The Prominence Office Complex Block 38G/18 Alam Sutra, Tangerang, Banten INDONESIA 0888-1314-300 | 021-300-52588 | 021-300-52589

Pergerakan Rupiah st...

Mengabaikan penurunan bursa global IHSG memperpanjang penguatanya di hari kedua dengan persentase yang cukup besar 1,30% ke level ...

Teseret bursa region...

Indeks – indeks utama Asia tidak mampu menahan kenaikanya di awal perdagangan dan berbalik melemah cukup dalam. Indeks Shanghai Co...

Kebijakan pemerintah...

Pergerakan market hari ini sangat mixed, sempat melemah hingga ke level 5689 karena tekanan dari bursa regional dan membengkaknya ...

Tertekan sektor komo...

Bergerak mixed sepanjang perdagangan dengan rentang 6059 – 6107, IHSG berakhir menguat tipis 0,20% ke level 6077,17. Enam sektor b...

Ditopang sentimen da...

Terpengaruh penurunan bursa global, IHSG tidak mampu mempertahankan kenaikanya di awal perdagangan dan terpaksa ditutup melemah di...

Market Updates

Masih menjaga trend bullishnya, IHSG semakin mendekati level psikologis 6000 karena didukung sentimen dari bursa regional yang positif dan terapresiasinya nilai tukar rupiah terhadap dollar. Diperdagangkan di rentang 5947 – 5992, IHSG ditutup naik 43 poin atau 0,72% ke level 5989,14 berkat penguatan di sembilan sektor yang dipimpin oleh aneka industri, mining dan basic industry. Saham ASII membawa sektor aneka industri melaju 3,66%, kemudian di sektor mining terbantu oleh melonjaknya saham batubara. Adapun di sektor basic industri, pengutan disokong oleh saham SMGR, INKP dan BRPT yang naik di atas 1%.SEE DETAILS <spa...

Continue Reading
Market Updates

Semua indeks bursa utama Asia sore ini ditutup di zona hijau dengan sentimen positif dari bursa China yang mengeluarkan paket kebijakan untuk meminimalisir kerugian akibat perang dagang dengan Amerika. Indeks Shanghai Composite melambung hingga 1,62% diikuti Hangseng Hong Kong dan Kospi Korea yang menguat 1,50% dan 0,48%. Bahkan di Jepang, indeks Nikkei 225 masih mampu naik 0,51% meski dibayang perlambatan di sektor manufaktur yang terlihat dari indikator PMI yang hanya berada di angka 51,6 terendah sejak November 2016. Nilai ini juga turun dari posisi bulan lalu di angka 53.0.Paket kebijakanSEE DETAILS <span class="more-link-hover-ima...

Continue Reading
Market Updates

Mayoritas bergerak di zona merah, IHSG berhasil berbalik ditutup menguat tipis 0,03% ke level 5872.78 setelah sebelumnya diperdagangkan di rentang 5842 – 5884. Tekanan dari melemahnya rupiah, anjloknya harga komoditas batubara serta volume transaksi yang rendah membuat IHSG kehilangan kekuatan untuk bergerak ke atas. Dengan empat dari sepuluh sektor yang melemah, sektor mining dan sektor perdagangan menjadi penekan utama dengan pelemahan  1,72% dan 1,01%. Di sisi lain, menguatnya saham – saham telekomunikasi seperti TLKM, ISAT dan EXCL mampu membawa sektor infrastruktur melaju 1,26% dan membawa IHSG ditutup di zona hijau.SEE DETAILS <span class="mo...

Continue Reading
Market Updates

Mendapatkan sentimen positif dari kenaikan harga komoditas dan menghijuanya bursa global, IHSG melaju mantap di zona hijau dan ditutup naik 0,50% ke level 5890,73 setelah diperdagangkan di rentang 5858 – 5899. Delapan dari sepuluh sektor bergerak menguat dengan pendorong utama di sektor mining, infrastructure dan agri. Ketiga sektor tersebut menguat di atas 1%. Di sisi lain, dua sektor yang melemah hanyalah trade & service yang merosot 0,99% dan construction yang turun tipis 0,08%. Volume transaksi harian terpantau mencapai 7,58 triliun sedikit lebih tinggi dari rata-rata bulan ini di angka 6,95SEE DETAILS <span class="more-link-hov...

Continue Reading
Market Updates

Siang tadi BPS merilis neraca dagang untuk bulan Juni surplus senilai USD 1,74 miliar. Kendati demikian, neraca perdagangan secara keseluruhan pada semester pertama tahun ini masih mencatatkan defisit sebesar US$1,02 miliar. Defisit perdagangan Januari-Juni 2018 terjadi karena secara kumulatif ekspor hanya sebesar US$88,02 miliar. Sedangkan impor paruh pertama tahun ini mencapai US$89,04 miliar. Bila dibandingkan dengan semester I tahun lalu maka ekspor hanya mengalami peningkatan sebanyak 11,47% dan impor tumbuh 12,66% yang mana keduanya lebih rendah dari konsensus dimana ekspor bertambah 17,53% dan impor 31,31%.Secara lebih rinci, penurunan ekspor Indonesia<a class="more-link" href="http://integrity.co.id/2018/07/16/tertekan-sentimen-neraca-dagang-dan-pelemahan-rupiah-ihsg-ditutup-melema...

Continue Reading
PREVIOUS POSTSPage 2 of 72NEXT POSTS