The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Pergerakan market hari ini sangat mixed, sempat melemah hingga ke level 5689 karena tekanan dari bursa regional dan membengkaknya defisit neraca perdagangan, IHSG mampu ditutup naik 0,81% ke 5816.59 yang sekaligus menjadi level tertingginya hari ini. Respon cepat BI yang menaikkan suku bunga ditambah dengan kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk menjaga cadangan devisa disambut baik oleh pasar. Hasilnya, IHSG yang sempat melemah hingga -1,38% mampu ditutup naik dengan dukungan sembilan sektor dimotori agriculture dan mining yang masing – masing naik 5,85% dan 1,2%.

Di sektor minyak, pemerintah menyebutkan agar Pertamina membeli seluruh lifting minyak bumi yang diproduksi oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) sehingga mengurangi impor. Berikutnya di bidang batubara, pemerintah akan membuka tambahan ekspor batubara sebesar 100 juta ton. Kemudian untuk sektor perkebunan, presiden Jokowidodo hari ini dijadwalkan menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) terkait kewajiban pencampuran biodiesel dalam BBM (B-20) dan berlaku mulai 1 September 2018.

Defisit neraca dagang menggelembung

Hingga bulan ketujuh 2018, Indonesia telah mengalami lima kali defisit neraca perdagangan dan yang terbesar adalah defisit pada bulan Juli lalu sebesar USD 2,03 miliar sekaligus menjadi defisit terparah sejak Juli 2013. Nominal ini jauh lebih besar dari konsensus market yang memprediksikan hanya defisit sebesar USD 0,6 miliar dollar.

BPS mencatat total impor mencapai sebesar US$ 18,27 miliar, membengkak 62,17% dari US$ 11,27 miliar. Dari nilai tersebut,  impor nonmigas melonjak tajam 71,55% dari US$ 9,13 miliar menjadi US$ 15,66 miliar. Sedangkan impor migasnya justru hanya tumbuh  22,20%. Di sisi lain kenaikan impor belum mampu diimbangi pertumbuhan ekspor dimana sepanjang Juli 2018 hanya meningkat sekitar 25,19% menjadi  US$ 16,24 miliar.

BI naikkan suku bunga

Merespon nilai tukar rupiah yang melemah dan defisit neraca perdagangan yang semakin membesar, Rapat Dewan Gubernur Bank  Indonesia (RDG BI) pada 14-15 Agustus 2018 memutuskan untuk menaikan tingkat bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate (7DRRR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,5 persen pada bulan ini. Kenaikan suku bunga ini diharapkan mampu meredakan volatilitas rupiah  akibat krisis keuangan Turki yang menimbulkan efek kekhawatiran terhadap negara berkembang yang mirip dengan Turki antara lain Meksiko, Afrika Selatan, India, Indonesia, dan Filipina.

Bursa Asia kembali terkoreksi

Setelah kemarin mengalami rebound teknikal, bursa Asia kembali terperosok ke zona merah ketika ancaman presiden Turki untuk memboikot produk – produk Amerika ditanggapi negatif oleh pasar. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang ambles lebih dari satu persen. Indeks saham di China dan Hong Kong menjadi yang terparah dimana Shanghai Composite ambruk 2,08% sedangkan  Hang Seng merosot 1,67%. Kemudian di Jepang, indeks Nikkei 225 ditutup turun 0,66%.

0

Market Updates

Bergerak mixed sepanjang perdagangan dengan rentang 6059 – 6107, IHSG berakhir menguat tipis 0,20% ke level 6077,17. Enam sektor bergerak menguat ditopang oleh sektor consumer goods yang naik 0,74% dan construction yang melambung 1,09%. Di sisi lain, sektor komoditas pertambangan dan perkebunan melemah cukup dalam berbarengan sektor aneka industri yang turun akibat melorotnya saham ASII. Penurunan serempak pada harga batubara dan minyak mentah akibat kekhawatiran perang perdagangan AS-China yang akan melemahkan permintaan energi global membuat saham – saham di sektor ini berguguran.

Sektor Agri terkoreksi

Selain mining, sektor Agri juga ikut melemah tajam sore ini meski sebelumnya terus mencetak rally penguatan berkat kenaikan harga CPO global dan peraturan pemerintah yang mewajibkan penggunaan solar biodiesel (B20). Aksi profit taking di saham – saham perkebunan cukup wajar mengingat kenaikan CPO mulai tertahan di garis downtrend dan bahkan kemarin harganya turun 0,62% ke level 2243 ringgit per ton. Selain itu, investor mulai khawatir ketika kebijakan tarif impor kedelai AS dan produk turunanya yang diterapkan di China akan membuat Amerika Serikat mencari market baru di luar negara tirai bambu sehingga menyebabkan suplai global meningkat. 

Asing masih terus keluar

Outflow asing dari bursa masih terus berlanjut hingga hari ketiga ini. Sampai dengan penutupan market, total net sell asing di pasar reguler telah mencapai 473,48 miliar di pasar reguler karena penjualan besar di saham BBCA dan UNTR yang masing – masing nilainya 158 miliar dan 103 miliar. Selain kedua saham tersebut, TLKM dan BBNI juga turut menjadi top net sell dengan penjualan di kisaran 90 miliar. Sementara itu, saham – saham yang mencatatkan top net buy di antaranya adalah LPPF 32 miliar, BBRI 28 miliar, PTBA 27 miliar, INKP 21 miliar dan BDMN 19 miliar.

Bursa Asia merah

Mayoritas indeks utama di bursa Asia bergerak di teritori negatif setelah investor cenderung mengamankan portofolio dan menanti respon terkait rencana China dalam penetapan tarif 25% senilai USD 16 miliar terhadap 279 produk negeri Paman Sam seperti sepeda motor, speedometers, dan antena. Indeks Nikkei 225 Jepang merosot 1,25% diikuti Kospi Korea dan hang Seng Hong Kong sebesar 0,91% dan 1,01%. Adapun indeks Shanghai Composite meski terus melemah sejak pembukaan, masih mampu ditutup menguat tipis 0,04%.


Image source: https://blog.csiro.au/mining3/

0

Market Updates

Terpengaruh penurunan bursa global, IHSG tidak mampu mempertahankan kenaikanya di awal perdagangan dan terpaksa ditutup melemah di level terendahnya hari ini, 6011.72 atau turun sebanyak 0,36%. Tujuh dari sepuluh sektor bergerak di zona merah dengan penekan terbesar di sektor aneka industri dan mining. Koreksi di saham ASII pasca lonjakanya kemarin membuat sektor aneka industri melemah 1.97% sedangkan di sektor mining yang turun 1,34% disebabkan oleh merosotnya harga minyak mentah karena melambungnya pasokan minyak Amerika sebesar 3,8 juta barel jauh di atas perkiraan analis yang memprediksikan penurunan stok sebesar 2,8 juta barel.  

Sektor Agri menjadi bintang

Meskipun tidak mampu mengangkat IHSG ke zona hijau, sektor agri berhasil ditutup naik tajam sebesar 3,32% akibat sentimen dari India. Harga CPO kembali bergerak naik 0,8% ke level 2122 ringgit per ton yang merupakan level tertinggi dalam tiga minggu terakhir setelah berbagai analisis cuaca India memproyeksikan bahwa curah hujan di sisa tahun 2018 ini akan jauh di bawah level normal dan berpotensi menurunkan produksi hasil – hasil pertanian termasuk kedelai dan kelapa sawit. Harga minyak kedelai yang merupakan komoditas substitusi CPO juga bergerak naik 0,4% akibat pemberitaan ini.

Asing kemasih terus masuk

Seperti halnya kemarin, hari ini asing kembali mencatatkan inflow sebesar 154,68 miliar di pasar reguler dengan pembelian bersih terbesar pada saham BBRI dan BBCA senilai 244 miliar dan 147 miliar diikuti UNVR 44 miliar, ASII 35 miliar dan TRAM 23 miliar. Di sisi lain, saham – saham yang menjadi top net sell adalah SMGR, INKP, BBNI dan LPPF dengan outflow per sahamnya di kisaran 40 miliar. Volume transaksi di bursa hari ini cukup ramai mencapai 7,9 triliun jauh di atas rata-rata transaksi harian bulan lalu di angka 7,1 triliun.

Bursa Asia Jatuh

Keinginan Donald Trump untuk kembali menaikkan pajak impor dari China menyebabkan bursa Asia siang ini jatuh cukup dalam. Seperti diberitakan, pemerintahan AS melalui perwakilanya yaitu Robert Lighthizer sedang mempertimbangkan kenaikan tarif lanjutan dari 10% menjadi 25% pada barang – barang asal China senilai USD 200 miliar dolar. Indeks Shanghai Composite merosot 2,00% diikuti Hang Seng Hong Kong dan Kospi Korea yang jatuh 2,41% dan 1,60%. Sementara itu, bursa Jepang juga turun cukup dalam dimana indeks Nikkei 225 ambles 1,03% akibat kenaikan mata uang yen yang membebani emiten – emiten eksportir.

0

Market Updates

Masih menjaga trend bullishnya, IHSG semakin mendekati level psikologis 6000 karena didukung sentimen dari bursa regional yang positif dan terapresiasinya nilai tukar rupiah terhadap dollar. Diperdagangkan di rentang 5947 – 5992, IHSG ditutup naik 43 poin atau 0,72% ke level 5989,14 berkat penguatan di sembilan sektor yang dipimpin oleh aneka industri, mining dan basic industry. Saham ASII membawa sektor aneka industri melaju 3,66%, kemudian di sektor mining terbantu oleh melonjaknya saham batubara. Adapun di sektor basic industri, pengutan disokong oleh saham SMGR, INKP dan BRPT yang naik di atas 1%.

Saham – saham batubara menguat

Menemani sektor aneka industri, sektor mining menguat tajam hingga 1,93% akibat lonjakan saham – saham batubara yang mampu menutup kinerja buruk di sub-sektor minyak. PTBA melambung 3,84% diikuti ADRO 6,22% serta HRUM dan ITMG di kisaran 3%. Sentimen positif batubara datang dari berita bahwa permintaan impor India terus mengalami kenaikan bahkan ketika harga batubara sudah cukup mahal. Impor batubara India pada bulan Juli ini diperkirakan mencapai 19,7 juta ton atau mendekati rekor yang diraih pada Juli 2015 di angka 19,85 juta ton.

Rupiah kembali di level 14.400

Rupiah semakin menjauhi level terlemahnya di 15.536 setelah mata uang dollar tertekan menjelang pengumuman PDB Amerika yang dirilis malam nanti. Indeks dolar, yang mengukur dolar terhadap sekeranjang enam mata uang utama, turun 0,02 persen menjadi 94,732 dan bahkan terhadap yen Jepang, dolar terdepresiasi 0,2 persen menjad ijadi 110,98. Rupiah pun terpantau menguat hingga puncak tertinggi di level 14.356 per dolar pada pukul 14.30 WIB tadi.

Bursa Asia Mixed

Pergerakan sejumlah indeks di regional Asia cukup beragam. Nikkei 225 Jepang, Kospi Korea dan ASX 200 Australia masing – masing menguat 0,49%, 0,26% dan 0,89%. Saham – saham perbankan Jepang mencetak kenaikan tertinggi setelah yield obligasi pemerintah Jepang mencapai rekor tertinggi satu tahun terakhir sedangkan di Korea saham – saham otomotif dan teknologi yang memimpin. SK Hynix melaju 3,6% diikuti Firstec Co. Ltd, 12,59% dan Hyundai sebesar 2,2%.

Meskipun demikian, saham – saham di bursa China dan Hong Kong justru mengalami bearish karena kembali merosotnya nilai mata uang yuan yang mendekati level terendahnya dalam 13 bulan terakhir di level 6,8295 per dollar. Indeks Sanghai Composite pun bergerak turun 0,30% sedangkan Hang Seng melorot tipis 0,10%.

0

Market Updates

Semua indeks bursa utama Asia sore ini ditutup di zona hijau dengan sentimen positif dari bursa China yang mengeluarkan paket kebijakan untuk meminimalisir kerugian akibat perang dagang dengan Amerika. Indeks Shanghai Composite melambung hingga 1,62% diikuti Hangseng Hong Kong dan Kospi Korea yang menguat 1,50% dan 0,48%. Bahkan di Jepang, indeks Nikkei 225 masih mampu naik 0,51% meski dibayang perlambatan di sektor manufaktur yang terlihat dari indikator PMI yang hanya berada di angka 51,6 terendah sejak November 2016. Nilai ini juga turun dari posisi bulan lalu di angka 53.0.

Paket kebijakan tersebut dirilis seiring dengan perkembangan ekonomi China pada kuartal II 2018 yang hanya bertumbuh sebesar 6,7%, paling kecil sejak 2016 dan bahkan akibat perang dagang, ekonomi China sepanjang 2018 diprediksi hanya tumbuh 6,5%. Salah satu paket kebijakan yang ditunggu adalah adanya potongan pajak tambahan sebesar 65 miliar yuan (USD 9,6 miliar) untuk perusahaan yang memiliki bujet riset dan pengembangan (R & D) dan melonggarkan pembatasan obligasi yang diterbitkan lembaga perbankan untuk pembiayaan perusahaan – perusahaan kecil.

IHSG terus mencoba break out

Bergerak dengan rentang sempit, IHSG mampu ditutup naik 0,27% ke level 5931,84 setelah diperdagangkan di range 5925 – 5945. Enam dari sepuluh sektor bergerak di teritori positif dengan pendorong utama di sektor basic industry yang menguat 1,23% diikuti construction dan finance yang masing – masing melaju 0,64% dan 0,55%. Secara teknikal IHSG saat ini masih mencoba break down trend sejak akhir Maret lalu, namun dengan volume transaksi hari ini yang tidak terlalu tinggi di angka Rp 6,67 triliun maka masih ada kemungkinan untuk koreksi apabila tidak ditunjang dengan sentimen positif yang kuat.

Ditekan sektor agri

Dari empat sektor yang melemah, sektor agri menjadi yang turun paling tajam dengan kemerosotan sebesar 0,40%. Harga CPO yang terus bearish membawa kejatuhan di saham – saham perkebunan kelapa sawit . Di bursa Malaysia, CPO terpantau turun 1,2% ke level 2168 ringgit per ton akibat proyeksi akan meningkatnya produksi Malaysia pada beberapa pekan ke depan karena pengaruh dari siklus tahunan. Hal ini juga diperparah oleh melemahnya harga komoditas subtitusinya yaitu minyak kedelai sebesar 0,8%.

Asing terus lanjutkan inflow

Hingga penutupan pasar, inflow asing yang masuk ke dalam bursa lewat pasar reguler telah mencapai 395,03 miliar. Saham BBCA masih menjadi yang paling banyak dicollect asing dengan net buy sebesar 244 miliar, diikuti INKP 65 miliar, BMRI 46 miliar dan CPIN 32 miliar. Di sepanjang bulan Juli ini, total net buy asing tercatat sudah senilai 1,64 triliun. Yang menggembirakan, selain di pasar saham, asing juga terpantau masuk di SBN dimana sejak awal bulan ini menunjukkan grafik peningkatan. Hingga 20 Juli, total dana asing yang masuk SBN mencapai 5,65 triliun.

0

Market Updates

Mayoritas bergerak di zona merah, IHSG berhasil berbalik ditutup menguat tipis 0,03% ke level 5872.78 setelah sebelumnya diperdagangkan di rentang 5842 – 5884. Tekanan dari melemahnya rupiah, anjloknya harga komoditas batubara serta volume transaksi yang rendah membuat IHSG kehilangan kekuatan untuk bergerak ke atas. Dengan empat dari sepuluh sektor yang melemah, sektor mining dan sektor perdagangan menjadi penekan utama dengan pelemahan  1,72% dan 1,01%. Di sisi lain, menguatnya saham – saham telekomunikasi seperti TLKM, ISAT dan EXCL mampu membawa sektor infrastruktur melaju 1,26% dan membawa IHSG ditutup di zona hijau.


Isu lingkungan lemahkan batubara

Harga batubara bergerak melemah. Di port Rotterdam untuk kontrak Agustus, harga batubara turun 1,39% sedangkan di Newcastle, merosot hingga 1,65%. Penurunan demand karena peningkatan permintaan energi terbarukan membayangi pasar. Di Jerman, impor batubara diperkirakan turun 12% dari sebelumnya 54,6 juta ton menjadi hanya 45 juta ton. Selain hal tersebut, riset terbaru dari Energy Ventures Analysis (EVA) dan National Mining Association (NMA) menunjukkan bahwa penutupan pembangkit listrik batubara lebih awal akan 15 kali lebih efisien daripada melanjutkanya untuk tetap beroperasi dan menimbulkan pencemaran lingkungan.

Asing masih catatkan inflow

Nilai transaksi di bursa hari ini cukup rendah dimana tercatat hanya 5,85 triliun di keseluruhan pasar, di bawah rata-rata transaksi bulan ini di angka 6,95 triliun. Meskipun demikian inflow asing masih tetap berlanjut dimana di pasar reguler, tercatat net buy sebesar 28,64 miliar. Saham BBRI dan TLKM menjadi incaran asing dengan pembelian bersih senilai 129 miliar dan 91 miliar diikuti BBCA 84 miliar, GGRM 24 miliar dan INKP 20 miliar.


Rupiah terus tertekan

Nilai tukar rupiah terhadap dollar terpantau terus melemah. Hingga pukul 15.30 WIB, nilai rupiah berada di level 14.510 per dolar AS dengan puncak pelemahanya pada pukul 08.30 pagi tadi di level 14.546 per dolar. Tekanan datang dari komentar gubernur The FED, Jerome Powell yang mengatakan bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga AS dua kali lagi sampai akhir 2018 karena ekonomi AS yang stabil. Imbal hasil obligasi Amerika pun juga semakin menarik dimana untuk tenor 2 tahun berada pada posisi 2,62%, tertinggi sejak Agustus 2008.

Bursa Asia mixed menguat

Mayoritas indeks di bursa regional Asia ditutup di teritori positif dengan bursa China menjadi yang paling cemerlang. Indeks Shanghai Composite melesat 2,05% sedangkan Hang Seng Hong Kong dan Kospi Korea naik 0,89% dan 0,30%. Sentimen positif datang dari mulai membaiknya nilai tukar Yuan terhadap Dollar. Sebelumnya nilai tukar mata uang China tersebut terus melemah hingga -7,6% sepanjang semester I ini dan menimbulkan kecemasan akan hengkangnya dana asing dari pasar. Namun berkat campur tangan Bank Sentral (PBoC) yang mulai melepas dollar ke pasar, nilai tukar Yuan perlahan mulai naik dari sebelumnya di 6.8128 kini berada di posisi 6.777

Sementara itu dari Jepang, indeks Nikkei 225 berakhir melemah 0,29% seiring dengan menguatnya mata uang yen terhadap Dollar yang membebani kinerja saham – saham berorientasi ekspor. Saham Dentsu Inc. dan Tokyo Electron Ltd. yang masing-masing turun 6,83% dan 2,97% menjadi penekan utama terhadap koreksi bursa Jepang.


Image source: https://inhabitat.com

0

Market Updates

Mendapatkan sentimen positif dari kenaikan harga komoditas dan menghijuanya bursa global, IHSG melaju mantap di zona hijau dan ditutup naik 0,50% ke level 5890,73 setelah diperdagangkan di rentang 5858 – 5899. Delapan dari sepuluh sektor bergerak menguat dengan pendorong utama di sektor mining, infrastructure dan agri. Ketiga sektor tersebut menguat di atas 1%. Di sisi lain, dua sektor yang melemah hanyalah trade & service yang merosot 0,99% dan construction yang turun tipis 0,08%. Volume transaksi harian terpantau mencapai 7,58 triliun sedikit lebih tinggi dari rata-rata bulan ini di angka 6,95 triliun.

Sektor Agri rebound

Setelah terus menerus mengalami bearish akibat terpuruknya harga CPO, sektor Agri akhirnya mendapat angin segar dari rencana presiden Joko Widodo yang akan menerbitkan inpres tentang  pengelolaan industri kelapa sawit Indonesia. Inpres tersebut disusun untuk menangkal kampanye negatif, khususnya yang dilancarkan di Eropa bahwa kelapa sawit merusak lingkungan. Selain menerbitkan inpres, Presiden Jokowi sebelumnya juga telah berhasil meyakinkan negera – negara Eropa untuk menangguhkan penerapan pembatasan biofuel berbahan dasar sawit dari yang tadinya pada tahun 2021 menjadi 2030. Hasilnya, saham – saham CPO serempak bergerak naik. LSIP melaju 3,8% diikuti AALI yang menguat  2,94% sedangkan SSMS dan BWPT menguat moderat di kisaran 1%.

Sektor mining ditopang batubara

Saham – saham emiten batubara ditutup menguat cukup besar setelah harga komoditas tersebut mengalami kenaikan di atas 1%. Voice of Ameria (VOA) melaporkan bahwa dua kapal berbendera Panama namun milik perusahaan China  terpantau mengangkut batubara ilegal yang berasal dari Korea Utara.  Oktober 2017 lalu, meski terkena sanksi ekspor PBB, Korea Utara juga dilaporkan tetap mengirimkan batubara melalui empat kapal yang disamarkan sebagai kapal dari Rusia.

Mengacu pada laporan pemantau independen PBB, ekspor batubara dari Korea Utara ke sejumlah negara seperti Cina, India, Sri lanka dan Malaysia pada 2017 lalu ditengarai mencapai 2,5 juta ton atau USD 260 juta. Apabila terus diusut dan bisa dihentikan maka demand batubara dari Australia dan Indonesia diproyeksi akan terangkat.

Asing berbalik catatkan net buy

Meski pagi tadi sempat mencatatkan net sell hingga di atas 100 miliar di pasar reguler, Asing perlahan – lahan kembali masuk ke dalam bursa melalui inflow besar di saham BBCA. Hingga penutupan market, total net buy asing di pasar reguler mencapai 114,94 miliar. Saham BBCA memimpin top net buy asing dengan pembelian bersih senilai 281 miliar, diikuti TLKM 81 miliar, ADRO 40 miliar dan RALS 24 miliar. Di sisi lain, saham – saham yang menjadi top net sell hari ini diantaranya adalah BBRI -137 miliar, BBNI -41 miliar, BTPS -41 miliar, dan BNBR -39 miliar.


Image source: mining.com

0

Market Updates

Siang tadi BPS merilis neraca dagang untuk bulan Juni surplus senilai USD 1,74 miliar. Kendati demikian, neraca perdagangan secara keseluruhan pada semester pertama tahun ini masih mencatatkan defisit sebesar US$1,02 miliar. Defisit perdagangan Januari-Juni 2018 terjadi karena secara kumulatif ekspor hanya sebesar US$88,02 miliar. Sedangkan impor paruh pertama tahun ini mencapai US$89,04 miliar. Bila dibandingkan dengan semester I tahun lalu maka ekspor hanya mengalami peningkatan sebanyak 11,47% dan impor tumbuh 12,66% yang mana keduanya lebih rendah dari konsensus dimana ekspor bertambah 17,53% dan impor 31,31%.

Secara lebih rinci, penurunan ekspor Indonesia yang cukup curam terjadi pada bidang otomotif seperti kendaraan dan komponenya, mesin dan peralatan listrik serta mesin pesawat mekanik. Meski ekspor bulan Juni menurun, namun impor pada bulan tersebut turun lebih dalam hingga 36,27 persen sehingga surplus perdagangan masih bisa dirasakan pada Juni lalu. Impor konsumsi tercatat menurun paling besar 41,85% diikuti impor bahan baku dan impor bahan modal sebesar 35.21% dan 37,81%.

Rupiah melemah meski dollar indeks turun

Mata uang dollar yang diukur dari dollar indeks terpantau mengalami penurunan sebesar 0,2% dan bertengger di posisi 94,60 setelah pembicaraan positif antara China dan Uni Eropa membuka potensi adanya peningkatan akses pasar dalam upaya menciptakan neraca perdagangan yang lebih seimbang dengan Uni Eropa.Meski demikian, pelemahan dollar indeks tidak mampu dimanfaatkan maksimal, mata uang rupiah tercatat masih mengalami pelemahan. Pagi tadi pukul 07.00 WIB posisi Rupiah di angka 14.380 per dollar AS, namun sore ini rupiah kembali melemah di posisi Rp 14.404 per dollar.

IHSG melemah 0,65%

Diperdagangkan di rentang 5847 – 5956, IHSG ditutup melemah 0,65% ke level 5905,16. Delapan dari sepuluh sektor bergerak ke teritori negatif ditekan oleh sektor infrastructure, konstruksi, aneka industri dan consumer yang kesemuanya anjlok hingga lebih dari satu persen. Adapun dua sektor yang menguat hanyalah finance dan trade yang masing – masing naik tipis 0,23% dan 0,11%. Meskipun demikian, asing masih melanjutkan inflownya ke dalam bursa dengan pembelian bersih sebesar 69,45 miliar di pasar regular sehingga total net buy asing di bulan ini membengkak menjadi 900,02 miliar.

Bursa Asia merah

Dengan bursa Jepang yang ditutup karena libur nasional, perhatian investor tertuju pada rilis data ekonomi China diantaranya pertumbuhan GDP kuartal II sebesar 6,7% yang sesuai dengan konsensus pasar namun tercatat turun 0,1% secara year on year. Indikator Industrial Production China juga terpantau turun 0,8% yoy menjadi 6,0% saja pada bulan Juni lalu. Hal ini memberikan tekanan bagi bursa – bursa di regional Asia. Indeks Shanghai Composite China ditutup turun 0,61% diikuti Kospi Korea Selatan dan STI Singapura yang melemah 0,39% dan 0,40%. Sementara itu, indeks Hang Seng di bursa Hong Kong masih mampu mencatatkan penguatan tipis 0,08% karena rebound di saham – saham properti.

 

Image source: http://mybooksanddreams.blogspot.com

0

Market Updates

IHSG berhasil meneruskan trend bullishnya sepanjang pekan ini. Diperdagangkan dengan rentang antara 5908 – 5961, IHSG ditutup naik 0,61% ke level 5944,07. Tujuh dari sepuluh sektor bergerak positif dengan pendorong utama di sektor aneka industri, finance dan mining. Naiknya saham ASII membantu sektor aneka industri melambung hingga 1,40%. Sementara itu di finance, inflow asing yang besar di saham – saham perbankan mendorong sektor ini menguat hingga 1,13%. BBTN mengalami lonjakan sebesar 9,5% sedangkan BBNI dan BMRI masing – msaing naik 3,2% dan 2,3%.

Sektor mining ditopang ANTM dan INCO

Sektor mining menguat 0,87% dengan saham – saham di sektor logam industri menguat tajam. ANTM dan INCO melesat di atas 5% sedangkan TINS bergerak naik 3,6%. Di sisi lain, saham – saham minyak dan batubara justru menjadi pemberat setelah harga minyak mentah merosot siang ini karena investor mencerna dampak dari peringatan IEA akan cadangan minyak yang menipis namun diimbangi berita kembalinya suplai minyak Libya ke pasar dunia. Minyak mentah Brent, terpantau turun 35 sen, atau 0,5 persen, menjadi USD74,10 per barel.

Tiga sektor melemah

Di sisi lain tiga sektor yang melemah adalah infrastructure, agri dan konstruksi. Sektor infrastructure melemah paling dalam sebesar 0,88% setelah saham TLKM jatuh sebesar 1,95% tidak mampu diimbangi oleh kenaikan saham PGAS sebesar 4,01%. Berikutnya sektor agri berbalik ditutup melemah 0,17% meskipun tadi pagi sempat menunjukkan penguatan yang mantap. Harga CPO di bursa Malaysia drop ke level terendah dalam hampir tiga tahun terakhir ke level 2186 ringgit per ton terpengaruh penurunan demand dari China. Hal ini juga diperparah oleh menurunya harga minyak kedelai yang merupakan komoditas substitusi di bursa Dalian yang tergelincir 0,7%.

Bursa Asia fokus rilis data China

Indeks – indeks utama di bursa Asia pagi ini bergerak menghijau. Fokus investor tertuju pada rilis data ekspor China pada bulan Juni yang lebih besar dari perkiraan di tengah terjadinya perang dagang dengan Amerika. Neraca dagang China mencatatkan surplus USD 41,61 miliar dengan ekspor tumbuh 12,8% dan impor naik 19,9%. Indeks Shenzhen Componen dan Hang Seng, Hong Kong naik 0,57% dan 0,08%. Adapun Nikkei 225 Jepang dan Kospi Korea melesat 1,85% dan 1,13%.

image source: https://hacked.com/

0

Market Updates

Indeks – indeks utama bursa Asia sore ini serentak bergerak melemah terimbas  potensi perang dagang lanjutan antara Amerika Serikat dengan China. Aksi balas – membalas ini terjadi setelah pemerintahan Donald Trump meningkatkan tekanan dengan mengancam penambahan tarif 10 persen senilai USD200 miliar ke daftar barang impor dari China. Hal ini terjadi setelah China menetapkan tarif terhadap barang-barang Amerika yang masuk ke negaranya sebagai respon atas penambahan tarif 25 persen senilai USD34 miliar pada pekan lalu.

Pasar saham Asia-pun tertekan seiring kabar yang berkembang itu. Indeks Shanghai turun signifikan -1,76% diikuti Hang Seng, Hong Kong -1,39%. Bahkan indeks saham di luar China juga turut terimbas. Indeks Nikkei 225 Jepang jatuh hingga -1,28%dan Kospi Korea -0,59% tertekan kinerja saham – saham otomotif dan eksportir. Harga saham Toyota Motor turun 0,98 persen, eksportir Advantest melemah 2,28 persen dan Canon yang turun 1,13 persen. Dari Korea, saham Hyundai Motor turun 2,43 persen sedangkan Samsung Electronics ambles 1,3 persen.

IHSG berbalik arah ke zona hijau

Terus tertekan di sepanjang sesi perdagangan, IHSG mampu berakhir di zona positif dengan penguatan sebesar 0,20% ke level 5893,36 setelah terombang – ambing di rentang 5822 – 5897. Inflow dana asing yang mengalir cukup deras di pasar reguler mampu membuat IHSG berbalik arah. Hingga penutupan, net buy asing mencapai nominal 502.22 miliar dengan pembelian terbesar di saham TLKM, BBCA, ASII dan INKP.

Lima dari sepuluh sektor bergerak di teritori positif dengan pendorong terbesar di sektor aneka industri yang melesat 3,45% karena saham ASII yang melambung hingga 4.33%. Selain aneka industri, sektor mining juga menopang gerak indeks dengan kenaikan sebesar 1,53%. Harga minyak rally ke level USD 74,11 per barel setelah persediaan minyak mentah Amerika menyusut pekan lalu sebesar 6,8 juta barel, lebih tinggi dari prediksi di angka 4,5 juta barel.

Rupiah melemah

Isu perang dagang juga berimbas kepada nilai tukar rupiah hari ini. Sempat menguat hingga ke level Rp14.303 per dollar, rupiah perlahan melemah tajam ke level Rp14.375 per dollar. Hal ini terjadi seiring dengan menguatnya mata uang dollar yang diukur dari dollar indeks. Pagi tadi dollar indeks masih di kisaran 93,85 namun sore ini telah naik hingga ke level 94,07 atau menguat sebesar 0,23%.


Image source: https://img.thedailybeast.com

0

PREVIOUS POSTSPage 1 of 26NO NEW POSTS