles -3,90% dan -3,75%. Kekhawatiran investor naik ketika imbal hasil obligasi Amerika bertenor 10 tahun naik setinggi 2,84%, mendekati level tertinggi empat tahun terakhir di level 2,85% setelah Bank of England mengatakan suku bunga mungkin perlu naik lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Bursa Eropa turut melemah

Indeks saham Stoxx Europe 600 ditutup melemah -1,60% tertekan oleh penurunan saham Volkswagen dan BASF yang merosot- 3,8% dan -3,3%. Berita positif mengenai aksi merger dan akusisi serta hasil laporan keuangan yang positif tidak mampu mengangkat pasar. Indeks DAX Jerman memimpin kejatuhan bursa Eropa dengan penurunan sebesar -2,62% kemudian FTSE Inggris dan CAC Perancis juga turut melorot -1,49% dan -1,98%.

IHSG berpotensi melemah

Tidak adanya sentimen positif dari dalam dan luar negeri akan membuat IHSG bergerak mengikuti bursa global yang bergerak turun. Apalagi bursa Asia pagi ini turut dibuka melemah tajam dengan indeks Nikkei turun -2,69%, Kospi -1,65% kemudian Shanghai Composite dan Hang Seng yang masing – masing melorot 2,70% dan -2,92%. Pergerakan harga komoditas selain CPO dan Emas juga tidak cukup bagus karena pelemahan tajam pada harga minyak dan batubara.

Minyak WTI melemah

Harga minyak mentah ambles ke level terendah dalam lima pekan terakhir dimana minyak WTI turun 2,01% ke level USD 60,42%. Penurunan minyak masih terkait dengan produksi minyak AS yang terus bertumbuh sejak November tahun lalu dan kini bahkan telah menembus 10,25 juta barel per hari pada pekan lalu. Jumlah output ini bahkan lebih tinggi dari Arap yang hanya memproduksi 10 juta barel per hari.

Batubara lemas

Mengikuti harga minyak, batubara turut anjlok tajam dimana di bursa Rotterdam kontrak Maret merosot hingga -3,43% sedangkan di Newcastle melemah -3,10%.


Image source: financialtribune.com

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini cukup mixed dengan rentang perdagangan di 6519 – 6549 dan ditutup menguat tipis 0,15% di level 6544,63. Transaksi cenderung sepi dengan nilai transaksi total hanya sebesar 7,64 triliun, jauh di bawah rata – rata harian bulan ini di angka 9,21 triliun. Enam sektor bergerak naik dengan pendorong terbesar dari sektor konstruksi dengan penguatan +1,01% kemudian agri (+0,67%), infrastructure (+0,61%) dan finance (+0,51%). Adapun empat sektor yang melemah adalah aneka industri (-0,72%), consumer goods (-0,49%), manufacture (-0,40%) dan mining (-0,09%).

Net sell asing masih besar

Hingga penutupan pasar, outflow asing dari bursa tercatat mencapai -765,03 miliar di keseluruhan pasar yang masih didominasi oleh sektor perbankan. BBRI dan BBNI menjadi top net sell asing dengan penjualan bersih sebesar -181 miliar dan -96 miliar, kemudian disusul oleh ASII (-94 miliar), UNVR (-90 miliar) dan HMSP (-87 miliar). Adapun saham – saham yang mencatatkan top net buy di antaranya adalah INDY (23 miliar), DOID (23 miliar), ICBP (21 miliar), dan MAPI (19 miliar).

Bursa Asia bergerak beragam

Sejumlah indeks regional Asia yang dibuka positif tadi pagi berhasil mempertahankan penguatanya sampai penutupan market. Sedangkan bursa China masih lesu terdampak rilis data ekonomi yang mengecewakan. Secara keseluruhan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang mencatatkan kenaikan 0,3%.

Indeks Nikkei 225 Jepang ditutup naik 1,13% terdampak kenaikan sektor otomotif dan elektronik yang menguat tajam karena melemahnya mata uang yen terhadap dollar sebesar 0,3% ke level 109,64 yen per dollar. Kemudian dari Korea, indeks Kospi berhasil mengakhiri reli pelemahan selama empat hari beruntun dengan kenaikan sebesar 0,46%. Adapun indeks Hang Seng, Hong Kong berhasil ditutup naik 0,50% setelah data cadangan devisa menunjukkan peningkatan dari sebelumnya 431 miliar dollar menjadi 441 miliar.

Sementara itu dari China, indeks Shanghai Composite berakhir turun tajam 1,43% menyusul serangkaian data ekonomi yang tidak memuaskan. Data cadangan devisa masih di bawah ekpektasi pasar meski meningkat tipis dari 3,14 triliun dollar menjadi 3,16 triliun, kemudian data neraca perdagangan China mengalami penurunan surplus yang hebat dari sebelumnya surplus 54,69 miliar dollar menjadi hanya 20,34 miliar dollar akibat melonjaknya impor.


Image source: www.equipmentworld.com

0

PREVIOUS POSTSPage 1 of 18NO NEW POSTS