The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589
Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini mayoritas berada di zona merah mengikuti gerakan bursa regional Asia. Volume transaksi yang rendah juga membuat market bergerak lesu. Total nilai transaksi hari ini hanya 5,28 triliun, jauh di bawah rata – rata harian bulan lalu yang mencapai 9,13 triliun. Diperdagangkan dengan rentang 6165 – 6192, IHSG ditutup melemah tipis 0,13% ke level 6175,05. Dari 10 sektor yang terdaftar, hanya consumer, construction dan manufacture yang berada di zona hijau, sisanya melemah dengan penekan terbesar di sektor aneka industri dan finance yang merosot 0,91% dan 0,45%. Sektor mining yang di awal perdagangan sempat melonjak hingga 0,85% berbalik turun 0,12%.

Pelemahan sektor mining terkait dengan data ekspor batubara Australia yang secara mengejutkan turun 13% secara year on year. Seperti dilaporkan, ekspor batubara dari Gladstone yang merupakan tambang terbesar keempat di dunia pada bulan Maret hanya sebesar 4,72 juta ton, jauh di bawah ekspor tahun lalu 6,31 juta ton. Hal ini dikarenakan penurunan demand dari Jepang sebesar 25% yoy dan juga impor batubara China yang anjlok 52% yoy seiring dengan masifnya kampanye energi ramah lingkungan di negara tersebut.

Sektor agri turut melemah

Selain mining, sektor Agri juga terpantau balik badan. Sebelumnya sektor ini mendapat sentimen positif dari pengenaan tarif kedelai Amerika yang diproyeksikan akan menurunkan demand dan beralih ke produk turunan sawit. Hal ini semakin dikuatkan dari rilis data lembaga survey yang menunjukkan ekspor CPO Malaysia pada bulan Maret naik 19,3% month on month. Namun demikian, kenaikan tersebut diimbangi oleh mulai pulihnya tingkat produksi. Setelah lima bulan terakhir cenderung menurun, pada bulan Maret tercatat produksi CPO naik 11,3% ke level 1,49 juta ton yang sekaligus menandai berakhirnya efek El Nino sejak 2017 lalu.

Asing masih keluar, tetapi tidak sebesar bulan lalu

Hingga penutupan pasar, outflow asing dari bursa mencapai 259,31 miliar di keseluruhan pasar. BMRi dan UNTR menjadi yang paling banyak dijual asing dengan nominal -127 miliar dan 69 miliar diikuti oleh ASII -67 miliar, BBRI -50 miliar dan INKP -24 miliar. Meski terus mencatatkan outflow, arus dana asing yang keluar di awal April ini sudah jauh lebih kecil dari bulan Maret. Bulan lalu rata-rata outflow asing per hari mencapai 711 miliar, jauh di atas otflow rata – rata bulan ini yang hanya sebesar 281 miliar.

Bursa Asia membara

Ricuh hubungan dagang antara Amerika dan China yang kembali memanas membuat bursa regional Asia mayoritas ditutup di teritori negatif. Indeks Nikkei 225 ditutup melemah 0,30% diikuti oleh Kospi yang turun 0,33%. Bursa China masih tutup karena libur nasional hari ini. Seperti diketahui, Donald Trump secara tidak diduga berencana untuk menambah lagi tarif impor barang – barang dari China hingga USD 100 miliar dari sebelumnya yang hanya USD 60 miliar. Hal ini merupakan respon dari keputusan pemerintah China yang memberi tarif impor terhadap lebih dari 120 barang dari Amerika.  


Image source : http://nnimgt-a.akamaihd.net

0

Morning Review

Setelah pada sesi sebelumnya anjlok tajam, ketiga indeks utama Wall Street mampu rebound cukup besar seiring pulihnya beberapa saham teknologi blue chip. Indeks Dow Jones melambung hingga 1,65% diikuti oleh S&P dan Nasdaq yang melaju 1,04% dan 1,26%. Harga – harga saham yang sudah masuk zona jenuh jual menjadi sasaran beli investor karena dianggap sudah cukup murah. Selain itu, optimisme menjelang musim laporan keuangan turut menjadi alasan kuatnya tekanan beli.  Analis Wall Street memperkirakan pendapatan emiten pada indeks S&P 500 akan meningkat 18,4% pada kuartal pertama tahun 2018 ini.

IHSG mixed menguat

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan mixed dengan kecenderungan untuk menguat terbatas terdorong oleh sentimen dari penguatan bursa Amerika dan harga beberapa komoditas. Secara teknikal, RSI dan Stochastic masih menunjukkan arah naik meski sudah keluar dari zona overbought. Apabila Indeks berhasil bertahan di atas level 6240 hari ini, maka potensi untuk berbalik arah menjadi uptrend akan cukup besar. Kemudian dari regional Asia, beberapa indeks utama bergerak beragam dengan Nikkei dan Shanghai composite menguat 0,25% dan 0,34% sedangkan Hang Seng, Kospi, dan STI Singapura terpantau melemah di kisaran 0,3%.

Minyak mentah menguat

Harga minyak WTI ditutup naik 1,15% ke level USD 63,57 per barel setelah American Petroleum Institute secara tak terduga melaporkan persediaan minyak mentah turun 3,28 juta barel pekan lalu. Selain itu hasil sentimen positif juga datang dari survei Bloomberg terhadap sejumlah analis, perusahaan minyak dan perusahaan kargo yang menyebutkan bahwa output OPEC pada Maret diperkirakan turun ke level terendah dalam setahun.

Batubara ikut naik

Mengekor minyak mentah, harga batubara di kedua bursa utama dunia ikut menguat. Di Newcastle untuk kontrak pengiriman Mei harganya naik 0,88% sedangkan di Rotterdam harganya melambung hingga 1,45%. Namun demikian, investor perlu mewaspadai sentimen negatif dari dalam negeri terkait penurunan Harga Batubara Acuan  (HBA) pada bulan April menjadi USD 94,75 per metrik ton atau turun 6,9% dibandingkan HBA pada Maret yang sebesar US$ 101,89 per ton.

CPO berbalik melemah

Harga CPO di bursa Malaysia ditutup turun 0,89% ke level 2437 ringgit per ton terdorong oleh aksi profit taking investor setelah lonjakan harga yang terjadi sebelumnya. Meski turun, sejauh ini sentimen CPO cukup baik karena sejumlah survey kargo menyatakan bahwa ekspor mengalami peningkatan sebesar 19 – 21%. Harga minyak kedelai yang merupakan komoditas substitusi kuga terpantau mengalami kenaikan hingga 0,94%.

 

Image source: https://2bitcoins.ru

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini mengikuti bursa global yang melemah akibat hubungan perdagangan global yang mengkhawatirkan. Harga komoditas yang melemah juga turut menekan harga saham emiten – emiten terkait. Sebagai hasilnya IHSG ditutup turun 0,19% ke level 6229,01 setelah diperdagangkan di rentang 6202 – 6234. Dari sepuluh sektor yang menopang bursa hanya tiga yang bergerak di zona hijau yaitu sektor aneka industri, konstruksi dan trade. Tujuh sisanya melemah namun tidak begitu besar di kisaran -0,3%.

Asing masih net sell

Hingga penutupan pasar, outflow asing dari bursa mencapai total -384,14 miliar di keseluruhan pasar. TLKM lagi – lagi menjadi top net sell dengan total dana asing yang keluar mencapai -131 miliar, diikuti oleh BDMN -72 miliar, BMRI -55 miliar, BBNI -51 miliar dan HMSP -40 miliar. Adapun saham – saham yang menjadi top net buy di antaranya adalah BBCA 47 miliar, SMGR 32 miliar, BUMI 20 miliar, dan INCO 18 miliar.

Bursa Asia kembali bearish

Sejumlah indeks utama Asia kembali melemah selama dua hari beruntun. Indeks Nikkei ditutup turun -0,49% disusul oleh Kospi -0,07% dan Shanghai Composite yang anjlok hingga -0,84%. STI Singapura dan ASX 200 Australia juga terpantau turun -0,54% dan -0,13%. Pelemahan bursa regional Asia terkait oleh hubungan perdagangan AS – China yang saling mengenakan tarif bea masuk impor. Hal ini memicu kekhawatiran akan terganggunya prospek pertumbuhan global kedua negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia tersebut.


Image source: http://images.indianexpress.com

0

Morning Review

Pergerakan IHSG hari ini kami prediksikan akan cenderung untuk bergerak melemah secara terbatas terpengaruh kondisi bursa Amerika dan regional Asia yang kurang kondusif. Indeks Wall Stret turun tajam malam tadi sedangkan bursaregional Asia dibuka merah. Indeks Nikkei 225 terpantau melemah 0,85% diikuti Kospi yang merosot 0,48%. Adapun Shanghai Composite dan Hang Seng turun 0,84% dan 0,49%. Meski demikian, karena IHSG saat ini masih berada di zona jenuh jual maka penurunan akan terbatas, hal ini juga didukung oleh trend penurunan arus dana asing yang keluar dari bursa selama dua hari terakhir.

Bursa Amerika melemah

Sejumlah indeks utama Wall Street mengalami penurunan seiring dengan kejatuhan sektor teknologi dan kekhawatiran ekskalasi perang dagang yang terus meluas.  Indeks Dow Jone merosot hingga -1,90% disusul Nasdaq dan S&P yang turun 2,74% dan 2,23%. Saham – saham raksasa teknologi  Amazon, dan Tesla Motors jatuh lebih dari 5% sedangkan Facebook kehilangan harga 2,8%.

Minyak mentah terperosok

Harga minyak WTI anjlok cukup tajam hingga -3,22% ke level USD 62,85 per barel tertekan oleh kabar bahwa Arab Saudi akan memotong harga minyaknya menjadi lebih rendah untuk dipasarkan di daerah Asia. Kemudian hal ini diperparah oleh rilis data Rusia yang menunjukkan peningkatan produksi minyak menjadi 10,97 juta barel per hari pada Maret lalu.

Batubara stagnan,

Harga batubara stagnan setelah libur panjang memperingati hari raya paskah. Di Newcastle harga batubara dipatok USD 79,35 per metrik ton sedangkan di Rotterdam harganya tetap 90,90 per metrik ton.

CPO subur

Harga CPO naik cukup signifikan hingga 1,40% ke level 2459 ringgit per ton. Pendorong harga sawit berasal dari rilis data ekspor CPO Malaysia selama bulan Maret naik 21,6% menjadi 1,39 ton karena permintaan akan biodiesel dan persiapan menjelang bulan Ramadhan. Selain itu cadangan CPO di Indonesia yang menunjukkan penurunan sebesar 8% pada bulan lalu turut menopang laju harga sawit.


Image source: http://www.the-blockchain.com

0

Market Updates

Seperti pada penutupan pekan lalu, IHSG hari ini ditutup di level tertinggi harian yaitu 6240, 57 atau naik 0,83% meskipun sempat bergerak turun hingga 6168. Bursa regional Asia yang berbalik melemah tidak menghalangi laju kenaikan IHSG yang didukung oleh rilis data inflasi yang sedikit di atas perkiraan pasar. Delapan dari sepuluh sektor yang menyokong bursa bergerak di zona hijau dengan pendorong terbesar di sektor aneka industri yang naik 2,85% terbantu oleh lonjakan saham ASII. Selain sektor tersebut, Consumer, Construction, Infrastructur dan Manufacture juga menguat lebih dari satu persen.

Data Inflasi didukung penurunan DPK

Pertumbuhan inflasi yang melebihi ekspektasi disambut baik oleh market. BPS mencatat inflasi Maret tumbuh 0,12% secara month on month atau 3,4% secara year on year. Hal ini sedikit lebih tinggi daripada konsensus di angka 0,12% mom dan 3,35% yoy. Meski demikian, inflasi yang tinggi ini dianggap sebagai hal positif yang menandakan bahwa konsumsi masyarakat mulai meningkat. Hal ini didukung dari data pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan yang terus menunjukkan trend turun, Pada Desember tahun lalu pertumbuhan DPK mencapai 9,4% yoy, kemudian di Januari turun menjadi 8,4% yoy yang dilanjut pada Februari sebesar 8,22% yoy.

Asing masih net sell

Asing kembali mencatatkan outflow dengan penjualan bersih di keseluruhan pasar mencapai 243,96 miliar. UNTR dan ASII menjadi yang paling banyak dijual asing dengan net sell masing – masing sebesar -85 miliar dan -73 miliar, diikuti oleh UNVR -47 miliar, TLKM -39 miliar dan BBCA -35 miliar. Adapun beberapa saham yang mencatatkan top net buy di antaanya adalah INDY 35 miliar, BUMI 33 miliar, BBNI 24 miliar, KLBF 21 miliar dan MNCN 20 miliar.

Bursa Asia berbalik merah

Meski sempat menghijau di awal pembukaan market, sejumlah indeks utama Asia berbalik ke teritori negatif. Meruncingnya hubungan Rusia dengan berbagai negara dan juga tensi perang dagang China – Amerika membuat pasar menjadi tertekan. Indeks Nikkei 225 Jepang ditutup turun 0,09% diikuti Kospi dan Shanghai Composite yang melemah tipis 0,09% dan 0,16%. Meski demikian Hang Seng masih sanggup mempertahankan penguatanya dan ditutup menanjak 0,24%.

Seperti diketahui, pagi tadi China mulai memberlakukan tarif impor hingga 25% pada 128 produk Amerika Serikat meliputi daging babi beku, wine, buah-buahan dan kacang-kacangan. Produk – produk yang dibebani bea impor ini sama dengan daftar tarif yang dirilis pada 23 Maret lalu dengan rincian 120 produk dikenai bea masuk 15% dan delapan sisanya dengan tarif 25%.

Kemudian terkait ketegangan dengan Rusia, dikabarkan bahwa pemerintahan Rusia melayangkan protes keras terkait pengusiran utusan Moskow dari markas besar PBB oleh Amerika. Gennady Gatilov yang merupakan utusan untuk kantor PBB di Jenewa menyebut bahwa Amerika melanggar hukum dengan mengusir diplomat Rusia dari markas besar PBB dan menyatakan Amerika gagal sebagai negara tuan rumah bagi badan internasional.


Image source: https://i.pinimg.com/

0

Morning Review

Ditenagai oleh sentimen positif dari bursa global, IHSG hari ini kami prediksikan akan bergerak menguat. Bursa Amerika dan Eropa ditutup positif minggu lalu sedangkan regional Asia pagi ini hampir semuanya menghijau. Indeks Nikkei melaju 0,64% diikuti Kospi yang menanjak 0,61% sedangkan Shanghai Composite dan Hang Seng masing – masing naik 0,29% dan 0,24%.  Secara teknikal IHSG masih berada di zona jenuh jual, tercermin dari indikator RSI dan Stochastic. Pola Candle minggu lalu yang mengindikasikan tekanan beli kuat di akhir perdagangan berpotensi untuk berlanjut pada pagi ini.

Bursa Amerika kembali bersinar

Bursa Wall Strett berakhir positif di penutupan bulan Maret. Indeks Dow Jones melaju 1,07% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 melonjak 1,38% dan 1,64%. Saham teknologi dan otomotif menjadi katalis utama. Facebook yang mulai pulih dari skandal penyalahgunaan data rebound hingga 4,4% disusul Intel yang melambung 5,0%. Dari sektor otomotif, Tesla memimpin penguatan sebesar 3,2% sementara Boeing, Cisco dan ExxonMobil menguat lebih dari dua persen.

Bursa Eropa bullish

Seperti halnya di bursa Amerika, indeks acuan utama Eropa, Euro Stoxx 600 mengakhiri bulan Maret dengan kenaikan sebesar 0,44% terdorong oleh bullish di sektor otomotif. Saham pabrikan otomotif Perancis, Renault, melesat 6% setelah beredar kabar akan adanya merger dengan Nissan meski emiten terkait menolak untuk mengkonfirmasi hal tersebut. Sementara itu, indeks DAX Jerman memimpin penguatan regional Eropa dengan lonjakan hingga 1,78% karena rilis data pengangguran Jerman mencapai rekor terendah pada periode Maret, yakni 5,3 persen.

Minyak mentah rebound

Harga minyak WTI ditutup naik 0,37% ke level USD 64,91 per barel. Pendorong harga minyak berasal dari data Baker Hughes yang melaporkan jumlah rig pekan lalu  turun tujuh buah menjadi hanya 797 rig saja. Namun demikian, bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, jumlah rig minyak AS masih jauh lebih tinggi. Tahun lalu jumlah rig minyak aktif hanya mencapai 662 rig.

Batubara

Harga Batubara masih bisa mempertahankan penguatanya. Di bursa Newcastle untuk kontrak April, harga batubara naik 0,60% ke level USD 92,25 per metrik ton. Laporan the Sierra Club dan CoalSwarm yang menyebutkan pembangunan masif pembangkit listrik tenaga batubara oleh China mendorong harga terus menguat. Seperti dilaporkan, dalam 20 tahun ke depan, perusahaan – perusahaan China diperkirakan akan membangun 1600 pembangkit listrik tenaga batubara di lebih dari 62 negara di dunia.

CPO melemah

Pada penutupan minggu lalu, harga CPO kontrak Juni 2018 ditutup melemah 0,58% jadi RM 2.404 per metrik ton. Proyeksi pulihnya produksi sawit  tahun ini menghantui laju CPO. Sepanjang 2018, produksi CPO Malaysia diperkirakan mencapai 20,5 juta ton yang mana jika terwujud, maka angka tersebut merupakan rekor baru produksi CPO Malaysia.


Image source: http://www.jmarkpowell.com/

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini mayoritas berada di zona merah, namun tekanan beli kuat pada sesi pre-closing membuat indeks meloncat ke posisi tertingginya hari ini yaitu di level 6188,99 atau menguat sebanyak 0,78%. Bahkan sektor finance yang sepanjang perdagangan menekan IHSG berbalik naik 0,25%. Sebelumnya, sektor yang mempunyai kapitalisasi terbesar di BEI ini menekan IHSG jatuh ke zona merah karena kekhawatiran investor akan adanya regulasi baru terkait amandeman UU bank Indonesia yang direncanakan oleh Gubernur BI terpilih, Perry Warjiyo.

Seperti diketahui, Gubernur Perry menyatakan keinginan untuk memperluas peran BI yang saat ini hanya menjaga stabilitas inflasi dan rupiah menjadi lebih aktif dalam mendukung perekonomian nasional. Dalam paparanya, Perry menekankan keinginan agar lembaga perbankan bisa lebih memperluas jangkauan pembiayaan ke kredit infrastruktur, properti dan bahkan masuk ke obligasi korporasi. Meski demikian, revisi UU yang direncanakan belum akan dilaksanakan pada tahun ini karena belum masuk dalam program legislasi nasional (Prolegnas) 2018, sehingga respon pasar hari ini hanya merupakan reaksi kepanikan jangka pendek.

Asing Catatkan Net Buy

Menguatnya IHSG hari ini tidak terlepas dari redanya aksi jual asing di bursa. Bahkan, hingga penutupan market, asing berbalik mencatatkan net buy meski tidak begitu besar yaitu senilai 10,85 miliar di keseluruhan pasar. SMGR menjadi saham yang paling banyak diburu asing dengan pembelian bersih sebesar 41 miliar diikuti KLBF 34 miliar, PGAS 33 miliar, ADRO 22 miliar dan MYRX 20 miliar. Di sisi lain saham – saham yang mencatatkan top net sell di antaranya adalah TELE -90 miliar, HMSP -55 miliar, UNTR -54 miliar dan BMRI -53 miliar. Kemudian untuk total bulan ini, outflow asing tercatat sebesar 14,93 triliun di keseluruhan pasar, lebih tinggi dari outflow di bulan Februari  sebesar 10,34 triliun.

Bursa Asia pertahankan penguatan

Mayoritas indeks utama di bursa Asia berhasil mempertahankan penguatanya tadi pagi. Indeks Nikkei 225 ditutup naik 0,61% diikuti Kospi yang menanjak 0,71% sedangkan Shanghai Composite dan Hang Seng masing – masing melaju 1,22% dan 0,24%. Fokus investor masih tertuju dengan respon presiden Kim Jong Un yang dikabarkan bersedia melakukan pertemuan dengan negara – negara lain seperti Jepang, China dan Rusia. Hal ini akan menjadi langkah maju bagi upaya denuklirisasi Korea Utara.


Image source: http://time.com

0

Morning Review

Sejumlah indeks utama di regional asia bergerak di teritori positif pagi ini. Indeks Nikkei 225 Jepang melaju 0,88% diikuti Kospi yang naik 0,19% sedangkan Shanghai Composite dan Hang Seng masing – masing naik di kisaran 0,3%. Sentimen positif dari keinginan pemerintah Jepang untuk melakukan pertemuan dengan presiden Kim Jong Un dengan salah satu agendanya adalah membahas warga Jepang yang diculik oleh agen Korea Utara beberapa dekade lalu.

Di sisi lain, presiden Kim Jong Un juga telah mengumumkan kepada pemimpin Partai Pekerja Korea yang berkuasa di korut mengenai kemungkinan pertemuan tingkat tinggi dengan Jepang, Rusia dan negara-negara lain. Jika hubungan dengan negara tersebut kembali berjalan lancar, Korea Utara dikabarkan akan menerima bantuan senilai USD 20 miliar – USD 50 miliar.

Bursa Amerika masih ditekan sektor teknologi

Sejumlah indeks utama Wall Street bergerak bearish yang lagi – lagi disebabkan oleh tekanan dari sektor teknologi. Saham Amazon  dan Netflix anjlok lebih dari 4% sedangkan Apple melemah 1,1%. Di sisi lain, saham sektor consumer dan real estate menjadi buruan investor setelah data Departemen Perdagangan AS menunjukkan, pertumbuhan ekonomi kuartal keempat mencapai 2,9% secara tahunan, lebih tinggi ketimbang estimasi awal sebelumnya pada 2,5% didorong oleh laju belanja konsumen yang tinggi.

Minyak mentah melemah tipis

Harga minyak WTI ditutup melemah tipis 0,03% ke level USD 64,67 per barel, masih dibayangi oleh laporan American Petroleum Industry (API) terkait peningkatan pasokan minyak di Amerika. Selain API, Energy Information Administration (EIA) juga melaporkan persediaan minyak mentah AS meningkat 1,64 juta barel pekan lalu yang mana hampir dua kali lipat di atas estimasi analis.

Batubara lanjut menguat

Harga batubara serempak bergerak menguat setelah beredar kabar bahwa perusahaan konglomerat India, Adani Enterprises gagal memenuhi tenggat waktu pengiriman batubara dari salah satu tambang batubara terbesar di Queensland karena masalah funding.  Di newcastel untuk kontrak April, harga batubara menguat 0,27% ke level USD 91,70 per metrik ton sedangkan di Rotterdam harganya melaju hingga 0,45% ke USD 78,35 per metrik ton.

CPO terpuruk

Harga CPO di bursa Malaysia melanjutkan pelemahanya, bahkan ketika harga minyak kedelai sebagai komoditas substitusi terpantau naik. Di bursa malaysia, harga CPO ditutup turun 0,58% ke level 2417 ringgit per ton karena mata uang ringgit yang menguat hingga 0,7% ke level 3,8680 per dolar AS.

 

Image source: https://i.ytimg.com

0

Morning Review

Jatuhnya saham – saham teknologi di Amerika Serikat tadi malam mendorong aksi profit taking di bursa Asia. Indeks Nikkei 225 terpantau anjlok 1,7% diikuti Kospi yang minus hingga 1,52% sedangkan Shanghai Composite dan Hang Seng masing – masing turun 0,92% dan 0,76%. Hal ini akan memberi sentimen negatif bagi IHSG sehingga kami prediksikan akan bergerak bearish moderate. Harga komoditas yang hampir semuanya melemah juga akan menekan sektor yang berkaitan ke zona merah. Secara teknikal, meski kemarin ditutup menguat namun tekanan dari pasar terpantau cukup besar sehingga indeks ditutup jauh lebih rendah dari harga pembukaanya dan hal ini bisa berlanjut hingga pembukaan pasar hari ini.

Saham Social Media tekan bursa Amerika

Sejumlah indeks utama Wall Street serempak bergerak bearish akibat kekhawatiran akan munculnya regulasi – regulasi baru terkait social media. Indeks Dow Jones terjerembab hingga 1,43% sedangkan Nasdaq dan S&P 500 ditutup ambles  2,93% dan 1,73%. Selain itu saham-saham teknologi juga tertekan oleh berita bahwa Nvidia menghentikan uji coba self-driving mobil otonom untuk sementara waktu. Hal ini membuat saham Nvidia merosot hingga 7,8%.

Bursa Eropa abaikan pergerakan Wall Street

Bursa Eropa bergerak bullish dengan indeks acuan Stoxx Europe 600 melonjak hingga 1,16% ditenagai oleh indeks DAX Jerman yang melambung hingga 1,56%. Investor Eropa merespon dengan baik  laporan bahwa AS dan China bernegosiasi untuk mencegah perang perdagangan. Sektor otomotif, kimia dan teknologi menjadi katalis utama indeks setelah sebelumnya menderita akibat isu proteksionisme Amerika.

Minyak melemah tiga hari beruntun

Sejak menyentuh harga tertinggi di USD 65 per barel pekan lalu, harga minyak masih belum mampu menahan laju bearishnya. Pada perdagangan kemarin, minyak WTI kembali jatuh 1,36% ke level USD 64,69 per barel setelah American Petroleum Institute (API) melaporkan kenaikan persediaan minyak yang lebih tinggi daripada ekspektasi, yaitu naik sebesar 5,3 juta barel menjadi 430,6 juta barel hingga akhir pekan lalu.

Batubara menguat

Berbanding terbalik dengan minyak mentah, harga batubara masih sanggup mencatatkan penguatan. Di bursa Newcastle untuk kontrak pengiriman April, harga batubara menguat 0,11% ke level USD 91,45 per ton sedangkan di Rotterdam, harganya naik tipis 0,06% ke level USD 78,00 per metrik ton.

CPO berbalik turun

Sempat bergerak menguat karena didorong oleh rilis data ekspor yang solid, harga CPO berbalik turun karena tekanan dari penguatan mata uang ringgit. Sore kemarin mata uang ringgit terpantau menguat 0,61% terhadap dolar dan bertenggger di 3,8715 per dolar AS. Harga CPO pun ditutup turun tipis 0,12% ke level 2431 ringgit per ton.


Image source: https://www.theatlantic.com

0

Market Updates

Pergerakan IHSG hari ini mayoritas berada di zona hijau meski penguatanya terus dikikis oleh pelemahan di sektor infrastructure. Dengan rentang 6188 – 6274, IHSG ditutup naik 0,15% ke level 6209,35. Dari sepuluh sektor yang menopang bursa, hanya tiga yang bergerak melemah dengan penekan terbesar pada sektor infrastructure yang terseret oleh pelemahan saham PGAS dan TLKM. Di sisi lain, tujuh sektor yang bergerak bullish dipimpin oleh sektor aneka industri, consumer dan agriculture.

Penguatan di sektor aneka industri didorong oleh rebound saham ASII sedangkan penguatan di sektor consumer ditenagai oleh saham – saham di bidang farmasi dan obat – obatan. Saham INAF melonjak hingga 18%, adapun KLBF dan KAEF menguat di atas 2%. Adanya event Convention on Pharmaceutical Ingredients South East Asia (CPhI SEA) 2018 yang berkelas internasional disinyalir mampu memperkuat jaringan pertumbuhan bisnis farmasi di Asia Tenggara.

Kemudian, di sektor agri, sentimen positif datang dari hasil laporan beberapa lembaga perusahaan kargo yang menyatakan bahwa ekspor CPO pada periode 1-25 Maret mencatatkan pertumbuhan signifikan.  AmSpec Agri Malaysia melaporkan pengiriman CPO pada periode tersebut tumbuh 9,5% month on month sedangkan lembaga survei kargo Societe Generale de Surveillance melaporkan kenaikan pengiriman CPO sebanyak 10,6% pada periode yang sama.

Net sell asing masih besar

Outflow asing hari ini tercatat mencapai 854,42 miliar di keseluruhan pasar seiring dengan masifnya penjualan di saham TLKM dan BBRI. Kedua saham tersebut mencatatkan penjualan bersih sebesar -379 miliar, yang diikuti oleh UNTR -148 miliar, BMRI -107 miliar dan BBNI -91 miliar. Adapun beberapa saham yang menjadi top net buy di antaranya adalah SMMA 86 miliar, WSKT 29 miliar, ADRO 29 miliar, INDY 20 miliar dan BSIM 12 miliar.

Bursa Asia Cerah

Mulai redanya tensi perang dagang antara Amerika dan China benar – benar menjadi angin segar bagi investor di regional Asia. Seperti diketahui, beredar kabar bahwa kedua negara yang terlibat perselisihan tarif impor tersebut telah memulai negoisasi diam – diam dengan presiden Trump meminta pengurangan tarif China pada mobil produksi Amerika dan keleluasaan akses ke sektor keuangan China. Bahkan Menteri keuangan Mnuchin sedang menimbang untuk melakukan perjalanan ke Beijing demi suksesnya negoisasi ini.

Merespon hal ini, sejumlah indeks utama bursa Asia menanjak cukup tajam. Indeks Nikkei ditutup melesat 2,40% disusul oleh Kospi yang melaju 0,61%. Adapun Shanghai Composite dan Hang Seng serempak menguat 1,05% dan 0,79%.


Image source: https://www.exova.com

0

PREVIOUS POSTSPage 2 of 24NEXT POSTS